
Rumah Bella
“Assalamualaikum Queen momy sudah pulang" Bella membuka pintu dan mencari keberadaan putrinya
“Waalaikumsalam, itu Queen di belakang bersama ibu mu sepertinya mau tidur" Jawab Ayah Bella yang berada di ruang tengah
Bram di belakang Bella menghampiri ayah mertuanya dan mencium punggung tangannya
“Masuklah nak bawa barang-barangmu, kamar kalian sebelah sana" Ayah Bella menunjukan kamar Bella kepada Bram.
Kamar yang tidak terlalu luas namun cukup rapih dengan berbagai pernak pernik mainan bayi. Bram mengambil laptop dari tasnya dan duduk di ranjang Bella karena di kamar itu tidak memiliki sofa. Bella yang akan menidurkan Queen masuk ke dalam kamar dan kaget melihat suaminya yang sudah bersantai di kamarnya.
“Mr.Bram, aku mau menyusui dan menidurkan Queen keluarlah dulu." Titah Bella
“Disini saja, aku sudah nyaman. Lagian aku tidak akan mengganggu kalian" Jawab Bram ketus
“Baiklah awas jangan mengintip !" Bella merebahkan tubuhnya disamping Queen dan memunggungi suaminya. Bram memperhatikan Bella sesekali saat Bella terlelap memeluk Queen.
__ADS_1
“Dibalik sikap spontan dia, ternyata dia wanita yang lembut." gumam Bram “Bella kamu pasti sudah banyak melalui hal berat seorang diri" Bram menatap Bella simpati.
Satu jam berlalu Bella terbangun dari tidurnya, menatap kesekitar ternyata suaminya masih sibuk dengan laptopnya.
“Aku mau ke belakang membawa baju kotor untuk di cuci besok. Aku titip dulu Queen ya" Pinta Bella
Bram hanya menjawab dengang anggukan. Tak berapa lama Queen yang merasa kehilangan aroma khas ibunya pun terbangun. Tidak menangis, hanya berguling dan duduk memandangi Bram yang tidak sadar bahwa putri tirinya sudah bangun. Queen yang melihat benda baru di tangan Bram merasa penasaran dan menarik laptop itu. Barulah Bram sadar akan kehadiran Queen
“Hallo Queen, sudah bangun yaa. Queen mau bertemu momy?" Tanya Bram lalu mendekap Queen ke pangkuannya.
“Haha aku bukan papap, aku daddy Queen. Jadi Queen panggil Daddy Oke" Bram mengelus pipi Queen lembut. Seketika hatinya merasa hangat, andai Dilara masih hidup mungkin yang Bram dekap saat ini adalah putranya sendiri, dalam batin Bram teringat almh istri dan bayi yang dalam kandungannya.
“Mana ngerti Queen yang begituan. Yang Queen tau cuman momy ***** jajan sama dadah hahaha" Timpal Bella yang sedari tadi memperhatikan Bram dan Queen di ambang pintu
“Hm kamu, dari kapan disana? Ini anaknya bangun malah di biarin" Tanya Bram gugup
“Dari tadi semenjak Queen bangun" Jawab Bella ketus lalu mengambil Queen dari pangkuan Bram
__ADS_1
“Ayo baby kita mandi sore. Biarkan daddy bekerja" Bella berlalu membawa Queen ke kamar mandi di kamar nya, Bella mendudukan Queen di tempat mandinya dan memasukkan air hangat.
Bram yang mendengar Bella mengucapkan kata Daddy merasa ada kebahagiaan di sudut hatinya.
“Ya Queen sekarang aku adalah Daddymu aku akan mengasihimu sepenuh hatiku" batin Bram
“Mr.Bram maaf bisakah kamu bawakan handuk Queen di nakas dekat box bayi? Aku lupa membawanya.” pinta Bella
“Sure" Bram beranjak dari tempatnya, mengambil handuk dan memberikannya pada Bella. Namun Bella memberi kode agar Bram membentangkan handuk itu lalu Bella menyerahkan Queen kepangkuan Bram.
“Queen kedalam sama Daddy ya, Momy akan merapikan bekas mandimu" Ucap Bella dengan senyum
Bram hanya menggeleng bisa-bisanya Bella mengerjainya. Untung saja Queen mudah akrab dan tidak memberontak sehingga Bram dengan mudah menggendong Queen tanpa perlawanan.
“Thank you so much Daddy" Bella mengusap punggung Bram sekilas lalu meraih Queen dan memakaikan berbagai macam produk perawatan kulit bayi.
Sore pun berlalu berganti malam. Malam ini pertama kalinya Bella dan Bram tidur berbagi ranjang. Kamar Bella yang tidak begitu luas dan tidak memiliki tampat lain selain ranjangnya tidak memungkin kan membiarkan salah satu dari mereka tidur di lantai.
__ADS_1