
Dua bulan berlalu ..
“Queen jangan lari-lari nanti jatuh."
Bruk .. Queen menabrak seorang Pria dewasa berusia tidak terlalu jauh dari Momy nya
“Queen ini papah" Pria itu merangkul Queen yang menangis merasa asing pada orang yang berada di hadapannya
Bella menarik Queen dari pelukan pria itu.
“Apa mau mu? Kenapa tiba tiba kembali" Bella membentak pria yang tidak lain adalah Adam ayah kandung Queen
“Tenang Bella, aku hanya ingin menemui putriku. Bagaimanapun dia putriku." Adam menjawab dengan lembut
“Kemana saja kamu setahun ini Adam? Aku membesarkan Queen seorang diri, lalu tiba-tiba kau datang meminta hak mu untuk bertemu Queen" Tangis Bella pecah
“Maaf Bella aku sungguh minta maaf, saat itu aku merasa sangat tidak berguna. Aku merasa bersalah padamu karena selama ini menjadi benalu di hidupmu. Itulah alasannya aku pergi meninggalkanmu begitu saja. Aku berharap kamu mendapatkan ketenangan saat aku tiada. Namun aku, tak dapat menanggung lagi rindu pada kalian terutama pada Queen Bell. Aku mohon kamu mengerti" Adam menjelaskan panjang lebar
Bella tidak menjawab apapun bibirnya terasa kaku. Melihat Adam kembali, hanya membuat luka lama yang belum sembuh semakin menganga. Mengatasi trauma nya saja selama satu tahun masih belum cukup, kini dia bertemu lagi dengan lelaki brengsek itu.
“Pergi lah saja dulu, aku dan Queen butuh waktu. Aku takan melarang mu menemui Queen. Tapi jangan sekarang aku mohon" Bella memohon sambil berderai air mata
“Oke bell, ini nomor ku hubungi aku jika kamu sudah merasa siap. Aku akan menetap di Bandung sampai kamu mau menemui ku" Ucap Adam
“Cih seperti biasa dia selalu membuatku merasa terancam." Bella membatin
Bella dan Queen pulang ke rumah yang di berikan Bram. Bella tinggal bersama ART, pengasuh dan security nya saja tanpa keluarga lainnya.
“Pada siapa aku harus mengadu? Tidak mungkin pada ayah dan ibu. Mereka akan panik dan berbahaya untuk kesehatan mereka" Pikir Bella
Sejenak merenung Bella memikirkan Bram “Ya Bram, dia suamiku dia daddy nya Queen. Tentu dia akan membantuku menangani Adam" Bella yakin
tuutt .. tuutt .. tuutt
__ADS_1
Berkali kali Bella menghubungi namun tak sekalipun Bram menerima panggilannya. Lalu Bella menghubungi Kevin.
“Hallo Mr.Kevin" -Bella
“Ah iya Bell, bagaimana?" -Kevin
“Apa Bram sudah pulang ke indo? Ada yang harus aku bicarakan" - Bella
“Sudah, 2 minggu yang lalu. Bahkan schedule nya pun tidak padat. Dia cukup senggang untuk kamu hubungi." -Kevin
“Begitukah? Tapi aku mencoba menghubunginya tapi tak ada respon" -Bella
“Mungkin sedang ada tamu. Nanti aku cek ke ruangannya ya Bell" -Kevin
“Oke terimakasih Mr.Kevin" -Bella
“Ya sama sama Bell" - Kevin
Panggilan terputus. Kevin bergegas keruangan Bram
tok .. tok
“Bram kamu senggang" Tanya Kevin yang memperhatikan Bram sedang melihat beberapa file
“Tidak terlalu. Tapi masih bisa ditunda. Ada apa?" Bram balik bertanya
“Bella menghubungi ku, katanya kamu tidak merespon panggilannya" Ucap Kevin
“Bella istriku? Tumben sekali. Aku sampai lupa punya istri haha" Bram tertawa sinis
“Jangan keterlaluan kamu Bram. Aku yakin kamu sadar Bella menghubungi mu tapi kamu enggan menjawabnya. Sebenarnya ada apa antara kalian?" Tanya Kevin ketus
“Tidak ada apa-apa, jangan urusi lagi masalah rumah tangga kami vin. Kamu fokus saja pada urusan kantor. Jika Bella menghubungimu lagi abaikan saja kalau kamu masih mau bekerja sebagai asisten ku" Bram meradang
__ADS_1
“Ga ngerti lagi gue, terserahlah bini bini lu. Ga nyangka gue lu jadi kejam kaya gini." Kevin berbalik arah menutup pintu dengan kencang menandakan ia pun sedang tersulut emosi.
