
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
#POV Nada
Kepalaku berdenyut memikirkan semua yang terjadi di depan mataku hari ini. Aku memutuskan pulang ke rumah tante Valencia karena ku pikir aku akan dapat ketenangan.
Nyatanya tidak!!
Aku malah harus mendapati satu kenyataan pahit lain bahwa rumah tangga tante dan om ternyata gak seindah yang ku bayangkan. Kepahitan itu bahkan memaksa tante akhirnya mengambil satu langkah ekstrem.
Mencari kepuasan dari lelaki lain!!!
Bagaimana kalau ternyata lelaki itu juga punya kekasih sepertiku? Bukankah gadisnya juga akan merasa tersakiti sepertiku saat mengetahui kebenarannya??
Ahh,,, aku pusing!!
"Sayang,,, kamu belum jawab lho pertanyaan tante."
Suara tante Valencia membawaku kembali ke alam nyata. Aku bahkan tidak dengar apa yang ditanyakannya tadi.
"Mm tante tanya apa barusan?" tanyaku.
"Hmm,,, tante tanya apa yang membuatmu pulang mendadak begini? Apa semuanya baik baik saja?? Anton bagaimana??" Tante Valencia tersenyum.
Wanita yang tadinya menjadi idolaku itu begitu pandai mengubah rona wajahnya yang tadinya penuh kepanikan, lalu kesedihan dan kini sirat sirat lain yang tak bisa kupahami saat ia menanyakan Anton,,, si kardus itu!!
Huh!! Mengingatnya kenapa membuat perutku mual.
"Gak ada apa apa kok tante. Cuma pingin pulang aja. Memangnya tante gak suka ya?" ku coba menutupi kenyataan tentang Anton.
__ADS_1
Aku takut ia tersinggung atau merasa tersindir karena aku juga korban tante tante girang,,, sepertinya!!
Eh,,, girang gak sih tanteku ini?? Dia bilang dia melakukannya karena alasan dan tujuan yang baik. Kalau tante girang bukannya tante tante yang emang pada dasarnya suka begituan saja?? Entahlah,,,,
"Maafin tante ya sayang." tiba tiba tante Valencia meminta maaf padaku.
"Erhg tante,,, untuk apa minta maaf???" aku sedikit bingung dibuatnya.
"Karena kamu jadi harus lihat dan tau betapa bobroknya rumah tangga kami. Maafkan kami berdua yang gak bisa kasih contoh yang baik buat kamu sayang. Tante harap kelak kamu sama Anton bisa menjalani rumah tangga yang jauh lebih baik dan bahagia daripada kami."
Doa tulus itu tidak serta merta ku "Aamin"i karena jujur saat ini aku bahkan sudah bertindak dan menganggap bahwa aku dan anton sudah putus. Jadi tidak usah berharap akan hidup bersama lagi.
"Kok diam saja?? Kenapa sayang??" kembali suara tante Valencia menyadarkanku.
"Mmm tante,,, Nada capek dan ngantuk. Nada boleh istirahat dulu di kamar???" ku rasa langkah terbaik saat ini adalah rebahan di kamar.
"Iya sayang tentu boleh. Istirahat saja dulu ya. Tante tinggal pergi ketemu teman gak apa apa kan?"
"Iya gak apa apa tante. Ya udah tante hati hati kalau gitu ya."
"Eh kok nyelonong saja. Cium tante dulu dong." Tante Valencia menyodorkan pipi kanannya yang biasanya selalu ku cium tanpa dimintanya.
Ku tinggalkan tante Valencia yang tersenyum puas mendapatkan cipika cipiki dariku. Sepertinya beliau tidak sadar kalau aku melakukannya hanya sekedarnya saja. Bukan seperti biasanya yang penuh kerinduan dan kasih sayang.
Ku buka pintu kamar yang selalu jadi milikku sedari aku menginjakkan kakiku di rumah ini. Kemudian ku tutup kembali dengan perlahan. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling ruangan. Semua masih tampak sama dan pada tempatnya.
