Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Amarah Bram


__ADS_3


3 Bulan telah berlalu, Zayn sudah mulai aktif menggerakan tangan dan kakinya. Sedangkan Queen sudah sangat aktif berlari kesana kemari, lengah sebentar saja Queen bisa berada di atas sofa atau meja. Rumah tak pernah rapi, selalu saja ada tingkah Queen yang membuat rumah berantakan. Lalu Bella dan Bram, masih sama saja seperti dua orang yang hanya berbagi tempat tinggal. Bram menyibukkan diri dengan pekerjaannya sedangkan Bella lebih banyak menyendiri di kamarnya. Tapi hari ini berbeda, Queen di jadwalkan vaksinasi dan Ayu harus mengantarnya bersama Bram, tinggallah Zayn bersama mommy nya berada di kamar. Bella membiarkan Zayn bergerak bebas di kasur, Bella hanya memperhatikannya dari sofa.


“Bi .. Bibi” Panggil Bella pada Tuti ART nya


“Iya Bu, ada yang bisa bibi bantu?”


“Perut saya sakit dari tadi. Saya mau ke kamar mandi dulu. Tolong jaga Zayn sebentar bisa?”


“Bisa bu” Jawab Tuti


“Terimakasih”


5 menit Tuti menunggu dan teringat kalau tadi dia sedang memasak ayam goreng dan belum sempat mematikan kompor.


“Astagfirullah, pasti gosong” Tuti berlari panik hingga tanpa sadar meninggalkan Zayn


Belum juga usai rasa sakit yang menyiksa perut Bella, tiba-tiba Bella mendengar tangisan Zayn yang sangat keras.


“Ada apa, tidak biasanya Zayn menangis seperti itu” Bella keluar dengan menahan sakit di perutnya.


Di tatapnya Zayn yang sudah berguling di lantai.


“Zayn .." Bella meraih Zayn dengan sigap dan langsung memberikan asi untuk menenangkannya. Di tengah kepanikannya Bella menghubungi Bram


tuut .. tuut


“Hallo Bel ..” Jawab Bram


“Bram, Zayn jatuh dari kasur. Aku harus bagaimana? Cepat pulang” Jelas Bella dengan sesenggukan


“Astaga Bella, aku segera pulang” Bram menutup panggilannya


“Sudah selesaikan Yu? Kita harus segera pulang. Zayn jatuh dari kasur” Ajak Bram


“Ya Allah Zayn, Ayo pak”


Bram memicu mobilnya dengan kecapatan di atas rata-rata. Ayu yang mengerti kekhawatiran Bram hanya bisa mendekap Queen erat sambil berdoa semoga semua baik-baik saja.


Dalam 15 menit mobil Bram sudah sampai di depan rumah. Bram dengan tergesa masuk dan mencari keberadaan Zayn.


“Bram .. Zayn sudah tidur tadi aku menyusuinya dan dia berhenti menangis lalu tertidur dalam gendonganku” Jelas Bella saat berpasan dengan Bram di ruang tengah


Plaakk .. Satu tamparan yang cukup keras mendarat di pipi Bella

__ADS_1


“Tiga bulan kamu tidak becus mengurusi anak-anak. Sekalinya aku meninggalkan nya dengan mu sebentar kamu membuatnya celaka. Ibu macam apa kamu hah?” Bentak Bram yang membuat seisi rumah terkejut


“Maaf Bram tadi aku ..” Bella meringis memegangi pipi nya yang terasa panas, air matanya sudah tak tertahankan lagi. Belum selesai kata-katanya Bella berlari ke kamar dan mengunci diri dari dalam.


“Ah sial ..” Bram mengacak rambutnya lalu berlari menuju kamar anak-anak.


Bram menatap wajah bayi mungil itu, Bram memeriksa setiap inci tubuh Zayn dan mengecek suhu tubuhnya. Semua terasa normal sehingga membuat Bram sedikit merasa tenang.


“Pak, biar Zayn dan Queen saya yang menjaganya. Lebih baik bapak temui Bu Bella. Maaf saya lancang, tapi tadi Bapak menampar Bu Bella cukup kencang sampai saya lihat bibir Bu Bella mengeluarkan darah dan pipinya pun lebam” Jelas Ayu


“Biarkan saja dulu. Percuma saya temui sekarangpun yang ada kami malah makin bertengkar”


“Kalau begitu, setidaknya bapak harus menenangkan diri dulu” Pinta Ayu


“Baiklah saya akan cari udara segar dulu yu. Kalau ada apa-apa cepat hubungi saya"


Bram turun ke lantai satu dan berhenti di ruang tengah, langkahnya gontai dan ambruk di sofa panjang menghadap ke tv. Bram memijat keningnya yang terasa berputar lalu tak lama Tuti datang dengan berurai air mata.