Flashback On
Bram POV
“Boy, aku mau kamu mengawasi istriku. Tidak perlu lakukan apapun. Cukup laporkan apa saja yang terjadi padanya" Titah Bram pada salah satu orang kepercayaannya
Boy selalu mengikut Bella kemanapun, mengetahui kegiatan nya dan bertemu siapa saja dia. Sampai Boy melapor bahwa Bella sering pergi makan dengan Akbar, awalnya Bram tidak keberatan. Sampai suatu waktu Bram mendapati video Bella menangis di pelukan Akbar, amarahnya tersulut bukan karena cinta tapi karena ego. Harga diri Bram merasa terluka, bagaimana bisa istrinya lebih memilih berada di dekapan pria lain di banding dengan suaminya sendiri. Terlebih Bram tau mereka saling mencintai. Bram merasa di khianati. Semenjak saat itu, Bram menghentikan Boy untuk mengikuti Bella.
“Baiklah Bell, aku tak akan mempedulikanmu lagi. Ini lebih untuk kita berdua."
Flashback Off
Bella menunggu kabar dari Kevin namun Kevin tak kunjung mengabari. Bella menghubungi Bram namun Bram tak bisa dihubungi. Sedangkan Adam semakin gencar meneror Bella. Adam mulai mengunjungi tempat kerja Bella, bahkan depan rumah Bella. Alasannya selalu sama, ingin bertemu dengan Queen. Bella tidak bisa sepenuh nya percaya membiarkan Queen bersama Adam.
“Aku tak bisa membiarkan ini. Sudah sebulan Adam menerorku, berarti sudah 3 bulan Bram mengabaikanku. Mungkin hanya Pak Akbar yang saat ini bisa membantuku mengatasi Adam." Bella langsung menghubungi Akbar dan meminta bantuan darinya.
Dalam panggilan antara Akbar dan Bella
“Kenapa baru sekarang kamu bercerita? Harusnya di hari pertama dia mendatangimu kamu segera menghubungi aku." -Akbar
“Aku menunggu tindakan Bram, selama sebulan aku menanti namun aku tetap tidak bisa menghubunginya" -Bella
“Bella, sadar. Dia tidak menganggapmu istrinya. Dia tidak peduli padamu dan Queen." -Akbar
“Aku bisa apa Pak?" Tangis Bella pecah perkataan Akbar mengiris hatinya. Bella ceroboh percaya dan berharap pada Bram
“Aku akan menemui Adam, kamu kirimkan nomornya segera" -Akbar
Akbar dan Adam pun bertemu keesokan harinya. Akbar memberikan sejumlah uang agar Adam menjauh, jika tidak Akbar akan menggunakan jalur hukum untuk membuat Adam tidak berkutik. Adam setuju untuk menjauh dari Bella dan Queen dengan syarat ingin bersama Queen selama satu hari. Adam pun setuju asal Akbar ikut menemani. Hari itupun tiba Akbar membawa Queen menemui Adam, Adam mengambil beberapa foto bersama Queen dan menitipkan Queen pada Akbar.
“Akbar terimakasih udah ngasih kesempatan gue nemuin Queen. Sampein maaf gue ke momy nya. Gue sadar pasti berat buat dia nemuin gue" Ucap Adam
__ADS_1
Akbar mengangguk.
Bagaimana tidak berat untuk Bella, dia hampir gila oleh Adam secara fisik dan mentalnya terluka. Belum lagi secara finansial Bella habis-habisan di peras oleh Adam. Bahkan saat pertama melihat Adam kembali, Bella langsung demam semalaman teringat akan hal buruk yang sudah Adam lakukan. Bella jadi paranoid, tubuhnya mengecil karena selama satu bulan Bella tidak bisa makan dan tidur dengan benar.