
" Good morning daddy .. " Sapa Bella dengan wajah ceria begitu Bram membuka matanya.
" Morning sayang, cerah banget " Sapa Bram dengan suara serak bangun tidur.
" Aku seneng banget pokonya muaah muaah muaah " Bella mencium seluruh bagian wajah Bram.
" Kenapa sih cerita dong "
" Gak mau kasih tau blee " Bella hendak beranjak namun Bram segera mendekap tubuhnya dari belakang lalu memeluk perut Bella erat.
" Eh eh jangan kenceng kenceng, dede bayi nya kegencet " Ucap Bella reflek.
" Bilang apa tadi ? Bayi ? Kamu hamil Bel ? " Bram membalikkan tubuh Bella agar menghadapnya.
Bella tak menjawab, hanya mengangguk sambil tersenyum. Seketika hati Bram menghangat, kebahagiaan nya sampai di puncak. Bram memeluk Bella dengan mata berkaca kaca lalu bersujud mengucap syukur pada Sang Pencipta.
" Alhamdulillah, Assalamu'alaikum bayi .. Sehat sehat ya di dalem perut mommy " Bram mencium perut Bella berulang sambil menyapa calon bayi mereka.
" Aku terharu huhu " Bella meniup ke arah mata nya sambil sesekali mengusap sudut matanya yang basah.
" Makasih ya sayang, aku gak tau lagi harus bilang apa. Tapi aku bersyukur punya kamu sama anak anak kita. Aku bakal jaga kalian sampe nafas terakhir ku "
" Jangan ngomong gitu, aku paling gak suka kamu ngomong ngomong masalah pergi lah mati lah aku gak suka " Bella mengelus rambut Bram lembut.
" Iya bumil, ini bayinya kayanya cewek deh soalnya kamu ngomel mulu haha "
Begitu selesai dengan urusan mandi dan mempersiapkan segala macam keperluan untuk berangkat kerja. Bella dan Bram pun turun menuju meja makan.
" Pagi Queen, Zayn ... " Sapa Bram.
" Pagi daddy, mommy "
" Pagi sayang " Jawab Bella seraya mengecup kedua anaknya.
" Daddy punya kabar bahagia buat kalian. Hmm langsung aja ya ? Sebentar lagi kalian punya adik bayi. " Ucap Bram dengan excited.
" Bener mommy ? Tapi dedenya gak bakal pergi lagi kan ? " Tanya Queen penasaran.
" Iya sayang, InshaaAllah enggak. Kita jaga bareng bareng ya ? "
" Yee, Zayn mau punya adik kecil. Nanti Zayn jadi kaka kaya kakak Queen. "
" Iya sayang, seneng banget ya ? "
" Banget mommy ! Alhamdulillah Ya Allah "
__ADS_1
Pagi itu di lalui mereka dengan suka cita, Bram juga segera mengajak Bella untuk ke poli kandungan memeriksaan keadaan janin yang di kandung Bella.
" Selamat dokter Bram dokter Bella, sudah di pastikan positif. Usia kehamilan baru berjalan 5 minggu. Kali ini saya akan resepkan asam folat dan juga penguat kandungan ya ? Dan Bella, kita sekarang lebih hati hati ya ? " Ucap Darel.
" Rel thank you .. Tolong rawat bayi sama istri gue sampe lahiran selamat "
" Pasti Bram, gue bakal jaga mereka sebaik mungkin. "
Setelah pemeriksaan selesai, Bram menuju ruangan Kevin mencari keberadaan sahabatnya itu untuk berbagi kebahagian. Selain dengan Kevin, Bram juga ingin membagi kebahagiaan dengan seluruh staf rumah sakit.
" Alhamdulillah, semoga sehat selamet sampe waktunya Bram "
" Aamiin, do'ain ya Bro. Oya .. Minta tolong chef rumah sakit buat bikin makan siang menu spesial dan free buat semua staf terus bikinin juga dessert kali kali kita harus jamu staf kita serasa di restauran bintang 5, kalo Chef kita kewalahan Lo sewa Chef dari luar. Sediain di kantin rumah sakit ya, nanti Lo kasih pengumuman termasuk ke OB " Intruksi Bram.
