Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Mari Berlibur


__ADS_3

Tidur Bella mulai gelisah, pertanyaan yang di lontarkan Bram hari itu mengganggu pikirannya. Sekalipun sudah bukan suaminya, namun Bram adalah ayah dari putrinya tentu saja Bella akan peduli dengan keadaan Bram. Karena rasa khawatir Bella pun menghubungi Kevin.


^^^Bella^^^


^^^Aku call boleh ?^^^


Kevin


Tumben, sure ..


Mendapat jawaban Bella segera menghubungi Kevin melalui panggilan suara.


" Hallo Bel, ada apa ? Tumben jam segini telpon ? " Tanya Kevin dari sebrang suara.


" Aku mau kepo dong tapi jangan salah sangka ya ? Ini aku cuman nanya aja sebagai ibu anak-anak "


" Hmm ? " - Kevin


" Bram baik-baik aja kan ? Gak sakit parah atau gak lagi depresi ? " - Bella


" Haha apa sih nanya kaya gitu ? Ya baik-baik lah tadi aja kerja kaya biasa gak ada yang aneh. " - Kevin


" Serius ? Beberapa hari lalu ketemu aku sama anak-anak omongannya kaya orang mau pergi pamitan. " - Bella


" Wah ? Jangan-jangan dia udah punya calon istri baru Bel karena kalo secara fisik dan mental 100% aku jamin dia sehat haha " - Kevin


" Udah ah dasar si gak bisa di ajak serius. Aku tutup. "


" Eh bentar .. " - Bella


" Apalagi ? "


" Salam ya ke Ayu .. Udah lama gak ketemu " - Kevin


" Gak ada ya salam-salam kalo gak ada tempelnya " - Bella


tuutt .. tuutt panggilan terputus.


Meski hanya mendapat candaan namun sedikitnya Bella sudah tenang, Kevin satu-satu nya orang yang paling dekat dan cenderung tau bagaimana kondisi Bram jadi Bella tak lagi khawatir jika Kevin sudah menjamin perkataannya. Bella menarik nafas tenang dalam waktu singkat matanya pun tertutup rapat menuju alam mimpi.


Esok harinya Bella mengikuti Yudisium Kedokteran secara virtual karena kondisi pandemi yang kembali meningkat. Bram dan Akbar datang ke rumah mendampingi Bella. Mendapat IPK 3,8 Bella berhasil lulus dengan pujian.


" That's my girl " Gumam Akbar.

__ADS_1


" My girl .. my girl itu mantan bini gue hey ! " Sindir Bram.


" Ya terus ? Kan cuman mantan " Akbar tersenyum sambil mengangkat halisnya acuh.


" Serah Lo deh, Bella juga bisa lulus dengan memuaskan ada andil gue. " Bram berkata bangga.


" Udah .. Udah kalian semua berperan dalam keberhasilan aku. Thanks ya Bram, Akbar, Ayu dan anak-anak mommy yang luar biasa. " Ucap Bella seraya memeluk kedua buah hatinya.


" Congrats ya Bella, aku bangga sama kamu. Perjalanan masih panjang, kamu akan mulai bersiap buat koas. " Bram menepuk pundak Bella.


" Selamat cantik, meski banyak hambatan kamu bisa lulus dengan memuaskan. Aku seneng banget pokoknya. " Kini giliran Akbar yang menyelamati.


" Selamat ya bu, ikut seneng tau gimana beratnya perjuangan Ibu selama ini Alhamdulillah berbuah manis. "


" Aahh kalian bikin aku terharu .. " Air mata bahagia jatuh di pipi Bella.


Bram permisi keluar sebentar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di mobilnya. Setelah lima menit keluar, Bram kembali dengan sesuatu yang di sembunyikan di belakang punggung lebarnya.


" Hmn ini bukan sesuatu yang luar biasa, tapi aku harap kamu suka. " Ucap Bram tulus lalu mengeluarkan dua buah buket berukuran raksasa.




Sebuah buket dengan susunan uang rupiah dan sebuah buket dengan uang dollar. Mantan suaminya memang terlalu gila dan kaya.


" Yes I am .. Ini tak seberapa Bella aku memberi mu uang karena bingung harus membeli apa. Tapi dengan uang kamu bisa membeli apapun yang kamu mau right ? "


" Kamu membuatku terlihat matrealistis Bram .. But thank you so much untuk perhatianmu " Bella menerima nya dengan senyum mengembang manis.


