
International Hotel
Bram menyewa sebuah hotel kelas presidential suite di Bandung untuk malam pengantinnya. Di dalam kamar tersedia berbagai fasilitas mewah mulai dari kasur king size, ruangan santai dengan sofa empuk dan tv lebar, mini pantri dan bar hingga kolam renang pribadi. Bella yang sedang berkeliling kamarnya seketika di buat takjub.
“Hmm indahnya .. rumahku saja tidak semewah ini haha" Gumam Bella dalam hati sambil terkekeh
“Kenapa kamu tiba-tiba tertawa? Tidak sedang kerasukan kan?" Tanya Bram heran
“Tentu tidak Mr.Bram yang terhormat, istri mu ini sangat sehat secara fisik dan batin" Jawab Bella usil
“Sudah sore, kamu mandilah terlebih dulu" Titah Bram
“Hmm .. " Bella mengangguk lalu berlalu ke kamar mandi
Bram merebahkan badannya di sofa, hari ini terasa melelahkan meski tidak semelelahkan pernikahan nya yang dulu karena tidak mengundang banyak tamu. Bram pun terlelap sampai hampir maghrib.
“Mr.Braaammm .. Bangun, sudah hampir maghrib" Bella menggoyangkan badan Bram
“Hmm .. " Bram menggeliat membuka mata perlahan dan merubah posisinya menjadi duduk. Bram menundukan kepalanya sambil memijat keningnya yang agak pusing. Tiba-tiba Bella meraih kepala Bram dan memijat nya perlahan dengan lembut.
“Makannya orangtua suka ngelarang tidur sore, pamali katanya bisa bawa penyakit. Pusingkan?" Bella menggerutu sambil tetap memijit kepala Bram
“ANABELLA LEPASKAN !" Bram memblokir pergerakan tangan Bella lalu menjatuhkannya di udara
“Ih mau bantu aja baper" Bella merajuk dan pergi ke balkon menunggu adzan sambil menikmati langit sore
“Ada apa dengan wanita itu, kenapa jadi liar dan seberani ini. Ku kira dia akan bersikap jaim" gumam Bram dalam hati. “Ah sudahlah lebih baik aku mandi" lanjut Bram.
__ADS_1
Sore berganti malam Bram dan Bella sedang duduk di sofa, Bram sibuk dengan laptopnya sedang Bella sibuk dengan HPnya mereka “autis" dengan gadget masing-masing. Tiba-tiba HP Bella berdering, panggilan video muncul di layarnya. Ternyata panggilan multiuser, beberapa sahabat satu teamnya berkomplot untuk mengganggu malam pertama Bella dan Bram.
tringg .. tringg .. tringg ..
Bella terkekeh saat melihat layar HP nya. Sedangkan Bram memicingkan mata dan menatap tajam pada Bella.
“Eh ini teman-teman teamku. Mungkin mereka iseng" Jelas Bella
“Aku tidak bertanya" Jawab Bram dingin sambil menatap kembali layar laptopnya
Bella hanya memainkan bibirnya meniru perkataan Bram lalu mengangkat panggilan videonya
“Cieeee penganten baru belum unboxing nieee" sorak teman-teman nya menggoda.
“Apaan sih julid banget, awas ya gue suruh laki gue kasih sp3 buat kalian semua" Jawab Bella kesal
Sayup-sayup perbincangan mereka terdengar sampai ke ruang santai. Bram beranjak dari duduknya dan menghampiri Bella yang sejak mengangkat panggilan pergi ke balkon agar tidak mengganggu Bram. Tiba tiba Bram mendekap bahu Bella dari belakang lalu mengecup pipinya dengan lembut.
Cup ..
“Ayo sayang kita kedalam aku sudah tidak sabar, dan kalian jangan mengganggu atau mau saya potong gaji kalian 3 bulan?" Ancam Bram mengambil alih HP Bella
Semua sahabat Bella dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Gila jiwa jomblo mereka meronta-ronta.
“ Ahh tidak Mr jangan, kami pamit yaa selamat bersenang-senang Mr" Panggilan pun berakhir.
Bella masih terkejut dan tidak bergerak. Detak jantungnya berdebar dengan cepat.
__ADS_1
“Mr, sepertinya saya akan kena serangan jantung" Ucap Bella spontan sambil mengusap dadanya
“Saya tidak keberatan membuat jantungmu lebih berdebar di dalam kamar sana Bella" Jawab Bram dengan berbisik di telinga Bella membuat Bella merinding.
“Ah iyaa, ah tidak tidak Mr saya bisa benar-benar mati kalau begitu. Queen masih terlalu kecil untuk saya tinggalkan” Bella berlari masuk dan menjatuhkan dirinya di sofa sambil menutup wajahnya yang menggelikan dengan bantal. Saking malunya Bella tidak berani beranjak dari tempatnya hingga Bella pun tertidur pulas di atas sofa.
Adzan subuh berkumandang Bella masih berada di posisinya, ia bangun dan memutar leher lalu badannya yang terasa sakit karena semalaman tidur di sofa.
“Punya suami ko tega bener. Pindahin ke, selimutin atau gimana gitu ini malah di biarin aja" Bella menggerutu. Tanpa sadar Bram memperhatikannya dari belakang
“Aku sudah menyelimuti badan mu, lihat saja selimut di bawah sana. Kamu saja yang tidur seenaknya seperti bukan wanita saja." Bram menjawab dan berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu
“Sial .. sial Bella bodoh kamu, mengumpat suami sendiri di depannya" Bella menepuk jidatnya sambil menunduk melihat selimut yang memang sudah terjatuh ke lantai.
Bella pun menyusul Bram untuk melaksanakan shalat subuh berjama'ah. Bella bersyukur tak ada yang terjadi semalam.
Bella dan Bram berencana untuk check-out siang ini. Sebelum pulang Bella menikmati renang pagi. Sayang jika menyia-nyiakan fasilitas yang sudah diberikan begitu pikirnya. Bram yang habis lari pagi mendapati istrinya sedang berenang menggunakan bikini sexy. Bram berdiri di balik pintu kaca menuju ke kolam pribadi mereka. Bella yang melihat keberadaan Bram sontak menjerit lalu menutupi tubuhnya dengan tangan.
“Aaahhh .. Bram Albert Wijaya sedang apa kamu diam disana? Tidak melihat aku setengah telanjang? Pergi dulu sana aku mohon aku akan segera berpakaian." Pinta Bella
“Untuk apa pergi? Bahkan aku berhak untuk setiap jengkal tubuh mu itu" Jawab Bram acuh
Glek .. Bella menelan salivanya, yang di jawab Bram ada benarnya tapi tidak begini. Bella tidak siap dan merasa tidak cukup dekat dengan Bram untuk terbuka masalah itu.
“Tapi .. aku tidak akan menyentuhmu sekarang meski berhak. Tapi aku tidak akan menjamin nanti kedepannya kalau kamu selalu menggoda ku seperti ini" Lanjut Bram
“Gila, siapa yang menggoda mu." Bella meraih handuk dan berlari ke kamar mandi
__ADS_1
Mereka pun mengemasi barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang ke rumah Bella.