Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Sang Singa Tua


__ADS_3



Kevin datang menjemput Bram ke rumah dengan style ala bodyguard mafia. Bella saja sampai terheran melihat kedua nya tak seperti biasanya. Dan kemana mereka akan pergi ?


" Ada Kevin di depan, kalian mau kemana ? "


" Kita ? Mau berburu anjing liar. " Jawab Bram santai.


" Buat apaan ? Haram tau ! "


" Haha sayang, kalau pekerjaan kotor aku kamu gak perlu tau deh ya. Yang penting kamu duduk cantik di rumah aku sama Kevin ada kerjaan dulu. " Jelas Bram.


" Kerjaan kotor ? Maksud kamu jadi tukang sedot wc gitu ? "


" Haha aku udah keren gini bisa turun harkat martabat ku kalo sama kamu " Bram mencubit pipi Bella lalu mengecupnya.


" Hati hati ya ? "


" Iya sayang, I love you " Bram melambaikan tangannya.


" I love you too " Bella melepas Bram dengan senyuman hangat.


Setelah meninggalkan halaman rumah ekspresi mereka berubah menjadi dingin dan menyeramkan. Masalahnya orang yang mereka hadapi ini bukan orang biasa, Orion Atmajaya terkenal sebagai salah satu pejabat yang kuat. Namun di balik itu, karena kelalaian putrinya Bram harus mengorek informasinya lebih jauh hingga di ketahui Orion adalah seorang mafia pencucian uang, koruptor, jual beli jabatan hingga penjualan organ tubuh ilegal dengan menjadikan tunawisma sasarannya.


" Harusnya manusia semacam Orion Atmajaya lenyap dari muka bumi ini. " Ucap Bram sambil melihat file yang di berikan Kevin berupa data lengkap tentang Orion.


" Pantas saja putrinya mewarisi ketamakan dan kebengisannya " Jawab Kevin.


" Hebatnya dia menutupi ini selama 4 tahun, dia selalu berhasil mengambil hati masyarakat dengan sikap manis nya. Mungkin ya benar pendapatannya sebagai pejabat banyak di pakai untuk memberi pada orang lain tapi itu hanya kedok pencitraan agar bisnis dan korupsinya selama ini tertutupi. " Bram menggeleng kan kepala tak percaya.


" Kita perlu membawa media Bram "


" Tentu saja, akan ada saatnya. Sekarang kita runtuhkan dulu benteng pertahanan nya. "


Niat hati hanya ingin membalas perbuatan anaknya, namun melihat kelakuan keluarganya Bram pun geram ingin menghancurkan semuanya. Bram dan Kevin tiba di sebuah gerbang raksasa layaknya istana.


" Ada perlu dengan siapa ? " Tanya seorang penjaga.


" Saya Bram Albert Wijaya putra Presdir Albert saya yakin Tuan Orion mengenal saya "


" Baiklah tunggu sebentar " Si penjaga menghubungi seseorang yang entah siapa.


" Silahkan masuk Tuan " Penjaga mempersilahkan.

__ADS_1


Sesampainya di pintu Orion Atmajaya pun datang menyambut kedatangan Bram dan Kevin, tak begitu lama di susul oleh Presdir Albert menggunakan mobil lainnya.


" Daddy ? " Bram bertanya tanya.


" Tenanglah Bram daddy akan membantumu " Albert berbisik menepuk punggung Bram seraya mengajak nya jalan bersama.


" Selamat datang, wah ada gerangan apa pemilik Wijaya Group sampai mendatangi kediaman saya yang sederhana ini ? "


Dasar penjilat Batin Bram.


" Saya ingin membicarakan hal pribadi tentang anak anak kita. "


" Tentu sepertinya kabar baik " Orion mempersilahkan mereka masuk.


Kini ketiganya telah duduk, Orion menyuruh putrinya segera datang ke ruang tamu. Tak lama Sheila pun turun dan menyambut hangat kedatangan mereka.


" Jadi apa yang akan kita bahas Tuan Albert ? " Tanya Orion.


" Hmm, biar putra saya saja. Saya hanya ingin memperhatikan. "


" Langsung ke topik saja. Tuan Orion apa anda tau putri anda yang cantik ini telah mencelakai istri saya ? Tentu saya datang kesini untuk memberikan perhitungan. "


" Apa maksud mu ? Sheila ! " Bentak Orion.


" No dad, aku tak melakukan apapun. "


Deg !


" Apa ? Kamu menuduh ku tanpa alasan " Sungut Orion.


" Andai putrimu tidak mengusik istriku maka bisnis kotor mu ini tak perlu terungkap. Mungkin ini yang di sebut sign of God. Tuhan sudah jengah dengan manusia brengsek seperti mu " Bram melempar sebuah map berisikan data Valid tentang bisnis kotor Orion dan bukti bahwa Stefani, Diana dan Sheila ada kaitannya dengan kegugurannya Bella.


" Sialan ! Kalian harus lenyap. " Orion hendak mengangkat senjatanya namun Bram suah terlebih dulu mengacungkan pistol ke arah kepala Orion.


" Kamu kira kami bodoh Orion ? Setelah tau kedok mu itu tentu kami mempersiapkan diri. "


" Albert ! Putramu ini sudah gila. Tolong lepaskan aku, ayolah kita rekan bisnis dulu " Pinta Orion.


" Maaf Orion, aku disini secara langsung ingin melihat putraku mencabik mu. Dan sedikit informasi, di luar sana sudah sepi. Anjing liar mu sudah kami lumpuhkan. Bukan begitu Kevin ? " Tanya Albert pada Kevin yang berdiri tak jauh dari jendela, Kevin pun mengintip dari gorden dan benar saja semua bodyguard yang di miliki Orian telah lenyap. Yang tersisa adalah puluhan pengawal Albert.


