
...Kamu bagaikan angin di hamparan padang pasir...
...Menyejukkan sekaligus menyakitkan...
...****************...
" Bell .. "
" Bella .. "
Bram terus mengucap nama Bella dalam tidurnya padahal waktu sudah dini hari namun demam Bram malah semakin memburuk membuat Bram mengigau. Keringat dingin bercucuran, tubuh Bram pun menggigil hebat.
Bella sedang minum air putih ketika mendengar seseorang merintih, suaranya yang lemah membuat Bella sedikit bergidik.
Bertahun tinggal di rumah ini sejak kapan jadi ada hantunya ?
Pikir Bella
Namun sejenak Bella mengikuti sumber suara hingga sampai di depan pintu kamar Bram, Bella mendengar Bram terus merintih memanggil namanya. Meski malas, Bella tetap membuka pintu untuk memastikan keadaan Bram. Terlihat Bram yang meringkuk tak berdaya, seluruh tubuhnya bergetar karena menggigil. Bella segera meraba kening Bram yang terasa makin panas.
" Bram .. Ini aku "
" Bella .. Maafkan aku Bell jangan pergi. " Ucap Bram masih menutup matanya mengigau
" Kamu kenapa ? "
" Aku mencintaimu, maafkan aku " Bram terus meracau sambil bercucuran air mata
Bella menahan bibirnya dengan kedua tangan. Takut Bram mendengar dirinya yang kini mulai terisak mendengar kata-kata Bram.
Enggak Bel, Bram cuman ngigo dia gak sadar itu hanya terjadi di alam bawah sadarnya bukan di kehidupan nyatanya.
Bella meyakinkan diri untuk tidak larut pada kata-kata Bram
" Bram bangun, sadarlah " Bella mengguncang tubuh Bram
" Bella ? " Bram membuka mata perlahan
" Kita ke rumah sakit ya ? "
Bram menggeleng, namun Bella tak peduli. Bella menyuruh scurity untuk membantu memapah Bram masuk ke mobil. Bella mengantar Bram sampai pintu IGD rumah sakit miliknya, sontak seisi rumah sakit di buat kaget seketika.
" Dokter Bram ? " Ucap salah satu dokter jaga di IGD
" Bram demam, tubuhnya menggigil, kesadarannya pun menurun. Tolong dok " Ucap Bella dengan suara bergetar
" Tenanglah Bu, kami akan merawat dokter Bram dengan baik. "
Mereka segera membawa Bram untuk mendapat tindakan medis, tanpa sadar air mata bercucuran dari mata Bella.
Bella segera mengabari Ayu bahwa dirinya pergi membawa Bram ke rumah sakit. Dalam keadaan seperti ini, Bella bisa merasakan betapa hatinya masih sangat mencintai pria berengsek yang membuatnya terluka berkali-kali itu.
Kamu sudah menyakitiku, menghancurkan perasaan ku. Tapi gilanya aku masih tetap mencintai mu Bram
Bella terjaga di ruang tunggu, hingga dokter pun keluar memberikan kabar. Kemungkinan terjadi masalah di liver Bram karena konsumsi alkohol berlebihan padahal Bella pun tau Bram tidak kuat meminum alkohol dalam jumlah banyak.
" Bu Bella anda sudah boleh menemui Dokter Bram "
__ADS_1
" Terimakasih .. "
Hari sudah hampir pagi Bella pun duduk di samping ranjang Bram
" Kamu bodoh benar-benar bodoh. Apa kamu ingin mati muda Bram ? " Gerutu Bella pada Bram yang masih terlelap
" Apa yang membuat mu menjadi bodoh begini ? "
" Kamu .. " Bram membuka mata lalu secara refleks menyentuh pipi Bella
" Kenapa aku ? " Ucap Bella seraya mengambil tangan Bram lalu menepisnya ke bawah
" Kamu membuatku kacau Bell .. "
" Kamu benar-benar sudah sadarkan ? Atau masih ngigo ? "
" Aku sadar. Terimakasih sudah merawatku. "
" Kamu cari mati ? Sudah tau tidak kuat minum alkohol kenapa terus-terusan mabuk ? "
" Apa kamu mengkhawatirkan aku ? "
" Tentu, kamu ayah anak-anak. Bagaimana tidak. "
" Apa kamu masih mencintai ku ? "
Apa otaknya mengalami cedera ? Kenapa dia menanyakan hal yang pasti. Kenapa dia membuatku bingung ?
" Kamu pasti sudah gila Bram ! "
Bella segera meninggalkan ruangan Bram, Bella bisa gila dan terkontaminasi jika terus-terusan dekat dengan Bram. Mulai sekarang Bella harus menjaga jarak, Bram terlihat mulai melancarkan aksinya untuk membuat Bella kembali ke perangkapnya.