"Hhhh,,,lelahnya."
Ku rebahkan tubuhku di kasur empuk ini. Ku rasakan semua otot ototku yang semula menegang kini perlahan mengendur. Aku benar benar lelah. Lelah jiwa dan raga.
Mataku yang sama sekali gak tidur semalaman ini rasanya berat untuk dibuka tapi otakku yang gak ada lelahnya berputar memaksanya untuk tetap terjaga.
"Dasar Nada,,,, otak sama mata sendiri aja gak bisa sinkron!!!" omelku pada diriku sendiri.
Hmmm,,, pikiranku melayang pada Anton. Aku masih tak habis pikir. Kenapa bisa dia pikir tindakannya itu bisa dibenarkan??Membuatku rumah dengan cara jadi pemuas naf*su tante tante??? Dia mikir gak sih kalau aku bakalan kecewa tau bahwa miliknya itu sudah jadi barang konsumsi umum??? Tau gak sih kalau itu tuh mustinya jadi milikku seorang???
__ADS_1
Uuuhhh,,,aku jadi emosi lagi kan kalau ingat si kardus!!!
"Dasar kardus!!! Murahan!!! Sok paling bijak!!!" aku mengumpat sambil menoyor noyor layar ponselku yang menampilkan fotonya.
Ah sudahlah,, untuk apa memikirkan si kardus?? Palingan juga saat ini dia lagi asyik asyikan dengan konsumen berikutnya!!
Sial!! Sejak kapan dia melakukannya di belakangku?? Pantas saja selama ini dia selalu berusaha mengajakku melakukannya. Apa karena dia sudah terbiasa??
Atau karena aku yang selalu menolaknya?? Apa dia sudah sangat menginginkan adegan dewasa itu tapi aku selalu menolak Makanya dia mencari pelampiasan dengan tante tante itu??? Kalau benar begitu,,, bukannya itu salahku??
Eh eh eh,,, Hufttt!!! Ku usap wajahku dengan kasar.
"Kenapa harus aku yang merasa bersalah?? Jelas jelas emang si kardus yang salah kok. Berhenti Nada,,, Berhenti menyalahkan diri!!" tegasku pada diriku sendiri.
Dengan penuh emosi dan kekuatan bulan bintang,,, ku gerakkan tanganku untuk mencentangi semua foto foto dirinya, termasuk foto kami berdua lalu ku tekan satu tombol,,, Delete!!!
Time to move on!!
Aku bernapas lega dan ku rasakan bahu dan dadaku merasa lebih lega ketika kuyakinkan diri bahwa aku bisa lanjut hidup tanpa si kardus. Kini pikiranku kembali melayang pada tante Valencia,,,,
Ku dengar suara deru mobilnya yang keluar halaman meninggalkan rumah ini. Sempat ku lihat juga tadi wajahnya yang selalu cantik dan terawat itu terlihat sumringah.
"Bisa bisanya tante bersikap seolah tidak terjadi apa apa begini. Bahkan setelah aibnya terbuka di depan mataku. Apa karena tante sama sekali tak menganggapnya aib? Atau tante santai saking percayanya sama aku yang gak akan kasih tau om Ody???" aku berpikir keras.
Pantas gak sih kalau aku kecewa pada sosok wanita yang sudah mengisi posisi ibu untukku?? Durhaka gak ya kalau aku jadi hilang respect padanya yang sudah membesarkanku dan mencukupiku??
Eh,,, kalau bahas tentang mencukupi,,, bukannya aku harus ingat bahwa ada sosok lain yang juga selalu jadi idolaku sejak kecil?
Om Ody,,,
Ya ampun,,, Apa jadinya perasaan om Ody kalau tante seperti ini di belakangnya?? Haruskah aku diam saja dan ikut menutupi kebenaran darinya?? Atau ku katakan saja padanya??
Tapi nanti kalau ku katakan,,, Bagaimana nasib tante?? Kasihan kan???
Aduuuhhh,,, bingung woi bingung,,,!!!
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,,...