Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Cinta Tak Sampai


__ADS_3

Setelah selesai berkeliling Bram pun kembali ke kantor cabang di Bandung di antar oleh Akbar. Sepanjang perjalanan perasaan Akbar terasa sakit, ternyata semenjak Bella kembali bekerja dan di tempatkan di area nya Akbar sudah menaruh hati padanya. Bahkan Akbar dan Bella sangat dekat, dulu saat bayi Bella berusia 3 sampai 8 bulan Akbar menemani Bella ke spesialis anak untuk vaksinasi bayinya. Akbar tidak membiarkan Bella merasa membesarkan anaknya seorang diri.


Tibalah Akbar dan Bram di kantor, Akbar berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya di area.


Di plaza Bandung waktu menunjukan pukul 5 sore saatnya Bella pulang, Bella mengambil tas dan jaket nya di loker karyawan. Akbar yang memang ingin berbicara dengan Bella menghampirinya.


“Bella, bisa bicara diluar sebentar" Tanya Akbar


“Ah pak Akbar, mengagetkan saja. Boleh, tapi sambil makan ya. Aku tadi tidak sempat makan siang" Ajak Bell

__ADS_1


“Hayu Bell, aku ikut kamu saja" Jawab Akbar


Mereka makan di sebuah restaurant cepat saji masih di komplek Mall itu.


“Bella ada yang ingin aku bicarakan" Akbar memulai percakapan


“Aku dengar kamu akan segera menikah dengan presdir Bell. Aku tak menyangka secepat itu. Bella .. " Suara Akbar bergetar “Aku kira aku hanya bersimpati padamu, ternyata aku salah. Aku sudah jatuh cinta padamu semenjak kamu berada di team ku. Aku tak berani mengungkapkan karena aku takut kamu masih belum siap setelah perceraian mu itu. Nyatanya keputusan ku salah" Ucap Akbar dengan penuh penyesalan.


“Pak Akbar, benarkah? Ya Tuhan andai bapak mengatakan ini sebelum Mr.Bram melamarku, aku pasti membalas perasaan bapak. Semenjak bapak merawatku dan Queen aku sangat berharap bapak akan mengatakan hal ini." Jawab Bella dengan menahan air mata. “Aku jatuh hati tapi tak mampu mengungkapkan karena keadaan ku. Aku seorang janda beranak satu. Aku takut cintaku bertepuk sebelah tangan. Untuk itu aku pendam perasaan ini, dan saat aku memutuskan untuk melangkah Mr.Bram yang meraih tanganku terlebih dulu. Maafkan aku pak akbar maafkan aku" Air mata Bella pun jatuh, tak sangka selama ini mereka saling mencintai tapi karena tak ada yang berani mengungkapkan nya kini cinta mereka tak akan pernah sampai.

__ADS_1


Setelah saling mengungkapkan Bella pun memutuskan pulang lebih dulu meninggalkan Akbar di tengah ke kalutannya. Bella perlu menenangkan diri, begitu juga Akbar.


Dirumah Bella mengunci diri di kamarnya, Bella menitipkan Queen pada ibunya dengan alasan ia sedang tidak enak badan. Bella pun menangis sesenggukan kini dia akan hidup dalam penyesalan.


“Pernikahan ini, bagaimana aku akan bisa menjalani nya? Ku kira takan ada penyesalan dalam menjalani pernikahan ini. Sial .. sial" Bella memukul mukul bantal yang dia peluk. Merasa lelah menangis Bella pun tertidur.


Pagi itu Bella bangun pukul 04.30 seperti biasa Bella akan melaksanakan rutinitas ibadahnya sebelum mengurus urusan rumah. Matanya yang sembap tidak bisa menyembunyikan keadaannya yang tengah kacau. Bella keluar dari kamarnya dan melihat Queen yang masih tertidur di kamar ibunya.


“Queen, maaf mommy mengabaikan mu hari ini. Mommy takut melampiaskan kekesalan padamu. Semoga kamu mengerti Queen" Ucap Bella lalu mengecup kening Queen dengan lembut dan mengusap rambut halusnya.

__ADS_1


__ADS_2