I LOVE YOU, OM ODY

I LOVE YOU, OM ODY
Langkah Awal Menghindarimu


__ADS_3

...Selamat datang di karya baru author 🥰...


...Jangan lupa tebar bunga, like, komen dan vote buat karya author satu ini ya 🤗...


...Selamat membaca sayang sayangku ...


...❤️❤️❤️...


🌸Pov Nada🌸


"Kamu yakin Nada? Ini sudah semester akhir lho. Kalau kamu memutuskan berhenti, kamu akan sia sia selama ini sudah berusaha keras. Apa kata walimu? Kamu tau kan, kamu tidak akan dapat gelar sarjanamu?"


Dosen pembimbingku menceramahiku panjang lebar saat ku katakan padanya bahwa aku memutuskan berhenti kuliah.


"Saya tau dan paham akan konsekuensinya pak. Tapi saya sudah memikirkannya baik baik dan memutuskannya." jawabku yakin.


Ya bagaimana tidak yakin? Ini langkah awal yang harus ku ambil sebelum om Ody menemukanku.


Ini adalah langkah awal menghindarimu om,,,,


Aku sudah janji aku akan pergi dari hidupnya demi bisa membuatnya bahagia bersama tante Valencia.


Semalam om Ody memang mabuk untuk tau bahwa yang ditidurinya itu bukan tante Valencia melainkan aku. Tapi pagi ini,,, aku khawatir saat kesadarannya pulih, ia akan mengingatnya. Karenanya,,, aku harus menghindar.


Aku tak mau memberi masalah baru padanya dengan rasa terbebani oleh apa yang sudah diperbuatnya padaku. Aku tak ingin ia semakin tersiksa. Om Ody bukan tipe lelaki tak bertanggung jawab, karenanya ia tak akan melepasku begitu saja kalau ia ingat apa yang sudah ku alami bersamanya semalam.


Aku paham ia mabuk,, dan aku yang sadar ini juga tidak menolaknya. Jadi kalau ada yang harus disalahkan dalam kejadian ini tentunya bukan dia yang harus disalahkan melainkan aku.


"Sebenarnya ada masalah apa denganmu Nada? Bapak ini sebagai dosen kamu, merasa kuatir. Apalagi kamu itu salah satu mahasiswi terbaik yang dimiliki kampus ini. keputusanmu ini begitu mendadak." kembali dosen itu tak langsung mengiyakan.


"Maaf pak. Saya punya alasan kuat yang tidak bisa saya katakan kepada bapak." jawabku sopan.


Dosen menarik napas berat lalu berkata,,,"Baiklah,,, semoga langkah yang kamu ambil ini sudah benar."

__ADS_1


Akhirnya aku benar benar keluar dari kampus ini setelah berpamitan kepada dosen dan teman teman. Aku menyelesaikan segala keperluan administrasi juga jika masih ada yang harus diselesaikan. Pokoknya aku keluar tanpa tanggungan apa apa.


Oh ya,,, aku juga sudah ganti nomer Hp. Jadi kupastikan tidak ada yang bisa menghubungiku di nomer baruku ini. Ini juga salah satu langkah yang wajib ku ambil kalau ingin benar benar pergi dari hidup om Ody.


Selanjutnya aku akan mencari pekerjaan. Di kota lain,,, di pulau lain. Mungkin Bali adalah tujuan terbaikku. Pulau itu menawarkan segala keindahan alam dan peluang serta kesempatan kerja yang bagus. Aku yakin,,, aku akan baik baik saja di sana.


Di sana tidak ada satu pun yang mengenalku. Aku akan benar benar memulai hidup baruku. Berbekal dengan uang tabunganku ini, semestinya akan cukup untuk beberapa bulan ke depan sambil aku mencari pekerjaan. Setauku, biaya hidup di sana memang lumayan tinggi, tapi gaji yang ditawarkan juga sepadan.


Baiklah,,, sekarang waktunya kembali ke kontrakanku dan bersiap siap. Mengepak barang dan kemudian pergi. Aku sudah beli tiket bus menuju ke Bali sebelumnya. Karenanya aku harus selesai dengan urusan barang sebelum jadwal keberangkatan bus.


Langkahku terasa mantap meski bagian bawahku masih saja terasa perih dan ngilu. Om Ody benar benar melakukannya dengan luar biasa. Mengingatnya membuat bagian sensitifku berdenyut.


