
...Selamat datang di karya baru author 🥰...
...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...
...Selamat membaca sayang sayangku...
...❤️❤️❤️...
🌸Pov Nada🌸
Kupaksakan kaki beratku ini keluar dari rumah yang sudah saksi bisu akan hilangnya mahkotaku. Apa aku menyesal? Tidak,,, Untuk om Ody, untuk menyenangkannya, tidak pernah ada kata menyesal dalam hatiku.
Meski apa yang sudah diperbuatnya padaku membuat sekujur tubuhku terasa remuk redam terutama di bagian inti dalamku. Ngilu, perih dan sakit. Aku tidak tau apa ini wajar?
Aku hanya gadis muda yang baru terjamah di atas ranjang. Meski aku pernah belajar tentang biologi atau reproduksi, tapi tetap saja teori dan praktek itu berbeda.
Bayangan akan Om Ody yang begitu menggila semalam kembali berkelebat dalam anganku. Aku sadar aku menyerahkan milikku yang berharga padanya yang menganggap aku ini adalah tante Valencia.
"Tidak apa apa. Asal om bahagia. Asal duka om terhapus walo hanya semalam. Itu semua lebih baik daripada Nada harus melihat om sehancur itu."
Pagi ini aku pergi saat matahari belum menyapa. Aku tak ingin om Ody terbangun dan kecewa melihat ternyata aku yang ada di sebelahnya, bukan tante Valencia. Karenanya aku sebisa mungkin tidak tertidur.
Semalaman menangis dalam pelukannya membuat mataku sembab. Aku kelelahan setelah adegan semalam. Aku juga mengantuk. Remuk redam yang ku rasakan.
Kalau begini ini,,, apa enaknya berhubungan badan? Hanya menyakitkan. Kenapa ada yang begitu rela kehilangan rumah tangganya hanya demi mencari kenikmatan di atas ranjang? Kenapa ada yang bela belain beli jasa yang menawarkan kenikmatan.
Padahal aku sama sekali tak merasakannya,,, Tapi memang tak ku pungkiri ada sensasi yang mampu membuatku merasa tubuhku terasa ringan ketika sesuatu yang mendesak itu terlepaskan. Hanya itu saja sejauh yang ku ingat.
Selebihnya,,, hanya sakit dan basah. Sampai saat ini pun masih ku rasakan bagian bawahku basah. Sepertinya cairan ****** ***** om Ody meleleh keluar. Membuatku harus mencari toilet untuk membasuhnya dulu begitu taksi yang membawaku ke terminal ini sampai.
Ku bersihkan diriku sambil berpikir,,, apakah aku akan hamil karena cairan ini? Kalau aku hamil,,, bagaimana?? Bagaimana nasibku, hidupku, masa depanku,,, dan bayiku kelak?? Bagaimana,,, Bagaimana,,, dan bagaimana.
Ah,,, ku tepis jauh jauh pemikiran seperti itu.
__ADS_1
Aku hanya sekali melakukannya dengan om Ody. Kemungkinan hamil sangat kecil mengingat aku tidak sedang dalam masa subur. Lagipula, bukannya om Ody divonis mandul?
Maaf om,,, bukannya merendahkanmu, tapi setidaknya dengan begini aku tak perlu khawatir berlebihan.
Aku tidak akan hamil!! Masa depanku akan baik baik saja. Terlepas dari urusan hati yang masih tak mau diajak kompromi ini. Aku tidak tau kelak aku akan menikah atau tidak. Aku sudah ternoda dan sebenarnya aku tak ingin memberi kesempatan pada yang lain untuk menjamahku juga.
Bukan aku takut dicap perempuan gak benar,,, bukan aku takut lelaki lain kelak kecewa padaku saat tau aku bukan perawan,,, Tapi aku tak ingin berbagi om. Apa yang sudah kuberikan pada om,,, aku hanya ingin om menjadi yang pertama dan terakhir.
Hanya om,,,
Bus yang akan membawaku ke kota di mana kampusku berada sudah melaju. Di sana aku mencoba memejamkan mata. Mengistirahatkan otak dan tubuh sejenak. Sebelum melakukan perubahan dan mengambil keputusan besar saat tiba di kotaku nantinya.
🌸Pov Ody🌸
Sinar matahari pagi menerobos masuk ke kamarku melalui celah korden yang terbuka. Cahayanya mampu menembus kelopak mataku yang masih terpejam. Begitu menyilaukan hingga memaksa mataku terbuka walau masih setengah memicing.
