Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kebablasan


__ADS_3

Wijaya Group Main Office


“Selamat pagi Presdir" Sapa Audry


“Pagi dry, sebutkan agenda ku hari ini" Titah Bram


“Hari ini anda ada meeting dengan CTO dan vendor kita untuk rancangan product yang akan produksi pada kuartal III dan pada siang hari anda ada undangan makan siang dari Abraham Group" Jelas Audry


“Oke terimakasih" Ucap Bram


“Sama-sama Presdir, permisi" Audry kembali ke mejanya


Tak berapa lama, Kevin menghampiri ruangan Bram


tok .. tok


“Masuk" Seru Bram


“Akhirnya lu balik juga, diusir ya sama bini lu?" Tanya Kevin kesal


“Sembarangan, tapi bener sih hahaha" Jawab Bram santai


“Jadi gimana Bram? Si Bella ngomong apa aja?" Tanya Kevin


“Ya intinya dia minta cepet beresin. Minta cerai lah ujung-ujungnya mah. Tapi gue minta waktu 3 bulanan lagi sampe daddy pulih" Jelas Bram

__ADS_1


“Terus dia mau?" Lanjut Kevin


“Heem, tapi selama itu gue ga boleh ganggu dan ikut campur urusan dia. Ya masing-masing aja" Ucap Bram


“Emang mending gitu lah Bram. Biar kalian ga sama sama sakit hati" Kevin menepuk pundak Bram


Di Bandung, Bella meminta izin tidak masuk. Kepala Bella terasa pusing semenjak pagi tadi. Bella punya riwayat anemia kronis jadi Bella menduga bahwa dia terkena anemia karena sering begadang dan kecapean. Bella memutuskan untuk beristirahat, tidur yang cukup dan makan dengan baik. Tapi nyatanya tidak berpengaruh banyak.


“Ah aku harus ke dokter" gumam Bella


Bella pun pergi ke klinik depan komplek, lebih cepat terobati lebih baik pikir Bella.


Bella merebahkan tubuhnya di ranjang perawatan, dokter menanyakan berbagai pertanyaan sampai pada pertanyaan kapan Bella terakhir datang bulan.


“Kalau begitu, untuk tindak lanjut kami alihkan perawatan Bu Bella ke bagian OBGYN ya bu?" Jelas dokter


“Baiklah terimakasih dok" Bella berpamitan


Sebelum melakukan pembayaran Bella membeli alat tes kehamilan di apotek untuk memastikan sebelum Bella berkonsultasi ke bagian kandungan di rumah sakit karena kebetulan di klinik itu tidak ada bagian kandungan.


Bella pulang dengan jalan yang gontai, pikirannya sedang melayang-melayang memikirkan betapa bodohnya sampai bisa kebablasan seperti ini.


Keesokan pagi nya saat bangun tidur Bella langsung menggunakan alat tes kehamilan yang kemarin di belinya. Bella cukup paham karena sudah berpengalaman soal kehamilan. Batinnya 100% yakin bahwa dia sedang mengandung. Hanya saja logika nya tetap butuh bukti nyata untuk menerimanya.


5 menit berlalu nampak 2 garis merah di alat tes kehamilannya

__ADS_1


“Firasatku tidak keliru, saat ini aku mengandung lagi" Air mata berjatuhan. Antara terharu dan sedih. Rencana yang sudah dirangkai jadi berantakan.


“Ah bagaimana ini? Apa harus aku beritau Bram? Atau aku sembunyikan saja sampai Bram melepaskan ku? Aku yakin jika Bram tau, dia tidak akan melepaskan ku secepat mungkin." Bella membaringkan tubuhnya sambil menatap ke atas.


“Sudahlah, aku tak akan menyembunyikan kehamilan ini tapi tidak akan mengumumkannya juga. Kalau Bram bertanya aku akan berterus terang dan kalau tidak aku pun tidak akan memberitau dia" batin Bella


Bella pun menjalankan aktifitasnya seperti biasa, untunglah bayi dalam kandungannya tidak rewel dan minta yang aneh-aneh. Bella hanya sesekali merasa pusing itupun kalau dia benar-benar kecapean. Usia kandungannya hampir 4 bulan, namun perutnya belum menunjukan perubahan yang signifikan. Memang dari kehamilan pertama pun bentuk perutnya mulai membulat di usia kehamilan 6 bulan dan Bella rasa yang sekarang pun akan seperti itu.


“Bella, sedang melamunkan apa?" Tanya Akbar membuyarkan lamunan Bella


“Ah tidak pak. Ini biasalah mikirin urusan pribadi. Maaf ya pak jadi ga fokus gini" Jawab Bella


“Tidak apa-apa Bell. Kamu sudah melalui banyak hal akhir-akhir ini. Aku mengerti." Jelas Akbar


“Terimakasih Pak" Bella menganggukan kepalanya


“Hmm ngomong-ngomong kamu agak berisi ya sekarang?" Goda Akbar


“Ah masa sih pak? Perasaan biasa aja" Bella memegangi pipi dan sisi lengannya


“Tapi lebih cantik Bell, jadi kelihatan lebih fresh" Jelas Akbar


“Bisa aja" Bella tersipu malu


Akbar pun berpamitan untuk pergi ke area lain. Bella kembali menyibukkan diri dengan segala macam aktifitasnya. Meski hamil, Bella tidak ingin manja. Tapi benar apa yang di katakan Akbar, dari penampilannya aura kecantikan Bella lebih terlihat, mungkin bawaan bayi yang di kandungnya membuat rona wajah Bella menjadi bercahaya.

__ADS_1


__ADS_2