" Ya dia hanya bisa menghargai mu dengan uang Bel. Tapi aku berbeda, aku pun punya sesuatu untukmu. " Seru Akbar dari balik mobilnya.



" Tak semahal milik Bram tapi aku harap kamu menyukainya .. " Ucap Akbar lalu memberikannya pada Bella.


" This is so beautiful. I love it, thank you Akbar .. " Bella menerima pemberian Akbar dan tak kalah bahagianya.


" Ck denganku kamu senang dengannya kamu senang " Ucap Bram iri.


" Kalau saja wanita halal memiliki suami dua maka aku akan menikahi kalian berdua haha " Bella terkekeh tentu saja itu hanya sebuah candaan.


" Jangan Bel, dia akan repot menyakitimu dan aku akan repot mengusap air matamu. " Sanggah Akbar.

__ADS_1


" Heh sembarangan ! "


" Tuan-tuan please stop it. Ini hari bahagia ku, ayo kita makan siang aku dan maid sudah menyiapkan makanan spesial untuk kita semua " Bella melerai perselisihan dua pria keras kepala ini.


Mereka pun duduk di meja makan menikmati setiap santapan sembari sesekali tertawa ringan bersama. Pada akhirnya Akbar dan Bram pun bisa duduk dengan tenang bahkan sedikit bercanda. Kebencian antara mereka perlahan memudar seiring melihat kebahagiaan wanita yang mereka cintai.


" Bella .. Jika Tuhan hanya memberiku kesempatan sampai detik ini maka aku akan mati dengan tenang setelah melihatmu bahagia begini " Ucap Bram setelah selesai dengan makannya dan anak-anak pun tengah bermain dengan Ayu.


" Mulai .. Lagi-lagi kamu mengatakan hal yang tidak masuk akal. "


" Entahlah akhir-akhir ini aku merasa lelah. "


" Lelah ? Kenapa ? Apa yang membuatmu lelah ? " Tanya Bella penasaran.


" Kamu, aku lelah mengejarmu Bel. Rasanya aku ingin berhenti mengejarmu dan bertikai dengan dia " Bram menunjuk ke arah Akbar.


" Lalu kamu akan menyerah pada ku Bram ? " Tanya Akbar sinis.


" Ya sepertinya begitu. Kalau aku menyerah bisakah kau menjaga Bella dan anak-anak ku ? " Bram memasang ekspresi serius.


" Hey what's wrong bro ? Ini tak seperti dirimu ! " Akbar terusik untuk menelisik lebih jauh.


" Tak apa sudah ku katakan aku hanya merasa lelah. Kamu tau ? Berjuang sendirian itu melelahkan. Aku pria pengecut karena baru segini sudah lelah, berbeda dengan kamu yang setelah bertahun pun tetap bertahan. Bella lebih layak memiliki pria sepertimu "


" Stop Bram, aku bukan barang yang bisa di lempar kesana kemari. Jangan berbicara omong kosong lagi, aku mohon " Bella menatap dengan wajah memelas.


" Baiklah maafkan aku cantik hmm bagaimana kalau kita liburan bersama untuk merayakan keberhasilanmu. " Ajak Bram mengganti topik.


" Kemana ? "


" Eropa mungkin ? Anak-anak juga harus merasakan berlibur dengan orangtuanya. " Ajak Bram.


" Kapan ? "


" Minggu depan ? Bagaimana ? Kau juga bisa ikut Bar .. "


" Sorry mulai minggu depan aku ada perjalanan bisnis ke surabaya lalu sibuk dengan tender baru. Nikmatilah waktu kalian tanpaku. "


" Hmm baiklah, untuk anak-anak aku mau. "


" Hey Kids, kita akan berlibur ! " Bram sedikit berteriak ke arah anak-anaknya yang berlari kesana kesini.


Seketika ekspresi ceria memancar dari wajah Queen. Sudah lama mereka tidak berlibur bersama. Tentu Queen merindukan kehangatan kedua orangtua nya. Queen berhambur memeluk Bram sedang Zayn hanya terlihat bingung mungkin Zayn belum mengerti bagaimana menyenangkan nya berlibur.

__ADS_1


__ADS_2