Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Salah Siapa?


__ADS_3

Mine


Aku menunggu di tempat parkir baby ..


^^^Me^^^


^^^Sebentar^^^


Amanda menatap layar ponselnya dengan senyum getir, ada bahagia dan gelisah di hatinya terlebih saat ini dirinya sedang menunggu Bella yang masih terbaring karena Bram sedang ada praktek.


" Bella aku tinggal sebentar ya ? " Ucap Amanda sambil mengusap lengan Bella.


" Sudah jadwal pulang, lebih baik kamu pulang. Aku gak papa " Bella membalas genggaman tangan Amanda.


" No, aku akan menunggu mu disini sampai Dokter Bram kembali. Jadi jangan mengusirku, aku hanya ada keperluan sebentar. "


" Baiklah, sana pergi dulu selesikan urusan mu " Titah Bella.


Amanda pun segera berjalan menuju area parkir, disana sebuah mobil sport hitam sudah menunggunya. Mobil yang tampak familiar berwara wiri di kampus mereka dulu. Amanda mengetuk jendela lalu si pemilik pun segera membuka kan pintu.


" Hay sayang .. Sudah siap pulang ? " Tanya nya seraya memeluk tubuh Amanda mesra.


" Hmm maaf, tapi aku belum bisa pulang. Bella sedang di rawat di IGD aku harus menunggunya dulu. "


" Bella ? Kenapa ? " Pria itu langsung membulatkan matanya dan memasang wajah serius.


" Kelelahan, GERD nya juga kambuh "


" Astaga, boleh aku membesuknya ? "


" Tentu, tapi apa yang akan Bella pikir jika kita menemuinya bersama. "


" Ayolah honey, Bella tak memiliki perasaan apapun padaku. Sejak dulu pemilik hatinya hanya Bram, dan kini pemilik hatiku juga hanya kamu. Jadi tak ada yang perlu di khawatirkan "


Sepasang mata mengamati mereka tak jauh dari sana, Bram yang meninggalkan charger nya di mobil pun bergegas pergi menuju area parkir, tak disangka Bram malah menemukan pemandangan tak biasa dari kedua orang yang sangat di kenalnya.


" Waw kejutan .. " Ucap Bram mengagetkan keduanya.


" Dokter Bram ? Se .. Sejak kapan anda disini ? " Tanya Amanda gelagapan.


" Sejak Akbar memeluk mu dan membuat ku bertanya tanya hubungan apa yang kalian miliki hingga terlihat begitu mesra ? " Sarkas Bram.


" Hei Bram, jangan ganggu dia. Dia kekasihku kini. " Jelas Akbar.


" Santai saja Bar urusan pribadi kalian aku tak akan mencampuri, tapi baguslah jika kamu sudah move on dari Bella. So .. Have fun " Bram menepuk pundak Akbar layaknya seorang sahabat.

__ADS_1


Akbar dan Amanda saling menatap gugup. Hubungan yang mereka sembunyikan selama hampir dua bulan ini pun akhirnya terbongkar juga. Sebenarnya semenjak mereka bertukar nomor, Amanda dan Akbar pun semakin intens berkomunikasi. Untuk pertama kalinya hati Akbar tergerak untuk dekat dengan wanita lain.


" Gak papa, ayo kita masuk. Kita besuk Bella sama-sama. Sampai kapan kita harus sembunyi ? "


" Apa Bella akan baik baik aja ? "


" Sure, sudah aku bilang Bella hanya mencintai Bram dan dia tak akan masalah dengan kita. " Akbar meyakinkan Amanda lalu menggenggam tangan Amanda untuk membawa nya masuk ke area rumah sakit.


Tak berapa lama Amanda kembali ke IGD dengan di temani oleh Akbar. Bella terheran, namun Bram yang saat itu ada di sampingnya mengatakan bahwa Amanda dan Akbar akan memberikan sebuah kejutan besar.


" Bella .. lagi lagi kamu tak menjaga dirimu dengan baik " Cerca Akbar.


" Maaf "


" Kamu jangan minta maaf, yang harus kamu lakukan sekarang adalah kembali sehat Ok ? " Akbar mengusap pundak Bella lembut.


" Kalian kemari bersama ? " Tanya Bella.


" Ya, tadinya aku ingin menjemput Amanda pulang tapi katanya sedang menunggu mu disini. Mendengar kamu sakit aku segera ikut membesuk. " Jelas Akbar.


" Mereka sudah berhubungan Bella jadi kamu tak usah heran. " Tambah Bram.


" Benarkah ? " Tenggorokan Bella serasa mengering secara tiba tiba.


