Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Lelaki 99% Sempurna


__ADS_3

Bella menggeliat kala merasakan kehangatan di perutnya lalu suara itu terdengar begitu indah dan familiar. Mata Bella terbuka perlahan, kepalanya masih pusing namun sudah lebih baik.


" Fabiayyi a'laa Irabbikumaa Tukadziban .." Suara Bram terdengar begitu jelas sedang melantunkan surat Ar Rahman dengan tangan yang masih setia mengusap perut Bella.


" Bram " Panggil Bella dengan suara serak.


" Sadaqallahul adzim .. " Bram menutup Al Qur'an nya lalu di tatap Bella yang mulai sadarkan diri.


" Sayang Ya Allah akhirnya kamu sadar juga. Kamu lama banget sadarnya kaya putri tidur tau " Bram mencium tangan Bella.


" Maaf Bram aku bikin kamu khawatir ya ? Operasi kamu lancar ? "


" Lancar ko. Minum dulu Bel " Bram menyodorkan segelas air ke mulut Bella dengan perlahan.


" Makasih ya daddy. Maaf istrimu masih sering merepotkan. Dede bayi gak papa tapi ? "


" Kamu gak ngerepotin aku, kamu gini juga karena lagi ngandung anak aku di tambah kerjaan kita emang berat. Bayi kita baik baik aja. " Bram mengecup kening Bella.


" Syukurlah .. Kapan aku boleh pulang ? "


" Kalau itu butuh beberapa hari sayang, kamu harus transfusi. HB kamu drop sampe 5 "


" Pantesan aja pusing lemes kebas aku Bram " Keluh Bella.


" Kenapa gak bilang ? "


" Takut kamu larang aku buat lanjutin koas .. " Bella menundukkan kepalanya karena saat ini dia dalam posisi duduk.


" Bella .. Aku tau ini impian kamu, aku gak akan ngehambat kamu tapi setidaknya kalau kamu bilang kamu sakit, aku akan berusaha semaksimal mungkin buat ngejaga kalian " Ucap Bram serius.


Bella tak bisa berkata apapun, jika dulu Bram adalah orang yang tegas dan keras pada pendiriannya namun kini Bella merasakan bahwa Bram lebih lembut dan pengertian. Bahkan Bella bisa melihat ketulusan dari sorot mata Bram. Bella yang sedang dalam posisi duduk pun kini melingkarkan tangannya di leher Bram.


Cupp ..

__ADS_1


Bella mengecup bibir Bram, merasakan sentuhan lembut di bibirnya Bram pun membalas ciu*man itu penuh kelembutan tak ada nafsu disana hanya ciu*man kasih sayang. Bram mengusap punggung Bella hangat, bayangkan betapa nyamannya saat tangan lembut nan kekar itu mengusapnya.


" Aku mencintai mu Bram .. " Ucap Bella saat melepaskan pangutannya.


" Aku jauh lebih mencintai kamu Bella " Bram tersenyum jarinya kini tengah menghapus bekas lu*matan di bibir Bella.


" Ekhem .. " Seseorang dari belakang sana membuyarkan ke romantisan mereka.


" Sumpah ya kalian bisa bisa nya kaya pengantin baru gini " Ucap Kevin seraya masuk dan duduk di sofa.


" Emang pengantin baru, kenapa sirik Lo ? " Cerca Bram.


" Anak kalian udah mau tiga, kalo Lo gini terus bisa bisa tiap tahun Bella hamil. Gue repot deh harus handle terus kerjaan Lo " Mereka terkekeh mendengar keluhan Kevin.


" Dasar asisten gak tau diri "


" Btw, semoga cepet sembuh ya Bella kasihan anak anak pasti nunggu Lo di rumah. Dan Lo Bram, udah tau bini Lo lagi koas malah Lo bikin bunting. Demen bener bikin susah orang "


" Ya gimana dong abisnya enak jadi kebablasan deh. Ahh sakit ampun Bel " Bella mencubit pinggang Bram sekuat tenaga.


" Haha nikahin dong Ayu katanya suka masa gak berani serius " Bella membuka suara.


