Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Dejavu


__ADS_3

Ada pepatah mengatakan 'balas dendam terbaik adalah dengan menjadi lebih baik' . Bella membuktikan dirinya, meski dengan segala kekurangan di usia yang sudah menginjak 27 tahun Bella makin bersinar dengan prestasi yang tidak kalah dari teman-teman yang usianya jauh di bawahnya.


Hari ini kampus Bella mengadakan acara pemberian penghargaan dan beasiswa untuk mahasiswa terbaik. Acara itu di hadari banyak kenamaan dari mulai pejabat hingga para petinggi perusahaan yang turut menjadi sponsor di kampus Bella termasuk Wijaya Group.


Bram sebagai direktur Rumah Sakit pendidikan tempat kampus Bella menempatkan para koas pun ikut mendapat undangan, mau tidak mau Bram harus menghadirinya.


" Kenapa Lo gugup gitu ? " Tanya Kevin saat mereka dalam perjalanan menuju kampus.


" Gue dapet kabar dari Audry, Bella bakal jadi perwakilan mahasiswa berprestasi naik ke podium termasuk mewakili penerimaan beasiswa secara simbolis dari Wijaya Group "


" Yaiyalah, dia kan emang penerima beasiswa berprestasinya Wijaya Group. Terus mau siapa lagi yang di jadiin simbol ? "


" Gue kaya dejavu, inget waktu gue ngasih penghargaan dia sebagai karyawan terbaik ? Sekarang gue juga harus lakuin hal sama dengan keadaan sama. Sama-sama buruk. "


" Mau gue gantiin ? "


" Bisa ? "


" Enggak ! Haha lagian kalo Lo minta juga gue gak bakalan mau. Gue cuman mau ngerjain Lo "


" Bngst Lo ya gue lagi panik juga "


" Rileks Bram .. Life must go on. Lo sama Bella udah sama-sama move on. "


Di lain tempat Bella pun tak kalah gugupnya, Bella kira Presdir Albert yang akan menyerahkan beasiswa secara simbolis itu, namun karena ke pengurusan yayasan sosial dan rumah sakit sudah di serahkan pada Bram jauh-jauh hari, tentu itu bukan tanggung jawab Albert.


Bella menyiapkan penampilan terbaiknya sebelum acra di mulai.


Kamu bisa Bel. Jangan nunjukin kelemahan Kamu.


Batin Bella


Bella menarik nafas dalam lalu ke luar dari ruangan menuju aula. Di aula sudah riuh dengan tamu dan para mahasiswa yang ikut meramaikan acara. Bella duduk di barisan paling depan dekat dengan meja MC karena Bella akan memberikan sedikit sambutan nanti.


" Direktur Wijaya medical datang .. " Ucap salah satu panitia memberi kode pada MC.

__ADS_1


" Baiklah, tamu kehormatan kampus kita sudah tiba, mari kita sambut dengan tepuk tangan meriah Direktur dari rumah sakit pendidikan Wijaya Medical Center sekaligus sponsor utama untuk beasiswa di kampus kita lebih dari 20 tahun. Direktur Bram Albert Wijaya " Sambut sang MC yang langsung mendapat riuhan tepuk tangan. Pintu pun terbuka Bram masuk bersamaan dengan Kevin, Bram tersenyum menerima sambutan itu.


Mata Bram langsung menelisik seisi ruangan mencari sosok Bella di antara keramaian namun tak ada. Begitu Bram maju sampai barisan paling depan barulah Bram menyadari bahwa Bella duduk di samping podium tidak jauh dari tempatnya.



Bram memperhatikan penampilan Bella yang luar biasa, elegan dan begitu cantik. Bram tak hentinya menatap Bella meski Bella tak menatapnya balik.