“Tuan, maaf sekali yang salah bukan nyonya tapi saya. Tadi nyonya ke toilet karena perutnya melilit dan menitipkan tuan muda pada saya namun karena saya panik lupa mematikan kompor tanpa sadar saya pergi begitu saja meninggalkan tuan muda. Tampar saya saja Tuan jangan nyonya" Tuti menangis sesenggukan


“Begitu .. Tetap saja Bella salah karena meninggalkan anaknya pada oranglain” Bentak Bram


“Tapi tadi nyonya benar-benar kesakitan Tuan. Bahkan saat menggendong Tuan muda pun nyonya terlihat menahan sakitnya" Jelas Tuti


“Entahlah Saya pusing" Jawab Bram singkat


“Biar Saya yang melihat keadaan Bu Bella jika Bapak tidak mau" Ayu bergegas pergi ke arah kamar Bella. Pintu di kunci, Ayu mengetuk berkali-kali tapi tak ada respon sampai akhirnya Ayu menyerah dan meninggalkan kamar Bella.


.


.


.


Hari itu pun berlalu dan Bella masih tetap berada di kamarnya hingga melewatkan makan siang, makan malam kemarin dan sarapan pagi ini.


“Pak, Bu Bella sudah sehari semalam tidak makan tidak minum apa Bapak tidak khawatir?" Tanya Ayu


“Khawatir, saya sudah mencoba mengakses pintunya namun Bella menggunakan kunci ganda dari dalam" Jelas Bram


“Kita dobrak saja Pak" Pikir Ayu


“Tidak usah, biarkan saja dulu yang penting tetap siapkan makanan di depan kamarnya. Saya yakin manusia Bella tidak tahan jika tidak minum. Bella akan keluar dengan sendirinya" Bram acuh


“Aduh Bapak malah jadi saya yang pusing gini" Ayu meninggalkan Bram menuju kamar anak-anak

__ADS_1


Bram pun segera berangkat ke kantor karena ada meeting pagi. Sebenarnya Bram khawatir pada keadaan Bella, namun hatinya buta akan kecewa sehingga kepeduliannya sudah tak nampak lagi.


Wijaya Main Office


-Presdir Room


Tok .. Tok


“Bram gue masuk ya .." Kevin membuka pintu


“Wah parah, lu ngeroko lagi? Ada masalah apa Bro?" Tanya Kevin



“Biasa Bella .." Jawab Bram singkat


“Kenapa lagi si Bella? Perasaan gak kelar-kelar itu orang masalahnya"


“Kemaren gue nampar dia. Dan sampe sekarang dia ngunci diri di kamar. Gak makan sama sekali” Jelas Bram santai


“Ah gila lu bini lu kaya gitu lu masih bisa duduk santai?" Geram Kevin


“Lu pikir gue santai? Gue juga pusing"


“Bujuk bini lu gimanapun caranya. Lu mau bikin anak orang mati? Apa kata bokap nyokap nya, anak kesayangan yang mereka percayain ke lu malah lu bikin sengsara. Inget juga dia udah ngorbanin hidupnya buat ngasih lu anak" Nasehat Kevin


Deg ..


“Benar kata Kevin, bagaimanapun kesalahan Bella Aku tak layak menyakitinya" Batin Bram


“Thanks vin, sedikitnya gue dapet pencerahan dari lu. Bisa lembur? Gue mau balik" Tanya Bram


“Balik aja, beresin masalah lu dulu"


Bram pun mengangguk dan segera meraih jas beserta kunci mobilnya. Di perjalanan Bram mampir ke rumah sakitnya, mengambil beberapa cairan infus beserta alat-alatnya untuk berjaga-jaga jika Bella dehidrasi dan membutuhkannya. Dan benar saja sesampainya di rumah Bram beserta para bodyguard mendobrak pintu kamar Bella dan nampak lah Bella yang sudah tak sadarkan diri dengan wajah yang sangat pucat dan berantakan.


Bram menyuruh Ayu mengambilkan handuk kecil dan air hangat untuk menyeka darah kering pada luka di bibir Bella dan juga untuk membersihkan tubuh Bella.


“Kalian bisa pergi, biar saya yang merawat Bella." Titah Bram


“Oh ya Yu, saya titip anak-anak ya. Saya mau menemani Bella sampai dia bangun" Lanjut Bram


“Baik Pak. Santai saja dulu" Jawab Ayu


Semua orang pun keluar dari kamar Bella, dan tinggallah Bram bersama Bella. Bram terus menerus mengusap rambut dan tangan Bella berharap istrinya itu segera sadar.

__ADS_1


__ADS_2