Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Jangan Menggodaku


__ADS_3

" Bella .. Sini anak anak biar sama Ayu, kamu foto dulu disana " Panggil Bram memberikan intruksi agar Bella duduk di tepian.


" Aku malu Bram " Gerutu Bella.


" Sudah nurut aja ! Siap 1 .. 2 .. 3 "



Bella nampak anggun dengan pakaian santai, Blezer birunya yang di buka membuat tangan mulusnya terbuka. Sudut bibir Bram mengembang terlihat senyum hangat saat menatap mantan istrinya itu.


Ah Bel, aku sangat mencintaimu ..


Bram hanya bisa mengungkapkan perasaannya dalam batin bukan karena tak ingin lagi berjuang untuk cintanya, namun bagi Bram cukup melihat Bella bahagia maka dia pun ikut bahagia. Bukankah level tertinggi dari mencintai adalah mengikhlaskan yang di cintai bahagia dengan pilihannya ?


" Bram ? Kamu melamun ? " Bella membuyarkan lamunan Bram.


" Hmm ? Sedikit haha "


" Apa yang kamu lamun kan ? " Tanya Bella lalu mengajak Bram duduk di sebuah restoran yang tak jauh dari sana.


" Kamu lapar ? " Bram malah balik bertanya.


" Yaps .. Anak anak juga pasti lapar iya kan ? "


" Yes Mommy, perut Queen sudah bernyanyi dan perut Zayn sudah menangis "


" Haha sama seperti pemiliknya ya kan yang suka menyanyi dan yang satu suka menangis " Bella mencubit pipi Queen gemas.


" Mommy selagi menunggu pesanan bolehkah Queen dan Zayn bermain di taman sana ? Di temani aunty Ayu .. "


" Sure, have fun baby girl. Titip mereka ya Yu "


" Iya bu 15 menit lagi kami kembali. Come on kids ! " Ajak Ayu yang mendorong stroller Zayn sambil menggandeng tangan mungil Queen.


Bella menatap Bram yang pandangannya kembali kosong, entah apa yang sedang Bram pikirkan namun Bram terus menatap ke arah anak anak nya pergi menuju taman itu.


" Kamu melamun lagi ! " Bella menyenggol tangan Bram.


" Aku tak melamun, aku memperhatikan anak anak .. Aku mencintai mereka Bel. Sangat " Mata Bram berkaca kaca.


" Kamu jadi cengeng Bram "


" Sudah berapa tahun kita bersama Bel ? Terlepas dari perpisahan kita. 6 atau 7 tahun right ? "

__ADS_1


" Ya sepertinya "


" Aku ingat saat kamu karyawan ku, kamu masih polos dan terlalu muda untuk memiliki seorang bayi. Awalnya aku iba, namun setelah aku memilikimu seutuhnya aku mulai mencintaimu tanpa sadar. Violine bagi ku hanya obsesi, mungkin karena aku merindukan Dilara. Aku melihatnya seakan melihat Dilara. Sampai kamu meninggalkan ku, aku mulai menyadari perasaan cinta ini sudah tumbuh sejak dulu sejak malam kamu menangis karena aku menyentuhmu. Aku bukan tipe pria yang bisa menyentuh wanita tanpa perasaan cinta, aku bahkan tak bisa menyentuh Violine sekalipun dia menggodaku. " Tiba tiba saja Bram bercerita panjang lebar.


" Kenapa kamu menceritakan ini sekarang ? " Bella bertanya tanya.


" Karena aku mencintaimu, sekalipun kita tak lagi bersama sekalipun harapan ku kembali padamu nihil aku hanya ingin kamu tau Bel cinta ku pada mu pada anak anak tak pernah tergantikan. " Bram menggenggam tangan Bella.


" Silahkan tuan dan nyonya makanan anda sudah siap .. " Kedatangan Pramusaji membuat keheningan itu pun pecah, seketika Bella melepas tangan Bram lalu berjalan menuju anak anak untuk memanggil mereka kembali.


Sepertinya aku memang tak lagi memiliki harapan Bel ..


Bram menatap kekosongan di tangannya, tangan yang semula terasa hangat karena genggamannya pada tangan Bella kini terasa dingin menusuk. Ya menusuk hingga ke dadanya, sakit bukan diabaikan ? Bella merasakan yang jauh lebih sakit dari ini, itulah yang Bram yakini. Bram merasa dirinya memang pantas di perlakukan seperti ini.


" Ayo sayang kita makan dulu. Nanti kalian boleh main lagi Ok ? " Ajak Bella pada Queen dan Zayn.


" Okay mommy "


" Suapi aku mommy " Rengek Zayn.


" Pangeran mommy ternyata manja sekali .. " Bella menciumi pipi Zayn


" Karena Zayn ingin di suapi mommy, bagaimana kalau Queen disuapi daddy ? " Bram ikut menghangatkan suasan.


