Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Baby Boy


__ADS_3

Hari ini bulan ke lima kehamilan Bella, perutnya mulai menonjol meski belum terlalu jelas jika Bella menggunakan dress atau kemeja yang lebar. Bella sudah menjadwalkan kontrol kandungan untuk hari ini. Seperti sebelumnya, Bella akan berangkat seorang diri menggunakan taksi online. Bella termasuk orang yang tertutup jika berkenaan dengan masalah pribadinya. Sekalipun keluarga, Bella lebih suka menutupinya selagi masih bisa di tutupi.


Baru saja Bella membuka pintu tiba-tiba security memanggilnya.


“Bu, di depan ada yang mengantar motor pesann Bu Bella katanya" Ujar Pak Ujang. Security rumah Bella


“Hah motor? Siapa yang pesan motor? Aku tidak memesan apapun." Bella terperanjat dan segera melihat kehalaman rumahnya.


Dua motor sport sekaligus yang sudah di modifikasi dengan apik.


Notifikasi pesan masuk dari Bram muncul di layar depan ponsel Bella.


Bram : Terimalah hadiah kecilku. Yang ini untuk hobimu. Jangan sampai menyewa lagi.



------------------------------------------------

__ADS_1


Bram : Dan yang ini untuk kamu pakai sehari-hari jika jenuh memakai mobil. Ingat aturan, jangan berlebihan di jalan raya.



--------------------------------------------------


Bram : Keduanya sudah ku modifikasi, namun jika kamu kurang cocok aku akan memanggil mekanik ku kesana.


-------------------------------------------------


Tiga pesan masuk berturut-turut yang membuat Bella terpaku memikirkan jawaban apa yang tepat. Menerimanya namun berlebihan, menolaknya namun takut membuat Bram tersinggung. Bagaimanapun Bram sudah berusaha keras untuk membuat hadiahnya itu terlihat sempurna.


Bella : Terimakasih Bram untuk hadiahmu, aku akan menerimanya meski ini berlebihan. Namun, jangan lakukan lagi.


Bram : Ya hanya kali ini Bella


“Sayang aku tidak bisa menggunakan nya untuk saat ini Bram. Namun aku akan merawatnya dengan baik. Terimakasih atas dukunganmu." batin Bella

__ADS_1


Kedua sepedah motor sport itu pun Bella terima, setalah serah terima Bella pun berangkat melanjutkan niatannya untuk kontrol kandungan.


Wijaya Medical Center


Bella mendaftarkan diri dan mengisi seluruh formulir pendaftaran. Bella mengisi nama suami dengan inisial Bram A.W dan pekerjaan suami sebagai wirausaha. Bella tidak ingin identitasnya sebagai istri dari Presdir Wijaya Group diketahui karena pasti akan menimbulkan kericuhan dengan perlakuan berlebihan mereka. Bella lebih nyaman di layani seperti pasien pada umumnya.


Nama Bella pun di panggil, Bella membaringkan tubuhnya di ranjang pemeriksaan.


“Maaf ya Bu Bella, saya akan melakukan USG di bagian perut anda." Seru seorang dokter perempuan, usia nya masih cukup muda sepertinya seumuran dengan Bram namanya Daisy.


Dokter tersebut melihat setiap inci dari rahim Bella, terlihatlah ada bayi yang sudah mulai terbentuk sempurna. Tangan kaki bahkan kelaminnya pun sudah cukup jelas


“Bu Bella selamat sepertinya anda akan memiliki pangeran kecil" Ucap dr.Daisy


“Pangeran? It's a boy ! " Seru Bella bahagia


“ Ya betul Bu Bella. Perkembangannya cukup baik. Plasenta bagus, berat badan dan ukurannya sesuai. Saat ini Bu Bella tinggal menjaga sampai lahir kedunia dengan sehat dan selamat. Saya akan resepkan vitamin dan zat besi karena dari pengecekan lab hemoglobin Bu Bella rendah. Ini akan mempengaruhi pada masa kehamilan dan persalinan nanti" Saran dr.Daisy

__ADS_1


“Terimakasih dok atas penjelasannya" Jawab Bella yang berpamitan dan meninggalkan ruangan.


Di bagian administrasi Bella meminta untuk di cetakan juga rekaman hasil USG itu untuk berjaga-jaga jika suatu saat Bram ingin melihatnya. Bella merasa bersalah tidak memberitau Bram, dan sebagai gantinya setiap kontrol kandungan Bella berjanji akan meminta salinan video hasil USG nya.


__ADS_2