Aku pasti kesiangan bangun tapi untungnya hari ini aku gak perlu ke kantor pagi pagi. Aku sempat meminta ijin untuk masuk setengah hari saja hari ini. Aku berjaga jaga takut mabuk dan ternyata benar.
Kepalaku masih terasa berat. Pusing. Ku coba untuk pejamkan kembali mataku agar bisa mengumpulkan kesadaranku. Merangkai potongan potongan ingatan yang berserakan.
Yang pertama ku ingat adalah Valencia,,, wanitaku.
Aku tersenyum sendiri dan merasa begitu bodoh telah menjadikannya media fantasi liarku semalam. Aku tau itu tidak mungkin terjadi. Valencia tidak akan menyerah begitu saja padaku. Ia selalu menolakku yang lemah ini.
Pikiranku melintas mengingat secarik kertas yang diberikan klien tuaku kemarin. Aku ingat beliau bilang hanya sampai semalam saja dia akan memakai jasa Valencia. Itu artinya pagi ini, Valenciaku kosong job.
Haruskah aku menelponnya dan membayarnya?
Gila,,, Ini gila. Sidang perceraian terakhir kami sudah di depan mata tapi aku malah seperti ini. Pikiranku jorok. Dipenuhi fantasi dan bi*rahi. Aku juga mendadak galau apakah perlu aku menceraikannya. Tidak bisakah kami duduk berdua dan berbicara dari hati ke hati??
Tidak ada salahnya mencoba bukan? Siapa tau hatinya meluluh dan ia mau kembali merajut rangkaian kebahagiaan bersamaku. Bersama Nada juga,,,
Nada???
__ADS_1
Gadis kecilku itu,,, Potongan ingatan tentangnya semalam mulai makin jelas. Aku masih ingat aku dijemputnya di bar karena aku mabuk berat. Lalu dia membawaku pulang. Mengantarku ke kamar ini lalu aku berfantasi.
"Di mana dia? Dia pasti sedih melihatku seperti semalam. Aku harus menemuinya. Dia pasti sudah menungguku di bawah." gumamku langsung bergegas.
Pikiran tentang Valencia seketika luntur kala aku mengingat dan memikirkan perasaan gadis kecilku itu. Ku sibak selimut yang mengganggu namun aku tercengang melihat kondisiku sendiri di balik selimut.
Aku sama sekali tak berpakaian,,,
Aku berpikir keras. Bukannya aku hanya berhalusinasi semalam? Itu tidak nyata. Tapi kenapa aku tanpa pakaian begini? Semabuk itukah diriku?? Sampai sampai aku membuka sendiri semua pakaianku?
Lalu seprai ini kenapa begitu berantakan? Aku bukan tipe lelaki yang awut awutan. Sebisa mungkin ranjangku ini rapi. Tapi pagi ini,,, Acak acakan begini. Ini bukan diriku. Aku benar benar terlalu mabuk semalam.
Baru akan bangkit, ku rasakan bagian pribadiku terasa sedikit ngilu di bagian ujungnya. Kebiasaanku setelah berhubungan badan memang seperti itu. Akan sedikit nyeri di ujung bulatan itu.
Tapi kan sekali lagi yang semalam itu hanya ilusi,,, Masak sih aku benar benar melakukannya?? Dengan siapa? Dengan apa? Bantal guling??
Baiklah aku cek saja,,, Kalau benar cairan bi*rahiku keluar, tentunya akan ada tanda di sepraiku ini. Ku singkap selimut tebalku lalu ku lempar asal ke lantai. Aku memeriksa bantal dan gulingku kalau kalau ada bekas cairanku di sana. Bagaimana pun aku harus mencucinya.
Tidak ku temukan bekas cairan,, tapi hanya ada beberapa helai rambut di sana.
Rambut siapa? Sepanjang ini? Tentu bukan rambutku? Bukan juga Valencia,,, Valencia berambut sebahu saja.
Lalu ini,,, milik siapa??
Kepalaku kembali berdenyut ketika sekelebat bayangan gadis kecilku dengan rambut panjangnya melintas,,,,
Kupejamkan mataku. Mengusir segala bayangan kemungkinan yang terjadi semalam.
Tidak mungkin!!! Aku harus menemuinya dan menanyakan padanya,,,,
...🌸🌸🌸🌸...
...bersambung,,,,...
__ADS_1