I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Gadis Beruntung


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


"I love you, om Ody. Om yang telah begitu sempurna menggantikan almarhum ayah. Om yang sudah membuat duniaku tidak sepi lagi.Tapi biarkan cintaku ini hanya sebatas cinta keponakan kecilnya kepada om nya. Biarkan cinta ini tetap ada namun bukan untuk memiliki."


Ku katakan kata kata yang sejak dulu ku tahan. Jika dulu karena adanya tante Valencia, maka sekarang karena di hati ini telah menemukan yang mana sebenarnya cinta sejati.


Kak Dewa telah membuka mata hatiku dengan lebar. Dia memberitahuku seperti apa cinta dewasa yang sebenarnya. Bukan hanya obsesi. Bukan juga hanya kekaguman sesaat. Bukan karena hasrat atau nafsu saja.


Cinta tulus tanpa mengharap imbalan. Cinta tanpa berharap mendapat jawaban atau balasan. Bodoh? Tidak,,, itulah cinta sebenarnya. Memberikan kedamaian, menerima, menghargai, tidak memaksa.


"Apa itu artinya kamu pernah mencintai om sayang? Karena jika iya, maka saat ini om ingin kamu juga tau bahwa om pun mencintaimu." Ujar om Ody dengan mata berkaca kaca.


Bohong jika aku tak senang mendengarnya untuk sesaat, namun hati kembali mengingatkan bahwa itu bukan cinta. Itu hanya perasaan sayang yang sempat menyesatkan.


"Terima kasih om. Terima kasih sudah melimpahi hidup Nada dengan cinta om tapi Nada akan sangat merasa lebih dicintai lagi jika om bisa mengalihkan cinta yang om maksud itu untuk wanita yang lebih pantas. Nada akan lebih bahagia jika om hanya akan selalu mencintai Nada sebagai putri kecil yang dibawa masuk oleh tante Valencia dalam hidup om. Meski kenyataannya Nada adalah ibu dari Birru, tapi Nada akan lebih bahagia jika om menemukan kembali cinta sejati om. Dan itu yang jelas bukan Nada."


"lalu siapa? Dan apa yang sudah kita perbuat, bukankah perlu untuk kita pertanggungjawabkan? Bagaimana kalau Birru sedih karena terpisah dari ayahnya? Bagaimana kalau Birru menuntut om suatu hari nanti? Bagaimana kalau Birru malah kehilangan sosok ayah kandungnya?"


Pertanyaan om Ody membuatku menghela napas berat. Jika mengingat kenangan masa kecil saat aku sangat mengidolakan tante Valencia dan om Ody, ingin rasanya aku melihatnya kembali bersama tante Valencia, tapi tante Valencia tak bisa diharapkan.


Jika mengingat Birru, tak adil juga rasanya memisahkan ia dari ayah kandungnya. Tapi ada yang harus kujelaskan. Tepatnya kami berdua,,,, aku dan kak Dewa harus menjelaskan kepada om Ody bahwa kami tak pernah berniat memisahkan Birru dengan ayah kandungnya.

__ADS_1


"Birru tidak akan pernah kehilangan sosok ayah kandungnya meski ibunya memilih tetap bersama ayah kandungnya. Tapi itu hanya akan terjadi jika om mau bekerjasama dengan kami untuk sama sama mengasuh Birru. Tolong om,,, kita sudah pernah lalai dan menyebabkan Birru terlahir. Karenanya,,, Nada mohon, jangan membuat Birru lebih sedih lagi jika harus merasa jauh dari ayah kandungnya."


Om Ody terdiam mendengarkan. Aku tau,,, Ia pasti mengataiku egois. Mau Birru tetap dekat dengan ayah kandungnya tapi tak mau berpisah juga dengan ayah sambungnya.


Biarlah ia berpikir begitu,,, daripada aku memilih hidup bersamanya lantas hatiku sudah terpaut pada kak Dewa. Bagiku itu akan lebih egois lagi. Menyelamatkan status Birru tapi dengan melukai dan mengkhianati diam diam.


"Dan untuk siapa cinta sejati om,,, Tanyakan hati kecil om. Ada kalanya cinta itu menipu. Yang kita benci bahkan sangat benci, kadang itulah cinta. Yang sangat kita puja, kita damba,,, kadang itu bukan cinta."


Om Ody masih terdiam. Menunduk dalam dan memikirkan kalimatku sepertinya.


"Nada,,, entah om harus bahagia atau berduka untuk hari ini. Di hari yang sama om menemukan fakta bahwa om sudah punya keturunan namun di hari yang sama juga om merasa kehilangan separuh jiwa om."


