I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Keajaiban Yang Aneh


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Ody🌸


Kami pun sampai di tempat praktek dokter Johan. Dokter sebaya denganku yang selalu dibangga banggakan oleh Valencia. Dokter yang katanya adalah temannya. Dokter yang bukan pertama kalinya ku temui dan satu satunya dokter yang tau akan kondisiku.


Kadang aku berpikir,, Tidakkah Valencia malu memiliki suami lemah dan tak sempurna sepertiku di depan temannya ini?


Namun itu adalah pemikiranku yang dulu. Sekarang aku malah bertanya tanya kenapa Valencia malah seolah merasa tak perlu ada yang disembunyikan dari dokter Johan? Yang ku tahu,,, Seorang Valencia itu tidak pernah mau kalau teman atau sahabatnya merendahkannya karena sebuah kekurangan yang dimilikinya.


Tak terkecuali memiliki pasangan lemah sepertiku,,, ini pasti sangat dirahasiakannya. Tapi kenapa ia malah memilih dokter Johan?? Temannya sendiri.


"Siang Johan."


"Hai Valen,,, Aku sudah menunggu kalian dari tadi."


Cipika cipiki ala ala pertemanan mereka pun kusaksikan dan ini juga bukan kali pertama aku melihatnya.


"Halo Ody,,, Apa kabarnya? Sudah lama gak kesini." sapa dokter Johan setelah menyelesaikan ritual pertemanan mereka itu.


"Yaaa seperti yang dokter lihat dan tau. Semoga saja ada yang berubah hari ini. Bosan kalau harus tau dan dengar hal hal buruk lagi dok." sahutku sekedar basa basi.


"Tidak terjadi hanya kepadamu kok. Pasien sepertimu juga banyak jadi jangan berkecil hati." ucapnya membesarkan hatiku.


Aku hanya tersenyum getir. Kemudian ku ikuti saja semua prosedur pemeriksaan yang dikatakannya. Pokoknya aku hanya manut saja. Setelah selesai semua pemeriksaan, aku hanya duduk di ruang tunggu sambil main ponsel.


Tempat praktek dokter Johan ini memang sudah dilengkapi dengan laboratorium miliknya sendiri jadi setiap pemeriksaan yang membutuhkan pemeriksaan lab bisa langsung dikerjakan saat itu juga.


Ku lirik Valencia yang tampak gelisah dengan ponselnya. Ia mengetik dengan sangat cepat. Jari jemarinya begitu lihai dan terampil. Entah apa yang diketiknya namun ia memang terlihat tegang.


Aku ingin tanya tapi malas. Biarlah sudah,,, Mungkin chating dengan seseorang yang penting atau entahlah,,, aku malas mencari tau. Lebih baik aku scroll medsos siapa tau ada titik terang keberadaan Nada.


Nada,,, Kamu lagi kamu lagi sayang. Kamu lama lama seperti hantu saja. Menghantui kemana pun om pergi,,,

__ADS_1


Lama bermain dengan ponsel namun tak membuahkan hasil. Nada bak ditelan bumi. Entah ia berada di belahan bumi mana saat ini.


"Tuan Ody dan Nyonya Valencia,,, Silahkan masuk. Dokter sudah menunggu." suara asisten perawat terdengar.


Aku hanya berdiri dengan malas dan membiarkan Valencia yang menjawab panggilan itu.


"Kok lesu begini? Semangat dong sayang." Valencia menyentuh daguku dan memainkannya sejenak.


"Ayo masuk." ajakku sambil menepis tangannya yang masih di daguku.


"Silahkan duduk." wajah dokter Johan tampak sumringah begitu kami berdua masuk.


"Bagaimana Jo? Apa ada perkembangan? Perubahan mungkin??"


Valencia lebih agresif bertanya ketimbang aku. Bisa kulihat ia sangat tidak sabar mendapat penjelasan dari hasil pemeriksaanku. Dan yang ditanya hanya senyum.


"Ini adalah keajaiban." ucap dokter Johan.


Aku terpancing dan berusaha memfokuskan pendengaranku. Aku ingin sejenak saja membuang bayangan Nada dari benakku. Aku ingin fokus mendengar kata kata dokter Johan.


"Ajaib bagaimana maksudmu Jo??" sekali lagi Valencia mendahuluiku.


"Maksudnya??" tanyaku.


"Ya kamu bisa saya katakan sehat. Kamu tidak lagi mandul. Kalian bisa punya kesempatan untuk punya anak. Selamat ya." Dokter Johan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku namun tak serta merta ku sambut.