" Budget nya ? "
" Dari gue pribadi bro, gesek aja sebanyak yang Lo butuhin tapi jangan di gelapin Lo bukan mafia haha "
" Siap bos, orang kaya beda ya ? Sekalinya traktir langsung satu rumah sakit di bikin perjamuan mewah. Gue do'ain rezeki Lo makin banyak Bram "
" Aamiin, yaudah gue balik ruangan thanks Vin. Nanti gue kasih bonus buat Lo "
Kabar segar itu segera menyebar di kalangan staf rumah sakit, tak ada perbedaan kasta semuanya akan menikmati hidangan yang sama di tempat yang sama secara berbaur dan bergantian mengikuti waktu jaganya.
" Kenapa ? "
" Dia bikin perjamuan mewah buat semua staf di kantin sampe sewa Chef dari luar. Semua di lakuin buat syukuran kehamilan Lo. Btw selamat sayang, gercep banget Lo " Amanda menyenggol pundak Bella.
" Thank you Manda, Bram kalo syukuran emang anti mainstream gak aneh lagi gue. Banyak duit banyak sedekah nya dia haha Alhamdulillah "
" Nanti Akbar gitu gak ya ? Jadi pengen cepet di halalin "
" Cepet dong koas udah mau selesai masih aja tunangan .. Jadi kapan ? "
" Nanti deh beres koas. "
" Udah beres koas nanti deh beres internship terus aja gitu sampe Lo jadi profesor haha " Mereka terkekeh bersama dengan santainya.
Perjamuan pun siap, hari ini begitu meriah kehamilan Bella di rayakan dengan penuh sukacita. Tidak lagi di rahasiakan seperti yang lalu, dengan begini Bram berharap tak akan lagi ada yang berani menyakiti Bella.
Ayu
Mas, aku udah punya jawaban
Satu pesan masuk ke ponsel Kevin ketika dirinya baru saja merebahkan tubuh di sofa ruang kerjanya.
__ADS_1
^^^Kevin^^^
^^^Mas kesana sekarang^^^
Padahal Kevin baru saja selesai dengan urusannya mempersiapkan jamuan untuk para staf, namun rasa lelahnya seketika hilang begitu mendapat pesan dari Ayu.
" Bram gue udah selesai ya ? Gue ada perlu dulu urgent masalah masa depan " Ucap Kevin begitu membuka pintu ruangan Bram.
" Apaan sih random banget. "
" Pokoknya gue keluar dulu ! Bye .. " Kevin bergegas pergi menuju area parkir lalu memacu kendarannya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Bram, tempat Ayu berada.
Tanpa mengetuk pintu Kevin langsung memasuki rumah mewah itu, Kevin pun sudah tau pin rumah Bram jadi tak perlu repot lagi memanggil seseorang untuk membukakan pintu.
" Ayu .. " Panggil Kevin.
" Loh udah nyampe aja mas, kamu terbang ? "
" Iya aku naik pesawat tempur kesini. Soalnya ini kaya medan perang buat aku. "
" Ngelantur .. " Ayu menepuk lengan Kevin.
" Jadi gimana Yu to the point aja, aku udah jantungan. "
" Hmm, seperti yang mas bilang. Aku gak akan tau kalo belum aku coba. Aku mutusin buat nerima mas kalau mas belum berubah pikiran. "
" Belum lah gila aja udah di tungguin lama masa berubah pikiran haha "
" Jadi sekarang ? "
" Sekarang kamu resmi jadi pasangan aku Yu "
" Tapi maaf mas buat ke jenjang yang lebih serius aku harap mas mau bersabar. Aku butuh penjajakan terlebih dulu. "
" Aku ngerti, makasih ya Yu " Reflek Kevin memeluk Ayu mengangkatnya lalu berputar putar.
" Mas malu ada anak anak nanti "
" Sorry aku reflek saking senengnya. Kamu jangan nyesel ya nerima aku ? Mulai sekarang aku bakal nempelin kamu terus "
" Ya jangan gitu mas. Kan mas juga harus kerja .. "
" Yaudah nemplok virtual aja aku Yu hehe "
Bukan hanya Bram dan Bella yang mendapat jatah kebahagiaan, akhirnya setelah sekian lama Kevin pun mendapat gilirannya.
__ADS_1