
Wijaya Main Office
Bram baru saja sampai kantor saat mendapati Kevin menyambutnya dengan ekspresi kesal. Sudah 2 minggu Kevin lembur menggantikan tugas Bram. Rasanya Kevin ingin memaki sahabatnya itu, tapi apa daya Bram atasannya. Tak ada yang bisa membantah perintahnya.
“Udah tua, sadar diri jangan masang wajah kaya gitu. Gak pantes” Gerutu Bram
“Masih tua an lu malih !” Ejek Kevin
“Audry masuklah ..” Panggil Bram
tok .. tok
“Ada yang bisa saya bantu Mr?” Tanya Audry
“Mulai hari ini saya ambil alih lagi seluruh tugas yang di handle Mr.Kevin dan sampaikan pada sekretaris Mr.Kevin untuk kosongkan jadwalnya untuk 3 hari kedepan. Kamu atur jadwal saya untuk 3 hari kedepan selagi Mr.Kevin cuti” Titah Bram
“Baik Mr. Permisi” Pamit Audry
“Serius? Gue di kasih cuti 3 hari?” Tanya Kevin antusias
“Hmm ..” Jawab Bram
“Tapi Bella gak papa? Lu bakal sibuk kalo gue cuti Bram” Tanya Kevin
“Biarin aja. Dia lagi pengen sendiri katanya”
“Kenapa lagi bini lu Bram?”
“Gak ngerti lah pusing” Bram mengacak rambutnya
“Yaudah lu tenangin diri dulu. Gue balik ruangan ya”
“Yaudah pergi sana” Bentak Bram
__ADS_1
“Galak bener Bram kelamaan gak dapet jatah ya haha” Goda Kevin langsung lari dari ruangan Bram
“Astaga, makin pusing aja ini kepala” Bram memijat keningnya
Saat dalam lamunannya, Bram mendengar suara notifikasi dari ponselnya.
💬Bella : Pulang jam berapa Bram? Ingin aku buatkan sesuatu untuk makan malam?
💬Bram : Tidak usah, terimakasih. Aku lembur
💬Bella : Oh begitu, baiklah. Selamat bekerja Daddy
Kediaman Bram
“Lihatlah Yu, aku sudah berusaha mendekat tapi dia malah menghindar” Gerutu Bella
“Mungkin Pak Bram lelah Bu, sudah 2 minggu Ibu mengabaikannya” Jelas Ayu
“Aku tau Yu, saat aku berusaha baik malah Bram yang mengabaikanku”
“Yu .. Kenapa hal-hal seperti ini terjadi padaku Yu” Bella menengadahkan kepalanya menahan air mata yang hendak jatuh
“Harusnya 6 bulan yang lalu aku sudah bercerai dengan Bram. Tapi, karena kejadian itu karena aku hamil Bram tidak bisa meninggalkan ku Yu”
“Itu namanya takdir bu. Kita tidak bisa menentang takdir” Ucap Ayu lembut
“Memang benar Yu, tapi aku jadi terjebak hubungan rumit ini. Bram menikahi ku hanya demi sebuah status dan aku menikahinya demi uang dan masa depan sedangkan kami tak saling mencintai. Aku merencanakan banyak hal saat nanti bercerai dengan Bram, tapi rencana ku semua nya hancur Yu. Ahh .. ! Memikirkannya sangat menyakitkan Yu” Curhat Bella
“Memangnya Ibu punya rencana apa?” Tanya Ayu
“Aku ingin kuliah lagi Yu, aku ingin travelling kesana kemari. Aku ingin melakukan hobi dan keinganan yang belum sempat tercapai. Tapi, kini ada Zayn aku tak bisa melakukan semuanya. Bagaimana bisa aku mengabaikan bayi kecilku hanya untuk mewujudkan kesenangan ku. Aku tidak bisa Yu” Bella menangis sesenggukan
“Ternyata Bu Bella pun banyak berkorban selama ini. Mungkin itu penyebab Ibu tidak bisa mengurus Zayn sepenuhnya karena masih belum bisa menerima keberadaan Zayn”
Zayn Alberth Wijaya, adalah nama putra Bella dengan Bram yang baru berusia 20 hari. Wajahnya tampan dan sangat sempurna mirip seperti Daddy nya. Tak ada yang salah dengan bayi itu, namun sampai saat ini Bella belum bisa menerimanya sepenuh hati. Bella selalu merasa tersiksa saat mendengar Zayn menangis. Terlebih saat Zayn menangis Bella selalu merasa prustasi. Mungkin keadaannya bisa di mengerti. Sudah bertahun-tahun Bella tidak beristirahat dengan benar semenjak mengandung dan melahirkan Queen lalu membesarkannya sendirian, belum juga selesai mengurusi Queen datang lagi Zayn. Bella merasa sangat tertekan dan mencoba menghindari anak-anak nya karena takut melukai mereka saat emosinya memuncak. Namun disaat yang bersamaan Bram malah mengabaikannya.