" Singa tua tetap lah singa Orion jika kamu lupa, kamu hanya anjing liar tak ada apa apanya di bandingkan kami. " Lanjut Albert.


Bram menatap bangga pada Daddy nya, Albert rela mengambil resiko demi kemanan putranya karena Orion seorang pejabat yang di lindungi negara bukan tidak mungkin merekalah yang di anggap ancaman lalu di lenyapkan oleh militer atau kepolisian.


__ADS_1


" Negara tak akan menghukum mu Orion, maka biarlah kami yang menghukummu dan putri sialan mu ini " Bram mendekatkan pistolnya di kepala Orion sedang Kevin menodongka pistolnya di kepala Sheila.


" Ampun dokter Bram, aku minta maaf aku tidak bermaksud menyakitinya. Aku hanya cemburu karena aku mencintaimu dok. Wanita itu tak layak untukmu "


" Waw sudah di todong pistol kamu masih menghina Bella. Bagaimana kalau kita kuliti saja Bram ? Di tembak mati tidak akan menyakitinya " Ucap Kevin dengan senyum devilnya.


" Jangan di kuliti Bram, daddy bawa tang penjepit kamu bisa mencopot kukunya satu persatu sampai dia mati karena kesakitan "


Bukan main, Albert benar benar menyuruh pengawalnya membawa tang penjepit bahkan menyuruh si pengawal untuk mulai menjepit kukunya, tinggal di tarik saja dengan kekuatan si pengawal kuku itu pasti lepas dengan menyakitkan.


" Demi Tuhan dokter Bram jangan lakukan ini. Baiklah aku mengaku, aku yang menyuruh Stefani untuk meresepkan obat penggugur kandungan dan Diana lah yang memberiku obat itu. Maafkan aku jangan sakiti aku dok. Aku tak sekejam daddy ku " Isak Sheila.


" Diam Sheila ! " Sentak Orion.


" Hey Orion putrimu tak bicarapun aku sudah tau untuk apa kamu membungkamnya ? " Albert bangkit dari duduknya lalu mencengkram rahang Orion.


" Aku mengalirkan dana ratusan juta untuk yayasan tunawisma mu, lalu kamu manfaatkan mereka untuk kamu ambil organnya. Kamu menipu ku untuk mendanai bisnis haram mu ini sialan ! " Albert terlihat geram.


" Akan lebih baik jika kita melucuti organnya lalu menjualnya dan kita pakai untuk mengembalikan dana perusahaan Dad. " Bram hendak menghunuskan pisau lipat yang di simpan di belakang kaos nya.


" Jika kalian berani melenyapkan ku maka seisi negara ini yang akan mengejar kalian. " Orion berusaha melakukan ancaman namun mereka tak bergeming.


" Benarkah ? Bagaimana kalau file ini sampai ke media. Lalu kami buat pernyataan kamu mati bunuh diri karena depresi aib mu terbongkar ! " Jawab Bram tersenyum smirk.


" Albert bisnis organ ini bukan bisnis kotor, ini bisnis menguntungkan. Aku akan mengembalikan uang yayasan padamu, aku juga akan memberikan kompensasi yang besar. Aku menyimpan uang itu di Italia agar tak terusut KPK. Percayalah aku akan membayar dengan sangat mahal, kita pebisnis bukankah keuntungan yang terpenting ? Jabatan ku juga mampu mengamankan bisnis kita. Kita bisa memiliki kerjaan bisnis di banyak negara. " Rayu Orion panjang lebar.


" Ok cukup ! Lepaskan mereka Bram Kevin "


" Sayang pistol ini kosong, kalau tidak setelah pengakuan mu tadi aku benar benar akan melenyapkan mu " Cicit Bram.


" Kalian menipu ku ? " Orion geram.


" Tentu saja, kamu bisa bermain kotor. Kami pun bisa Orion tapi kami tak seberengsek dirimu. Siapkan mental karen rekaman pengakuan mu akan kami sebar di media "


" Siapkan juga mental untuk menghadapi KPK yang akan mengusut aset mu Orion " Tambah Albert


" Selamat tinggal ! Selamat menunggu pihak berwajib menjemput paksa "


Bram, Kevin dan Albert melenggang keluar meninggalkan Orion dan Sheila bersama pengawalnya sambil menunggu pihak berwajib datang. Kevin segera menghubungi media untuk menyebarkan rekaman video yang pasti akan viral ini secara anonim. Mereka puas, tak hanya karir Sheila yang hancur namun keluarganya juga.


" Anak sialan ! Kamu bodoh ! Daddy menyekolahkan mu agar pintar dan bermanfaat untuk daddy tapi kamu malah membuat kita celaka. Dasar anak haram, anak pela*cur " Maki Orion pada Sheila.


Sheila hanya bisa terisak sambil menutup telinganya, penghinaan seperti ini selalu di dapatkan Sheila dari Orion. Itu kenapa perangai Sheila menjadi sangat buruk karena labeling yang di berikan ayahnya.


" Thanks dad, benar katamu singa tua tetap lah singa. Kamu tetap raja rimba di dunia yang kejam ini. " Ucap Bram seraya memeluk Albert.

__ADS_1


" Karena aku seorang Albert, tak ada yang boleh menyakiti keluargaku atau mereka akan lenyap sama halnya seperti Violine yang mencoba menghancurkan hidupmu " Bram mengerutkan dahinya bingung, ya berbicara tentang Violine kemana dia ? Bahkan Presdir Ellan tak pernah terlihat lagi bersama putrinya itu.


__ADS_2