Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Obat Gelisah


__ADS_3

Tok .. Tok


Bella mengetuk pintu kamar Bram. Dari awal Bram dan Bella sudah sepakat untuk tidur terpisah di kamar yang berbeda. Kamar Bella di buat khusus bersebelahan dengan kamar Queen dan memiliki akses pintu langsung dari dalam ke kamar Queen, dengan begitu Bella mudah mengontrol keadaan putrinya itu. Namun minusnya kamar itu minim privacy karena bersebelahan dengan kamar Queen suara dan pergerakan apapun akan terdengar, itulah sebabnya Bram jarang menemani Bella di kamarnya.


“Bram ..” Panggil Bella lirih dari depan pintu


“Hmm, masuk Bel” Titah Bram


Ceklek, pintu dibuka ..


“Belum tidur Bram?” Tanya Bella


“Belum, masih ada sedikit pekerjaan Bel. Ada apa? Kenapa belum tidur?” Tanya balik Bram


Bella tidak menjawab apapun, Bella langsung duduk disebelah Bram yang sedang bersandar di ranjangnya. Bella mendekap lengan Bram lalu tangisnya pun pecah.


“Hey kenapa menangis?” Bram langsung berbalik menatap Bella dan menutup laptop nya


“Entahlah Bram, aku merasa sangat gelisah hiks .. hiks. Aku boleh tidur disini saja Bram?” Pinta Bella


“Tentu, ini pun kamarmu. Jangan overthinking, aku ada disini.” Bram menenangkan Bella


“Bram aku takut ..” Bella bersuara dengan tatapan kosong dan mata yang sembap


“Apa yang kamu takutkan?” Tanya Bram


“Melahirkan sangatlah melelahkan dan menyakitkan Bram, waktu melahirkan Queen saja aku merasa sekarat.” Bella menarik nafas panjang


“Aku takut tidak akan selamat Bram” Tambah Bella


“Ssutt jangan ngomong hal yang mengerikan seperti itu.” Seru Bram


“Kurang dari 2 bulan lagi aku akan melahirkan. Tentu saja aku harus menyiapkan segala hal sampai kemungkinan terburukpun” Jelas Bella

__ADS_1


Bram meraih kepala Bella lalu membenamkannya di dada bidangnya. Kini kegelisahan Bella menular padanya, hatinya ikut tidak tenang karena perkataan Bella.


“Aku tau kamu kuat Bel. Apa kamu lupa aku kan dokter, apa yang kamu takutkan? Aku akan memantau kesehatan kamu dan bayi kita setiap saat mulai sekarang” Bujuk Bram


“Tapi kamu bukan dokter kandungan Bram, yang ada nanti aku jadi korban malpraktik haha” Canda Bella


“Ya enggaklah Bel, kalau untuk prosedur pemeriksaan umum ya sama aja. Aku juga bisa.” Sanggah Bram


“Tentu saja dr.Bram Albert Wijaya. Aku tak meragukan kemampuan mu.” Bella mengusap lembut wajah Bram


Untuk beberapa saat mata mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Hembusan nafas keduanya pun bisa dirasakan.


Cup ..


Bram menautkan bibirnya lembut pada bibir Bella. Bella menatap Bram lekat, tidak menolak tidakpun membalas ciuman itu.


“Bella, aku punya pengobatan mujarab untuk gelisahmu itu. Tanpa obat jadi aman untuk bayi kita” Jelas Bram antusias


“Benarkah? Apa itu?” Tanya Bella serius


“Aaahh BRAAAAAMMMM !!! Itu alasan mu saja !” Dengus Bella kesal


“Aku serius Bella, coba kamu cari artikelnya deh manfaat s*ks saat sedang hamil” Jelas Bram


“Kamu jadi mesum ih Bram” Bella memukul lengan Bram


“Aw ampun Bell. Aku kan cuman ngasih solusi. Mumpung aku lagi punya tenaga ekstra buat lembur nih” Goda Bram


“Berisik ah Bram” Bella berbalik memunggungi Bram.


Bram yang senang dengan prilaku Bella, semakin berhasrat untuk menggodanya. Bram memberikan ponselnya yang sudah berisikan tentang artikel manfaat seks untuk Ibu hamil.


“Nih udah aku cariin. Kalo aku yang jelasin nanti dikiranya modus. Jangan lama bacanya, nanti aku tidur kamu nyesel.” Canda Bram

__ADS_1


Sekilas Bella membaca hanya pada poin intinya saja, lalu ada point yang berisikan tentang s*ks untuk meredakan stress.


“Niat banget sih Bram nyari yang beginian. Tapi gak ada salah nya juga dicoba. Bram gini juga mungkin karena merhatiin keadaan aku” batin Bella.


Dalam satu gerakan, Bella berbalik dan mendekap tubuh atletis Bram.


“Kayanya ada yang berubah pikiran” Goda Bram


“Coba dulu, kalau bener jadi solusi kan kita sama enak. Jadi simbiosis mutualisme, winwin solution haha” Jelas Bella


“Oke kalo gitu, Baby Daddy datang, hehe Bismillah ..” Bram mengusap lembut perut Bella sambil membisikkan do'a ketelinga Bella dengan suaranya yang serak nan sensual.


Bram ******* lembut bibir Bella, sekarang Bella membalas dan mengimbangi permainan Bram. Perasaan Bella melayang saat menikmati sentuhan Bram pada tubuhnya.


“Ah Bram, kamu memang ahli membuat permainan yang panas” Desah Bella


“Benarkah? Padahal aku tidak melakukannya dengan maksimal karena harus berhati-hati pada Baby” sahut Bram yang sedang membuka satu persatu pakaian yang dia gunakan


“Cepatlah Bram aku tak tahan lagi” gerutu Bella


“Sabar sayang, nikmati saja” Bram menyentuh seluruh tubuh Bella dengan bibirnya, membuat beberapa tanda merah disana.


Keduanya kini tenggelam dalam permainan panas mereka, malam itu penuhi dengan desahan dan rintihan kenikmatan dari Bella. Bram melayaninya dengan begitu baik dan memuaskan, membuat Bella benar-benar lupa akan kegelisahannya.


Kegiatan panas merekapun berakhir, Bella menyandarkan kepalanya pada dada bidang Bram yang basah.


“Bram terimakasih rasanya nyaman sekali sekarang. Sampai aku mengantuk begini” Ucap Bella dengan mata yang sudah terpejam


“Tidurlah Bel. Aku rela lembur tiap malam untuk mengusir kegelisahanmu kalau kamu mau haha” Lanjut Bram


“Jangan Bram, lakukan saat aku memintanya saja. Ingat !” Tegas Bella


“Tentu saja Bel, aku hanya bercanda. Sekarang nikmati tidur mu. Selamat malam Bel semoga bermimpi indah” Ucap Bram

__ADS_1


“Hmm, kamu juga Bram” Sahut Bella lemah. Tak berapa lama, hembusan nafas Bella berubah teratur menandakan dirinya sudah terlelap dalam tidurnya. Bram mendekap erat tubuh Bella dan memberikan kenyamanan serta rasa aman baginya.


__ADS_2