" Ayu nya gak mau sama gue, pengen orang biasa aja katanya takut ribet kaya kalian. "


Kasihan sekali Kevin, sekalinya ada yang disukai malah tak bisa mendapatkan. Wajar kalau Ayu trauma pada pernikahan saat dengan setia selama tujuh tahun ini mendampingi Bella melihat jatuh bangunnya seperti apa dan bagaimana penderitaan yang harus di pikul mungkin jika bukan hamil Bella pun akan berpikir lebih baik menikahi pria yang biasa biasa saja.


Malam sudah larut, Bella terbangun di tengah tidurnya ditatapnya Bram yang kini tertidur dengan kepala bersandar di bed Bella. Bella mengelus rambut Bram yang terasa sangat halus.


" Hmm kenapa bangun sayang ? " Tanya Bram yang kemudian mengangkat kepalanya.


" Gak tau, kebangun aja. Ya mungkin tidur lebih enak kalo di rumah sendiri. "


" Kamu mau sesuatu ? Biasanya kamu kalo kebangun suka pengen nyemil. " Tanya Bram dengan mata yang masih setengah terbuka.

__ADS_1


" Aku mau nyemilin kamu kalo bisa. Kamu manis banget sih Bram gak ngerti lagi aku candu banget lihat kamu "


" Haha Bella serius ? Kamu lucu banget tau, 7 tahun loh Bel kita bareng bareng "


" Iya padahal udah lama tapi aku kaya ABG kasmaran. " Aku Bella sambil mengusap wajah Bram.


" Cepet sembuh ya sayang, kalo udah sembuh nanti di rumah kamu bebas nyemilin aku haha " Kekeh Bram.


Perasaan ini gak bisa gue kendaliin tolong, makin di goda makin tergoda dong gue. Lagi tepar aja gini, bawaan bayi pasti.


Bram bermanja manja menciumi perut Bella seperti anak kucing. Bella hanya menatap gemas tingkah suaminya itu.


" Bram lembur ? " Tanya Bella yang baru menyadari Bram tertidur mengenakan jas putihnya.


" Iya kan observasi pasien yang tadi operasi Bel terus juga aku punya pasien disini. " Tunjuk Bram pada pipi Bella.


" Yaelah kenapa malah disini. Disana aja atau istirahat di ruang jaga Bram, enak loh ada ranjang empuk kamu bisa tidur bentar. "


" Mana bisa aku tidur tenang sementara istri aku yang cantik ini terbaring sendiri disini. Yang sakit itu kamu Bel, jadi jangan khawatirin aku. " Bram mengelus rambut Bella.


" Bram anak anak gimana ? "


" Gak papa mereka ngerti kamu sama aku lagi sibuk di rumah sakit, aku VC mereka ko hmm sehari ini udah tiga kali deh kalo gak salah. "


" Hebat bener suami aku, kalo ada yang hujat kamu bakal aku siram pake air bekas pel toilet umum. Kamu tuh idaman tau Bram, dosen yang hebat, temen yang nyenengin, suami yang perhatian, ayah yang penyayang, anak yang penurut. Sampe bingung aku kurangnya kamu dimana .. "


" Aku masih berusaha Bel. Aku sadar di masa lalu aku terlalu banyak nyakitin kamu. Sekarang aku pengen kamu bahagia sama aku. " Bram membawa kepala Bella bersandar di dada bidangnya.


" Bram kalo kamu larang aku lanjut koas aku beneran bakal berenti, aku ngerasa gini aja udah cukup asal sama kamu. "


" Jangan Bel, kamu harus wujudin mimpi kamu. Justru kamu harus makin semangat karena sekarang ada aku sama anak anak yang dukung kamu. Ya gak baby ? " Bram mengajak tos pada perut Bella.


Bella hanya mengangguki perkataan Bram, mungkin seiring bertambah usia juga Bram semakin berwibawa dan bijaksana belum lagi kesabarannya yang semakin luas, wanita mana yang tidak akan jatuh cinta jika di hadapkan dengan seorang pria yang seperti Bram ?

__ADS_1


99% sempurna !


__ADS_2