Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Taktik Kotor


__ADS_3

" Gimana Rel ? " Tanya Bram yang hari ini baru bisa kembali bertugas.


" Gue cek gak ada kelainan di rahim atau di hormon, akhirnya gue minta cek lab buat obat obatan. Gue nemuin ada misoprostol yang di konsumsi Bella. "


" Misoprostol ? Cytotec ?Seriously ? " Bram menggeleng gelengkan kepalanya.


Bram tau obat ini adalah obat keras yang berguna untuk pengobatan tukak lambung, tapi saat di gunakan pada seorang ibu hamil maka dapat memicu kontraksi, pendarahan hingga keguguran.


" Sorry Bram, demi Tuhan gue gak pernah resepin ini. Gue juga selalu pantau obat obatan apa yang di konsumsi Bella. Kemungkinan Bella mengkonsumsi sendiri atau gak sadar udah ngekonsumsi obat itu. "


" Gue percaya sama Lo, gue cuman gak percaya sama keadaan. Apa mungkin istri gue sendiri yang lakuin ini ? "


" Lo bisa cek CCTV Bram, Bella kemana aja hari itu. Reaksi obat ini gak langsung, bisa 4 sampe 8 jam kemudian kemungkinan Bella konsumsi obatnya di jam makan siang. "


" Tapi makan siang dia sama gue. Gue mau ke ruangan keamanan dulu. Thanks ya Rel. " Bram menepuk pundak Darel lalu segera berlari menuju ruang keamanan.


Bram memasuki ruangan keamanan, segera mereka berdiri menyambut Bram.


" Silahkan dok, apa ada yang perlu di bantu "


" Tolong putar rekaman CCTV ke 8 hari yang lalu " Titah Bram.


" 8 Hari yang lalu dok ? Baik tunggu sebentar dok "


Seorang teknisi di bagian IT pun mengakses rekaman ke 8 hari yang lalu tepatnya di kafetaria. Di kafetaria tidak ada yang aneh, lalu dari rekaman di susuri kemana saja Bella pergi sampai di ruang istirahat dokter yang memiliki mini pantry. Di sana Bella mengambil sebuah obat dari tas nya lalu meminumnya.


" Bella ? Apa mungkin ? Ah tidak mungkin dia melakukan ini pada bayinya sendiri. " Pikir Bram.


" Apa terjadi sesuatu dok ? "


" Tidak ada. Terimakasih selamat bekerja. " Sebelum beranjak Bram meminta salinan video rekaman CCTV itu di kirim ke email nya sebagai barang bukti.


Dengan tergesa Bram memanggil Darel dan Kevin ke ruangannya untuk mendiskusikan masalah ini. Bagaimanapun ini menyangkut nyawa anaknya yang telah tiada, Bram tak bisa melepaskannya begitu saja. Siapapun itu, sekalipun Bella sendiri pelakunya maka harus dapat ganjarannya.


" Ada apa Bram ? Lo cemas banget gitu " Tanya Kevin.

__ADS_1


" Pasti masalah Bella right ? " Tambah Darel


" Lihat .. " Bram memutarkan video di laptopnya di hadapan Darel dan Kevin.


" Menurut kalian obat apa yang Bella minum setelah makan siang ? Setau gue jadwal minum obatnya hanya di pagi dan malam hari. " Jelas Bram.


" Iya Lo bener Bram, gue resepin obat cuman pagi dan malem "


" Jadi Lo pikir Bella sendiri yang ngelenyapin anaknya ? Serius Lo mikir gitu ? " Tanya Kevin dengan halis mengerut.


" Gue gak mau mikir gitu tapi bukti yang ada sekarang nunjukkin kaya gitu. " Bram menarik kasar dasinya.


" Gue rasa Lo harus tanya langsung sama Bella. Tapi tolong bicara baik baik dia masih terguncang. "


" Gue juga terguncang apalagi lihat ini gue makin .. Astaga gue gak bisa percaya ini semua. " Bram mengusap wajahnya kasar.


" Sekarang Lo balik deh kalo Lo gak ada bedah masalah administrasi biar gue yang handle. " Kevin menepuk pundak Bram.


" Bener Bram. Lo harus bicara dari hati ke hati sama Bella. Kalau pun bener dia sendiri yang ngelakuinnya Lo harus sabar Bram, dia pasti punya alasan. Bisa aja dia tertekan atau terancam, kita gak tau. " Darel memberikan nasihat.


" Gue duluan ya thanks " Bram berpamitan kepada dua sahabatnya.