"Jo,, makasih banyak ya. Kamu memang teman baikku. Kamu udah banyak membantuku." tangan Valencia yang maju dan mewakiliku.


Pikiranku kembali bercabang. Bukan karena adegan jabat tangan mereka melainkan karena semua berita tentang kesehatanku ini.


Kenapa aku merasa ada yang aneh? Kenapa begitu Valencia ingin promil, kondisiku langsung membaik? Kenapa begitu kebetulan? Dan ucapan Valencia pada dokter Johan tadi,,,"kamu memang teman baikku",,, kenapa aku penasaran jadinya??


"Sayang,, Kamu kok diam aja? Kaget ya? Gak nyangka ya? Akhirnya ya sayang,,, Sekian lama kita berusaha dan sekarang hasil tidak mengkhianati kita. Kamu sehat sayang,,," ujar Valencia dengan rona wajah bahagianya.


"Asal rajin minum obat dariku dan sabar,,, tetap semangat berusaha,,, pasti berhasil." dokter Johan menimpali.


Minum obat??


Aku bahkan tak pernah meminum obat darimu dok,,, Aku hanya membuangnya. Lagipula untuk apa? Toh juga istriku saat itu tidak mau diajak berhubungan. Jadi jangan anggap keajaiban ini adalah berkat obat darimu.

__ADS_1


Aku benar benar merasa aneh dengan yang ku saksikan dan dengar hari ini. Semua yang serba kebetulan membuatku berpikir keras sampai aku ragu harus berterima kasih kepada dokter Johan atau tidak. Harus berterima kasih juga pada Tuhan yang sudah mengubah kondisiku ini atau tidak. Karena jujur aku tidak bisa percaya begitu saja.


Mana bisa yang dinyatakan mandul bertahun tahun tiba tiba dinyatakan sehat? Keajaiban tuhan?? Memang ada tapi tidakkah semua ini masih saja aneh??


"Sayang,,," Valencia mengguncang guncang lenganku.


"Ah,,, Ya. Ada apa?" aku sedikit tergagap dan kembali pada kenyataan.


"Kamu yang kenapa? Kok diam saja? Kamu gak senang mendengarnya?" tanya Valencia.


"Sudah berapa lama kalian berteman?" aku tak menjawabnya dan malah menatap lurus pada dokter Johan.


"Uhuk,,," dokter Johan terbatuk mendengarnya dan matanya mulai berputar seolah mencari cari jawaban.


"Sayang,,, Kok gitu tanyanya?" Valencia protes.


"Ada yang salah dengan pertanyaanku?? Aku cuma tanya sejak kapan kalian berteman kan? Bukan pertanyaan sulit kok." sanggahku.


Valencia terdiam. Ia menatap ke arah dokter Johan.


"Benar begitu dok? Ini bukan pertanyaan sulit kan? Kecuali kalau kalian berbohong padaku." ucapku kemudian membuat dokter Johan langsung membalas tatapan Valencia.


"Ehem,,, Berbohong bagaimana maksud anda? Tolong anda perjelas." dokter Johan berdehem kemudian mendadak bicara dengan nada formal.


"Loh saya kan cuma membuat perkiraan saja. Kalau memang itu tidak benar ya santai saja kan? Cukup jawab saja bukan?? Kenapa begitu serius menanggapi??" aku balik tanya.


Tatapan dan wajah tegang dokter Johan melunak. Beberapa kali ia berdehem untuk menyamankan diri. Hal serupa juga ku lihat terjadi pada Valencia. Beberapa kali ia memperbaiki duduknya. Body language nya menunjukkan ia sedang tidak nyaman juga.


"Kami sudah lama berteman. Cukup lama. Jauh sebelum Valen menikah denganmu. Hubungan kami cukup baik. Apa itu membuatmu tenang Ody?" tanya Dokter Johan.


Aku tersenyum mendengar jawabannya.


"Termasuk dengan istrimu juga dok?"


"Sayang,,, kita di sini kan tidak sedang membahas hal hal seperti ini. Sebaiknya kita pulang saja ya. Mama kasihan di rumah sendirian. Lagipula Johan sepertinya juga sudah punya acara lain. Benar kan Jo??" Valencia seolah memberi isyarat pada Johan sebelum ia menjawab satu lagi pertanyaan dariku.


"Be,,, Benar."


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...bersambung,,,,...


__ADS_2