Seperti itulah Bram, dia akan berlaku sangat adil kepada kedua anak nya. Dia tak akan membiarkan salah satu anak nya merasa kekurangan perhatian. Saat Bella sibuk dengan Zayn maka Bram akan berinisiatif untuk memberikan perhatiannya pada Queen.



Setelah anak anak selesai dengan urusan makannya, kini giliran Bella dan Bram yang siap menyantap hidangannya. Seringkali Bram mengambil foto Bella saat Bella lengah, mereka jarang bersama seperti ini maka Bram tak akan menyianyiakan kesempatan.


" Sepertinya kamu kedinginan Bel ? " Tanya Bram yang melihat Bella sudah kembali mengenakan blezer biru nya.


" Ya angin di sini cukup kencang dan tentu terasa dingin. "


" Semakin malam akan semakin dingin, aku tau kamu tak kuat dingin bukan ? Jadi lebih baik nanti malam kita tidak keluar ya ? "


" Terserah mu saja Bram, ayo makan " Ajak Bella mengakhiri pembicaraan mereka.


Malam pun tiba, ya benar saja udara di negara ini terasa makin dingin saat malam tiba. Anak anak yang sudah terbiasa tidur di jam 9 hari ini justru tidur lebih awal, mungkin karena lelah bermain seharian padahal mereka baru saja selesai makan malam. Jam menunjukkan pukul 20.15 Bella sedang menatap gemerlap lampu kota dan lalu lintasnya dari balik balkon. Dari belakang, Bram menghampiri Bella lalu berdiri tepat di sampingnya.


" Apa yang kamu pikirkan Bel ? Bukankah di luar sini dingin ? " Bram membuka pembicaraan.


" Nothing, aku hanya senang melihat suasana disini. Terasa damai dan menakjubkan. "

__ADS_1


" Ya kamu benar, kamu mau ? " Bram menawarkan sebuah minuman di gelas.


" Apa ini ? " Tanya Bella yang mencium aroma kuat dari gelas itu.


" Hanya wine, untuk menghangatkan badan. "


" Apa ini tak akan membuat mabuk ? "


" Tergantung .. Aku sudah meminumnya segelas tapi lihat aku tak meracau bukan ? Haha " Bram terkekeh lalu di ikuti senyum lebar Bella, ya Bella tau Bram tak akan kuat mabuk jadi mungkin memang minuman ini hanya akan membuat mereka hangat.


" Baiklah, aku ingin mencobanya sedikit " Bella mengambil gelas dari tangan Bram lalu meneguknya perlahan.


" Bagimana ? "


" Katakan lah aku kampungan, tapi rasanya pahit seperti kopi tanpa gula .. " Gerutu Bella. Bram terkekeh mendengar kejujuran Bella.


" Tapi enak kan ? Terasa hangat ? "


" Hmm sedikit, mungkin karena aku meminumnya sedikit ? " Bella mengangkat halisnya.


" Kalau begitu coba lagi " Bram kembali menyodorkan gelas itu, tanpa ragu Bella kembali meneguknya.


Ya benar saja rasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, hanya saja hangatnya terasa berlebihan belum lagi semakin lama kepala Bella terasa semakin berat.


" Are u okay Bel ? " Tanya Bram yang melihat Bella memegangi keningnya.


" Kepalaku sedikit berputar. "


" Mungkin kamu terlalu banyak minum Bel, masuklah lebih baik kamu istirahat .. " Bella pun mengikuti titah Bram, dengan tubuh yang di bopong Bella memasuki kamarnya.


" Braamm .. " Bella memanggil Bram dengan nada yang sensual saat Bram membaringkan tubuh Bella di ranjang.


" Hm ? Jangan bersuara seperti itu, itu sangat mengganggu "


" Hah kamu membuatku mabuk tapi tidak bertanggung jawab setelah aku mabuk " Racau Bella yang kini menarik lengan kemeja Bram.


" Maksudmu ? Hey lepaskan Bel nanti kemeja ku robek " Bram berusaha melepaskan genggaman Bella namun Bella semakin tak terkendali.


" Aku bahkan ingin merobek seluruh yang kamu kenakan kini Bram, tubuhmu pasti masih sebagus dulu kan ? Aku suka perut mu yang berbentuk kotak kotak itu .. " Bella memainkan telunjuknya di perut Bram.


Ternyata Bella bisa sangat gila saat mabuk, Bram tak menyangka Bella akan lepas kendali sebrutal ini.


Tolong ! Aku tak akan tahan jika kau menggoda ku seperti ini Bella ..

__ADS_1


Dalam batinnya Bram menolak sambil terus berusaha melepaskan diri dengan lembut. Ya sangat lembut karena takut sesuatu dalam dirinya akan bergejolak.


__ADS_2