__ADS_1
Jam 11 malam Bella masih terjaga, Bram pun belum pulang dari kantor. Entahlah Bella hanya sedang merenung, tidak menunggu Bram dan tidak pula melakukan apapun. Sampai terdengar suara gerbang rumah dibuka pun Bella tidak mendengarnya. Pikirannya sedang kalut, sampai tak menyadari Bram telah berdiri di hadapannya sambil memperhatikan Bella yang termenung dengan mata yang sembap.
“Bella ..” Bram menepuk pundak Bella
“Ah Bram, sejak kapan kamu pulang?” Bella bergegas menghapus air matanya
“Kamu tidak menyadari kedatanganku?” Tanya Bram
“Hmm .. tidak, mungkin aku mengantuk tadi jadi saat kamu datang aku sedang setengah tertidur” Alasan Bella
“Tidak Bell, aku sudah 10 menit memperhatikan mu dan kamu tidak tertidur. Kamu terjaga dengan sempurna. Hanya saja apa yang kamu pikirkan sampai termenung begitu?” Tanya Bram lembut
“Kamu sudah tidak marah?” Tanya Bella
“Aku? Kapan aku marah?”
“Sudah 2 hari kamu mengabaikan ku Bram”
“Aku hanya sibuk dan mungkin sedikit lelah. Tidak marah Bel” Sebenarnya kekecawaan Bram masih melekat, namun memperhatikan Bella yang terlihat kacau Bram mencoba menahan amarahnya.
“Maaf ..” Bella menundukan kepalanya
“Hey, sudahlah jangan dipikirkan. Ke kamar yuk istirahat udah malem” Titah Bram
“Iya Bram” Bella bangkit dari duduknya disambut dekapan tangan Bram yang menggandengnya ke kamar.
Sesanpainya di kamar, Bella merebahkan tubuhnya dan Bram pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Air hangat yang mengguyur tubuh atletisnya dapat memberikan sedikit efek penenang pada otot-ototnya yang kaku dan kepalanya yang terasa berat. Setelah menyelasikan ritual mandinya Bram keluar dan berpakaian, di tatapnya wajah Bella yang sangat berantakan.
“Bella .. Aku tak tau harus bersikap seperti apa padamu. Rasanya akhir-akhir ini kita semakin menjauh” Bram merapihkan rambut yang menghalangi wajah Bella
“Aku peduli padamu, tapi aku merasa sakit saat kamu tidak peduli pada anak-anak kita” Lanjut Bram
Bram lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Bella. Bram menatap kosong keatas, kebahagiaan yang di rasakannya di awal memiliki Zayn kini berubah dalam waktu yang singkat. Memang sulit memahami Bella, jiwa keibuan dan kelembutannya yang dulu kini tertutupi dengan ke egoisannya, begitu pikir Bram.
__ADS_1