Kini Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil berpikir bagaimana dirinya agar tenang menghadapi Bella nanti. Jujur saja Bram paling mudah terpancing emosi, jika sudah emosi akan meledak ledak namun Bram tak ingin mengulangi lagi sifat buruknya. Bram terus menerus beristighfar sepanjang jalan, meminta untuk di sabarkan dan di lunakkan hatinya. Sesampainya di rumah Bram meminta Ayu untuk mengamankan anak anaknya jangan sampai ke kamar karena Bram akan membicarakan sesuatu yang penting. Bram menghampiri Bella yang sedang berisitirahat, melihatnya Bram tak tega membangunkan. Bram mendekati Bella lalu memeluknya dari belakang. Merasakan tangan yang melingkar di pinggangnya Bella pun menggeliat lalu berbalik.


" Hmm ko udah pulang sih ? Kamu sakit ? " Tanya Bella seraya memegang kening Bram masih dengan mata yang setengah terbuka.


" Aku ganggu kamu ya ? Maaf ya ? " Ucap Bram membenamkan kepalanya di ceruk leher Bella.


" Enggak papa, kamu kenapa udah pulang ? "


" Aku mau ngobrol sesuatu sama kamu. Tapi lihat kamu tidur gak tega malah pengen ikut tidur. "


" Ada apa ? Ngobrol aja .. " Bella bangkit lalu menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sedang kepala Bram bertumpu di kaki Bella.


" Aku minta maaf ya kalo selama hamil kamu gak bahagia atau tertekan. Aku juga gak maksimal perhatiin sama jagain kamu. "

__ADS_1


" Kenapa ngomong gitu ? " Tanya Bella heran.


" Bel .. " Bram bangkit lalu duduk bersila di atas ranjang berhadap hadapan dengan Bella.


" Penyebab keguguran kamu karena penggunaan obat keras, kamu tau Misoprostol ? Kamu minum itu Bella. Dan itu tepat setelah kita makan siang karena aku telusuri rekaman CCTV hari itu. " Bram menyerahkan video CCTV yang di ambilnya dari ruang keamanan.


" Tapi Bram aku gak lakuin ini " Mata Bella mulai berkaca kaca.


" Terus yang kamu minum siang itu apa ? Kamu gak ada jadwal minum obat siang kan ? "


" Kamu nuduh aku Bram ? Kamu gak percaya sama aku ? " Isak Bella.


" Sayang dengerin, aku gak nuduh kamu. Aku cuman nanya. "


" Enggak sumpah demi apapun, kalo aku mau gitu kenapa gak dari awal aja ? Aku gak usah cape cape nikah, ngidam dan lain sebagainya yang bikin aku muak ! "


" Nah kan kamu muak sama kehamilan kamu ? "


" Iya muak tapi semuaknya aku masih aku jalanin, gak ada sih menurut aku ibu hamil yang ngeras gak muak pasti sedikitnya ada. " Jelas Bella.


" Ok kalo emang kamu gak ngerasa minum obat itu, terus apa yang kamu minum ? "


" Vitamin, pagi pagi aku gak keburu karena kesiangan kamu ingetkan ? "


Ya Bella kesiangan karena ulah Bram sendiri yang membuat nya sering begadang akhir akhir ini. Mungkin karena bertahun tak mendapatkan belaian, Bram menjadi begitu candu untuk melakukannya.


" Kamu cek dulu gak obatnya ? "


" Enggak, emang obatnya kan itu maksudku aku gak pernah pindahin atau masukin obat lain "


" Kalau gitu kesimpulannya mungkin ada yang nyelakain kamu Bel. Mana obat nya sini " Bram meminta obat beserta isinya, di lihatnya obat itu sesuai dengan obat yang di berikan Darel. Aneh, sulit sekali mengungkapkan dalang dan apa yang sebenarnya terjadi.


" Siapapun yang nyelakain anak kita aku pastiin dia sengsara Bel. Kemungkinan dia orang terdekat kita karena bisa sampe ngasih kamu obat sialan itu ! " Bram mengepalkan tangannya menarik nafas panjang lalu mengusap pipi Bella yang masih basah.


" Maaf ya kalo kamu tersinggung karena masalah ini, dia juga mungkin sengaja pengen memecah kita dengan taktik kotor biar kita cekcok kaya gini. " Bella memeluk tubuh Bram erat.

__ADS_1


" Aku mohon jangan pernah berpikir aku sekejam itu, aku mencintai kamu. Kamu percayakan ? Mana mungkin aku ngecewain kamu. " Ucap Bella sesenggukan di dada bidang Bram.


__ADS_2