" Kenapa begitu ? Gak papa aku ikut senang buat kalian. Akhirnya kamu bisa membuka hati pada wanita lain Bar. Aku harap kamu bisa menjaga Amanda. " Bella tersenyum tulus.


" Maaf Bel " Amanda menundukkan kepalanya.


" Gak papa, aku seneng Lo yang milikin Akbar. Kalian berdua orang paling berharga dalam hidup gue. "


" Makasih Bel .. "


" Ok karena sekarang aku ada disini, kalian bisa pulang bareng. Terimakasih ya manda ? " Ucap Bram.


" Sama sama dok. Kalo gitu gue pamit dulu ya Bel ? Gue sebenernya pengen nunggu Lo tapi kepala gue juga sama keleyengannya. " Jelas Amanda.


" Gak usah, ada Bram ko. Lo istirahat jangan sampe Lo juga tepar kaya gue. Sana pulang. Makasih ya kalian "


Amanda meraih tas nya begitu juga dengan Akbar yang langsung berpamitan pada keduanya. Bella menatap punggung Amanda dan Akbar yang berlalu pergi, Akbar merangkul pinggang Amanda lembut sama seperti saat pada nya dulu. Ada perasaan tak nyaman saat melihat mereka. Mungkin karena semua terlalu mendadak, menerima kenyataan pria yang sudah membersamainya jauh sebelum ada nya Bram kini telah bersama wanita lain membuat hati Bella sedikit pedih. Namun tentu saja Bella tak akan bersikap egois, bukan Akbar yang meninggalkannya melainkan Bella yang memutuskan berjalan sendiri melepaskan genggaman Akbar. Maka dari itu, Bella hanya bisa berusaha ikhlas dan berlapang dada.


" Kenapa ngelamun ? Cemburu ? " Tanya Bram memecahkan keheningan.


" Bukan begitu Bram hanya saja perasaan aku gak nyaman. Mungkin karena terlalu lama bareng Akbar. "


" Aku ngerti, aku tau gimana rasanya .. " Bram mengusap tangan Bella lembut.

__ADS_1


" Boleh aku peluk ? " Tanya Bella dengan mata yang sudah berkaca.


" Sini Bel .. " Bram membuka lebar tangannya, Bella segera merebahkan kepalanya di dada bidang Bram lalu menangis sesenggukan.


Entah mengapa dirinya tiba tiba saja ingin menangis tanpa alasan. Bella pun tak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya. Bella hanya ingin menangis dalam pelukan Bram.


" Tenang Bel, ada aku .. " Bram mengusap punggung Bella lembut.


" Aku gak ngerti kenapa tiba tiba aku pengen nangis. Aku enggak yang cinta ke Akbar padahal Bram "


" Mungkin hormon ? Hormon wanita kan kaya gitu Bell, moody-an apalagi abis lihat kejutan dramatis gini. " Jelas Bram.


Berbicara tentang hormon, Bella jadi teringat akan satu hal. Bella hening sesaat mencerna apa yang ada pikiriannya.


" Bram .. " Panggil Bella sambil mendongakkan kepalanya, masih dalam pelukan Bram.


" Aku terlambat " Ucap Bella lirih.


" Kemana ? " Bram masih belum mengerti, Bram pikir Bella akan pergi ke suatu tempat.


" Bukan itu Bram, aku .. Terlambat datang bulan " Lanjut Bella dengan raut wajah berantakan.


" Hah ? Sebulan ? " Bram memastikan


" Iya Bram, gimana ini ? " Bella mulai panik.


" Rileks Bel sekarang kamu sedang sakit jangan mikirin yang berat dulu. Biar nanti kita periksa ya ? "


" Aku gak mau Bram aku gak siap aku gak bisa pokoknya. " Bella semakin terisak.


" Iya Bel aku tau, tenang dulu. Yang kamu pikirkan belum tentu terjadi right ? Kamu juga masih minum obatnya kan ? Obat itu harus kamu minum sampai datang bulan. " Jelas Bram.


" Bram hiks .. Aku terlalu sibuk dan lupa meminumnya beberapa minggu ini "


Bram tak bisa mengatakan apapun lagi, Bram hanya menghela nafas panjang.


Kalau sudah begini siapa yang harus di salahkan ? Apa aku Bel ? Aku padahal sudah mencegah semampuku namun kamu sendiri teledor .. Maki Bram dalam hati.


...****************...


Yeeyy hari ini Author crazy up tiga eps .. Hayoh kasih othor semangat dong dengan like dan vote nya yang banyak biar besok-besok othor makin semangat !!


Gimana ceritanya makin menarik gak ? Hehe besok crazy up lagi jangan yaa ? Hmm like sama vote kalian deh yang akan menentukan berapa eps yang besok othor up.


Happy reading guys🌹

__ADS_1


__ADS_2