Astaga Nada,,, jangan punya pikiran jorok begitu. Dia bukan milikmu. Dia hanya milik tante Valencia.


Ku buang jauh jauh segala pikiran itu. Aku harus fokus dengan masa depanku dan kehidupan baruku.


Tiba di kontrakan aku berkemas dengan cepat. Untungnya barangku tak seberapa banyak jadi berkemas tidak terlalu melelahkanku. Jadwal keberangkatan bus masih tiga jam lagi. Itu artinya aku masih bisa istirahat sebentar.


Oh ya,,, medsos semua juga sudah ku nonaktifkan. Aku berencana menjadi orang tanpa medsos. Itu akan membantuku untuk tidak gatal mencari tau informasi tentang om Ody maupun tante Valencia lagi.


Pokoknya hidup baru,,,,


Sejam berlalu dan aku menikmati waktuku itu untuk beristirahat. Aktifitas semalam masih saja menyisakan kepenatan di tubuhku yang masih kaget mendapat perlakuan seperti itu. Sekali saja tapi dengan durasi yang panjang.


"Da,,, buka pintu!! Aku tau kamu di dalam. Buka Da,,, Aku mau bicara."


Ah mau apa sih si kardus itu,,, gerutuku kesal mendengar suaranya yang begitu ku kenali. Sekian tahun menjalin hubungan dengannya tentu membuatku mengenali suaranya dengan baik. Sayangnya aku gagal memahami dirinya dan pemikirannya.


"Aku dengar kamu keluar dari kampus. Kenapa Da?? Kamu baik baik saja kan??" teriaknya lagi.


Astaga,,, si kardus main dapat informasi saja. Pasti dia tadi mendatangiku ke kampus dan mendengar itu dari beberapa temanku. Aku tak ingin si kardus ini juga tau aku akan ke Bali. Karenanya sebaiknya aku temui saja dia dan tidak membiarkannya berlama lama di sini agar tidak mengganggu jadwal keberangkatanku.


"Kamu kenapa sih? Mendadak banget." tanyanya begitu ku buka pintuku.

__ADS_1


"Setauku itu bukan urusanmu." jawabku ketus.


"Da,, aku tau kamu masih marah sama aku. Tapi aku peduli sama kamu. Aku sayang sama kamu." kali ini ia terdengar begitu tulus mengatakannya.


Mungkin si kardus ini memang sudah tobat dan sadar. Tapi terlambat,,, tetap terlambat bagiku. Aku tetap mahkluk tuhan yang paling pelit dengan kata maaf.


"Dan yang itu bukan urusanku." jawbku.


Anton menghela napas berat. Semoga saja ia sudah putus asa mengejarku. Semoga saja ia sudah lelah bermanis manis di depanku.


"Baiklah Da,, kalau kamu gak mau bilang kamu ada masalah apa. Mungkin kamu masih butuh waktu sendiri dulu. Tapi jangan lupa,,, kapan pun kamu butuh bantuan, aku akan ada untukmu. Aku pergi dulu. Nanti aku datang lagi." ucapnya seolah kedatangannya ku nantikan.


"Tunggu,,,!!" Anton menoleh mengira aku akan menahannya pergi.


"Ya,, Ada apa Da?" tanyanya.


"Kamu bisa bantu aku?"


"Tentu. Katakan apa yang harus ku lakukan?" tanyanya semangat.


"Lupakan aku,,, jauhi aku,,, jangan pernah datang lagi. Kehadiranmu hanya membuat lukaku lama sembuhnya. Terima kasih." ku tutup pintu tanpa menunggu jawaban darinya yang tentu makin patah hati itu.


Aku lega melihatnya dari balik tiraiku. Ia melangkah pergi dengan langkah gontainya. Ia terlihat terpukul. Mungkin ia memang benar benar sudah berubah tapi semua itu tidak ada artinya di mataku.


Baiklah,,, time to go. Sejam sebelum jam bus berangkat aku harus sudah di tempat berkumpul para penumpang kalau tak ingin ketinggalan.


Bus melaju meninggalkan kota ini begitu seluruh penumpangnya sudah datang. Ku pandangi jalanan yang ku lalui dengan tatapan hampa,,,


Selamat tinggal om Ody,,, Berbahagialah,,, Jangan jadi sepertiku yang hanya bisa membawa kenanganmu bersamaku,,, Hanya kenanganmu,,,,


...🌸🌸🌸🌸...


...bersambung,,,,...

__ADS_1


__ADS_2