" Sumpah gue kalo Bella jomblo mau gue embat Bram ! " Bisik Kevin yang ikut takjub melihat kecantikan Bella


" Berisik Lo. Bella ku yang polos sekarang makin dewasa. "


" Bella ku ? Haha makan tuh Bella ku, dia udah jadi Bella nya Akbar. Lo pasti nyesel sampe guling-guling "


" Tenang selama janur kuning belum melengkung, gue masih bisa nikung "


" Gak bakalan mau dia. Apalagi udah sukses "


" Kenapa ? "


" Ya mending nyari yang tulus dari pada yang modus. "


💬 Akbar : Calm down honey, angkat kepalamu tegakkan bahu mu. Biarkan orang lain melihat kamu tegap berdiri meski tanpa Bram


💬 Bella : Yaps, I can do it


💬 Akbar : Semangat Bel, ini saat yang tepat kamu bisa membuktikan diri


Ya Akbar benar, aku harus menunjukkan meski di campakkan Bram aku bisa hidup dengan baik dan bahagia


Batin Bella meyakinkan


Setelah berbagai sambutan tiba saatnya Bella di undang naik ke podium untuk memberikan sedikit sambutan sekaligus akan menerima penghargaan secara simbolis atas pencapaiannya hingga meraih beasiswa prestasi.


" Terimakasih untuk waktunya. Perkenalkan saya Anabella Romaisa, mahasiswa tingkat akhir dari Fakultas Kedokteran. Menjadi suatu kehormatan bagi saya bisa berdiri di depan hadirin sekalian, saya ucap syukur dan terimakasih kepada Olympus University berikut juga Wijaya Group atas kesempatannya menunjang seluruh mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa akademik maupun non akademik agar memiliki pendidikan yang mumpuni ... " Ucap Bella dalam sambutannya.

__ADS_1


" Akhir kata terimakasih dan sukses untuk kita semua. " Bella menutup sambutannya yang langsung mendapat standing applause dari seluruh penonton termasuk Bram.


Ada kebanggan tersindiri di hati Bram saat melihat Bella bisa berhasil sejauh ini, keberhasilan Bella pun sebenarnya ada andil tangan Bram disana. Jika bukan takdir yang mempertemukan mereka dan Bram yang berinisiatif untuk mendaftarkan Bella kuliah di kampus yang di sponsori perusahaannya bisa saja Bella tak disana sekarang.


Tibalah waktunya MC memanggil Bram naik, dengan langkah tegap dan senyum hangat Bram menganggukkan kepalanya menunjukkan rada hormat pada audiens.


Bram naik ke podium dengan membawa sebuah sertifikat penghargaan dan sebuah tropi simbolis saja sebenarnya.


" Silahkan Mr.Bram untuk menyerahkan penghargaannya pada Anabella " Intruksi MC


" Selamat Anabella untuk keberhasilannya, semoga beasiswa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk karir dan kehidupanmu kedepannya. "


Aula yang begitu riuh awalnya, tiba-tiba saja terasa sepi dan mencekam begitu Bram dan Bella berhadapan. Siapa yang tidak tau status mereka yang kini sebagai mantan suami istri begitu pula skandal yang terjadi dalam perpisahan mereka.


Audiens bertanya-tanya akan kah ada keributan yang terjadi ? Minimal drama saling sindir atau saling mengutarakan aib mantan pasangannya namun, rasanya akan menjadi tontonan yang menarik.


Namun mereka harus menelan kecewa karena nyatanya keduanya bersikap sangat profesional.


" Terimakasih Mr. Bram .. " Bella menerima jabat tangan Bram


Setelah sekian lama, aku merasakan lagi tangan hangat ini.


Batin Bram sambil tersenyum manis


Bram menahan tangan Bella untuk beberapa saat sampai Kevin berdecak memberi kode agar Bram sadar karena mereka kini jadi pusat perhatian.


" Eh sorry .. "


" Waduh sepertinya direktur kita kena sengatan listrik ya sampai membeku dulu ? " Canda si MC


" Haha tangan saya yang di sentuh tapi hati saya yang kesetrum " Jawab Bram dengan wajah polos tanpa malu


" Waw jawaban yang tidak terduga para pemirsa. "


" Mari kita lanjutkan saja .. " Kevin memotong pembicaraan

__ADS_1


Sebagai akhir dari adegan menegangkan ini adalah sesi foto bersama dalam satu frame.


Bella dan Bram berdiri bersebelahan di tengah tengah di damping oleh Kevin dan kepala yayasan universitas yang berada di sisi masing-masing kubu.


__ADS_2