Bella menyandarkan kepalanya di balik kemudi mobil, masih di tempat parkir Rumah Sakit. Jantungnya berdebar-debar seperti orang yang baru merasakan lagi jatuh cinta.
" Tidak, tidak bisa begini. " Ucap Bella
Bella segera menghubungi Kevin dan menyerahkan pengawasan Bram pada Kevin. Bella tak ingin lagi menemui Bram dan membuat hatinya bingung.
Bella memilih meninggalkan rumah sakit lalu pulang ke rumah Bram untuk menemani anak-anak. Karena sekarang weekend, Bella pun tak punya kegiatan di luar. Bella membantu Ayu memandikan anak-anak, menyuapi dan bermain. Saat sedang bermain bersama tiba-tiba saja Akbar melakukan panggilan video.
" Hmm ? Ada apa ? " Pikir Bella sebelum mengangkat panggilan
" Siapa bu ? "
" Temen .. "
" Oh angkat atuh bu kasihan nunggu. "
Bella pun mengangkat panggilan video Akbar
" Hallo Bel ?"
" Hallo pak ? Ada apa ? "
" Barusan saya lihat kamu posting lagi main sama anak-anak saya jadi pengen lihat Queen pasti udah gede. Boleh ? "
__ADS_1
" Oh saya kira ada apa. Boleh bentar " Bella membawa Queen ke pangkuannya lalu memperlihatkan layar ponsel di depan wajah Queen.
" Queen ini uncle Akbar, yang ngasuh Queen waktu kecil. "
" Hallo Queen, wah udah gede. Uncle udah lama gak ketemu Queen .. "
" Hallo uncle " Jawab Queen malu-malu
" Pasti udah lupa ya sama uncle ? "
" Iya, uncle suka main sama Queen ? Kaya daddy ? "
" Iya dulu uncle yang nemenin Queen main sebelum daddy. Yu main lagi sama uncle Queen kita bisa mandi bola terus beli mainan kaya dulu. "
" Mau .. mau .. Mommy mau main sama uncle Akbar "
" Eh .. Daddy kan lagi sakit, masa kita tinggal "
" Ahh Queen mau main uncle Akbar " Rengek Queen
" Ih Pak Akbar, jadi ngambek deh Queen nya "
" Hehe maaf. Ayo bawa main aja mereka juga kayanya pengen keluar Bel. Kamu pasti udah lama gak bawa anak-anak main "
Sejenak Bella merenung, benar juga sudah lama dirinya dan Bram tak membawa anak-anak bermain bersama. Mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing sampai tak ada waktu untuk menemani anak-anak keluar.
Bella rasa ini bukan ide yang buruk, Bella akan membawa anak-anak ke tempat bermain di mall sambil Bella pun perlu untuk me refresh pikiran dan tubuhnya. Shopping selalu menjadi obat ampuh bagi wanita.
" Yu ikut ya ? "
" Kemana bu ? "
" Jalan-jalan sama temen saya. Kalo saya sendiri takutnya di kira yang enggak-enggak. "
" Boleh Bu. Bentar ya saya siap-siap dulu. " Karena sibuk merawat anak-anak, Ayu belum sempat mengurus dirinya berbeda dengan Bella dan anak-anak yang sudah terlihat rapi.
Setelah selesai merekapun pergi menggunakan mobil Bram, tak apa Bella hanya memakai fasilitas Bram ketika bersama anak-anak.
Bella sampai di gedung parkir sebuah mall mewah, Bella turun dengan Queen sedang Zayn berada di kereta dorong miliknya di temani Ayu. Akbar sudah menunggu di depan area bermain yang di janjikan.
" Pak Akbar .. " Sapa Bella
" Hai ini Queen ? " Tanya Akbar yang langsung berjongkok
" Iya ini Queen yang tadi telpon uncle. " Jawab Queen dengan nada menggemaskannya
" Uncle merindukan mu Queen " Akbar membawa Queen dalam gendongannya, Bella pun tak keberatan
" Lalu ini Zayn ? Mirip sekali daddy nya Bell .. "
" Memang, Zayn hanya numpang lahir dari rahimku. Sudah lahir malah tak sedikitpun membawa identitasku. "
" Baguslah, dia tampan dan menggemaskan. Semoga tak menyebalkan seperti daddynya. "
" Haha ayo kita temani anak-anak main. " Ajak Bella masuk ke tempat main
Mereka pun tertawa riang bersama bermain sepuasnya. Akbar memang sangat menyukai anak kecil hingga mudah membuat anak-anak nyaman bersamanya. Hati Bella menghangat, sudah lama tak melihat pemandangan seperti ini.
__ADS_1