"Maafkan Nada, om."


"Tidak. Jangan meminta maaf. Jangan cemaskan om. Tidak mengapa,, om akan baik baik saja, luka ini om yakin akan terobati oleh waktu asalkan terus melihatmu bahagia bersama bapak Dewa."


"Dewa saja. Gak usah isi bapak, om."


"Meski anda suami Nada, tapi anda tetap atasan saya." om Ody tersenyum kecut mengingat dunia sempit yang mempertemukan kami dengan cara dan kondisi seperti ini.


"Itu benar. Tapi saya adalah atasan anda jika kita berada di kantor. Di luar kantor,,, kita adalah ayah Birru. Tapi tetap, saya hanya nomer 2 karena yang nomer 1 adalah om. Dalam karir mungkin saya nomer 1, tapi urusan Birru, om tetap yang nomer 1."


"Apa tidak akan terasa aneh kalau kita terus menjalin komunikasi begini?" lirih om Ody.


"Bukankah lebih akan terasa aneh kalau ayah kandung malah menjauhi anak kandungnya hanya karena merasa aneh atau tidak nyaman dengan keberadaan saya padahal saya sama sekali tidak keberatan dengan keberadaan om?" tanya Kak Dewa balik.


Om ody tak mampu menjawab. Ia terlihat masih mencerna kata kata itu. Sejurus kemudian ia mendongak dengan senyumnya mengembang.


"Terima kasih atas kelapangan dadamu menerima keponakan dan anakku. Terima kasih untuk cintamu kepada Nada. Om baru sadar, cinta om tidak seberapa untuknya. Tidak ada apa apanya dibanding cintamu."

__ADS_1


"Om,,, kita sama sama mencintai satu wanita yang sama. Cinta kita juga sama sama kuatnya. Bedanya,,, cintaku adalah cinta suami kepada istrinya, dan cinta om lebih bisa disebut cinta seorang ayah kepada putri kecilnya. Yang sudah terjadi di antara kalian, tidak bisa kita ubah lagi Itu memang tidak akan bisa dihapuskan atau dilupakan begitu saja. Terutama setiap kali melihat Birru. Kita semua akan mengingatnya. Tapi bukan berarti kita akan tetap hidup dalam kenangan lama itu terus. Bukankah lebih baik kita fokus memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk Birru daripada sibuk mengingat kejadian malam itu?"


Bijaknya suamiku,,, mata ini auto berbentuk jantung menatapnya 😍


"Kamu benar. Om jadi malu. Seniormu ini rupanya masih belum seberapa bijaknya dibanding denganmu." kelakar om Ody mencairkan suasana.


"Tapi kalau urusan kerjaan,,, aku tetap belum bisa menyaingi om. Dan itu PR besar buatku." kak Dewa merendah.


"Boleh aku memeluk kalian berdua?" tanyaku dengan nada memohon dan membuka kedua tanganku.


Kedua lelaki hebatku berpandangan sejenak lantas mengangguk dan tersenyum. Keduanya berjalan mendekatiku dengan langkah sejajar.


"I love you, om Ody,,, I love you, kak Dewa. Kalian berdua membuatku merasa menjadi gadis paling bahagia di dunia ini." ucapku sambil berurai airmata berada dalam pelukan dua lelaki beda generasi dan posisi di hatiku itu.


"We love you too, ibunya Birru."


"Apa ada yang bisa menjelaskan kepada kami?" suara ajik mengejutkan kami.


Biang juga memandang kami bertiga dengan heran. Beliau menggendong Birru yang langsung ku ambil alih.


"Ajik, biang,,, Om Ody adalah ayahnya Birru. Dan kami sudah sepakat untuk tetap menjalin hubungan baik demi kebaikan Birru ke depannya." kak Dewa bicara mewakiliku.


Raut wajah terkejut tampak di kedua wajah itu namun lantas keduanya tersenyum dan mengangguk.


"Ini baru putra ajik. Ajik bangga kepadamu, Dew." ajik menepuk nepuk bahu kak Dewa.


"Anggota keluarga kita jadi bertambah dengan adanya ayahnya Birru sekarang. Jangan sungkan sungkan bapak Ody. Kalau kangen Birru datang saja. Pintu rumah kami terbuka selalu untuk bapak Ody." biang menambahkan dan membuat suasana kekeluargaan makin terasa.


Ah,, aku memang gadis beruntung memiliki orang orang ini dalam hidupku. Terima kasih tuhan.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung...


__ADS_2