Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Berakhir Sudah


__ADS_3

Disinilah mereka kini, duduk berlawanan sebagai penggugat dan tergugat di sebuah sidang. Mungkin di awal pernikahan yang hanya sekedar kesepakatan bahkan skenario ini sudah di siapkan, namun siapa sangka hal ini terjadi setelah mereka menjalin tiga tahun bahtera rumah tangga dalam keadaan di tengah mereka ada anak-anak. Apa Bella menyangkanya ? Tidak ! Apa Bram menyangkanya ? Tidak juga ! Namun garis takdir membawa mereka disini. Di titik 0 titik terendah hubungan mereka berada.


Bella tak dapat menyembunyikan guratan luka dan kecewa, matanya berkaca-kaca namun sekuat tenaga di tahannya. Bram hanya terlihat begitu dingin seolah acuh padahal hatinya pun ikut bergejolak.


" Apa kah penggugat sudah yakin dengan keputusannya dan tidak akan menyesal atau berubah pikiran ? "


" Tidak, saya sudah yakin. "


" Baiklah apa tergugat secara sadar menerima gugatan dari penggugat ? "


" Ya saya menerimanya. "


Kurang lebih begitulah percakapan yang terdengar di altar panas perpisahan di depan sana. Kevin yang menjadi saksi hanya bisa menarik dalam tak bisa ikut membantu meyelamatkan pernikahan keduanya. Sidang putusan pun di buat, hakim mengetuk palu dan menyatakan jatuhnya talak satu antara Bella dan Bram sebagai akhir dari sidang menandakan berakhirnya sudah hubungan antara Bram dan Bella. Keduanya kini resmi menyandang kembali gelar duda dan janda. Meski mereka bungkam nyatanya awak media lebih lihai mencari informasi, seketika kabar runtuh nya rumah tangga seorang presdir Bram menjadi tranding topic ada sebagian yang menyayangkan ada pula sebagian yang bersyukur dapat mencuri kesempatan.


Bram keluar dengan langkah dingin dan tatapan mematikan, di luar para wartawan sudah siap untuk menghadang namun Bram berjalan dengan cepat di kawal beberapa bodyguard memasuki mobilnya. Sedang Bella kini siapalah dia, tak ada perlindungan tak ada penjagaan ketat, hanya ada sahabat-sahabat yang menemani menjaga Bella agar tidak terlalu di sudutkan awak media.


Bram menarik dasinya kasar lalu mengusap wajah dan rambutnya, Kevin tau sahabatnya itu lebih kalut daripada yang terlihat kini.


" Bram are u oke ? "


" I'm not .. Lo tau gue pertahanin dia mati-matian ? Setelah Zayn lahir gak pernah terpikir sedikit pun gue nyampe di titik ini. "


" Bella memang keras kepala Bram, tapi dia punya alasan sendiri. Ikhlaskan, biarkan dia mengepakkan sayapnya bebas kemanapun dia mau. "


" Lantas gue ? Gue sama anak-anak terjebak dalam belantara ! "


" Bram Lo pria hebat, gue yakin Lo bisa bimbing anak-anak meski tanpa Bella. Toh Bella juga kan hampir tiap hari dateng ke rumah Lo meski cuman bentar. Lo gak akan tersesat selagi Lo ada di jalan yang bener. Lo fokus aja tujuan Lo, anak-anak Lo. "

__ADS_1


" Gak nyangka ternyata sesek banget Vin ! " Bram menunduk menutup wajahnya dengan tangan menahan air mata yang kini jatuh berhamburan


Perasaan apa ini ? Bergeliat begitu menyakitkan seakan ditikam puluhan anak panah.


Bram menepuk dadanya yang terasa sesak lalu menyandarkan kepalanya mendongak.


" Berenti bentar Vin, gue harus ngirup udara. Dada gue sesek banget ! " Pinta Bram yang langsung di iyakan Kevin.


Mobil Bram menepi di pinggir jalan yang cukup sepi.



" Lo mau ke rumah sakit Bram ? Gue khawatir ini pertama kalinya Lo gini. " Kevin menepuk punggung Bram yang menangis nampak kesakitan


" Vin .. sumpah gue sakit banget. " Sebelah tangan Bram bertumpu pada lengan Kevin dan sebelah nya lagi hanya memegangi dadanya yang merasa di tikam


Bram merasa bersama Bella dalam keadaan apapun dia selalu berada dalam zona aman karena sebesar apa kesalahan Bram Bella akan memaafkan dan memakluminya. Itulah kesalahan fatal yang tak di sadari Bram, dia lengah dan menyepelekan perasaan Bella.


" Tarik nafas Bram, bentar gue bawa minum dulu. " Kevin bergerak cepat menuju mobil lalu membawa sebotol mineral untuk meringankan rasa sakit sahabatnya


" Minum dulu Bram, atur nafas Lo. Gue rasa Lo kena panic attack. "


Bram lekas meminum nya lalu menarik nafas dalam mencoba menenangkan diri dan hatinya yang terasa sangat tak nyaman. Rasa yang sama ketika di tinggalkan Dilara dulu padahal harusnya tidak sesakit itu karena jelas Dilara meninggalkannya untuk selamanya sedangkan Bella masih ada bahkan jika Bram mau Bram bisa menemui nya kapan saja di rumahnya sendiri ketika menjenguk anak-anak. Perlahan Bram pun tenang, nafasnya sudah kembali teratur dadanya pun tak sesakit tadi namun kini perasaannya berganti hampa.


" Udah baikan ? Mau ke rumah sakit atau mau balik aja ? "


" Balik aja Vin, gue mau ketemu anak-anak. "

__ADS_1


Kevin memapah Bram bangkit masuk ke dalam mobil. Mereka melanjutkan perjalan menuju rumah dimana hari pun mulai gelap.


Sesampainya di rumah Bram segera membersihkan diri dan berganti pakaian barulah Bram naik ke kamar anak-anak. Di dalam ada Zayn yang tertidur sedang Queen masih terjaga.


" Yu bisa tinggalkan saya dulu ? " Pinta Bram


" Tentu pak .. " Ayu segera keluar dari kamar


" Queen, kenapa belum bobo ? " Tanya Bram lembut


" Mau bobo mommy " Jawab balita berusia 4 tahun itu polos


" Mommy lagi sekolah dulu besok siang pasti kesini nemenin Queen makannya Queen bobo biar Mommy cepet pulang. "


" Queen kangen Mommy " Ucapnya lirih sambil memainkan tangannya di atas perut boneka


" Semua juga kangen Mommy, tapi hmm .. " Kini tenggorokan Bram terasa kering seperti sesuatu mengganjal disana. Hidung dan mata Bram pun memerah.


" Tapi Mommy harus selesain dulu tugasnya. Nanti kalo udah selesai Mommy pasti kumpul lagi sama Queen sama Zayn. " Tanpa terasa air mata jatuh membasahi pipi Bram


Dengan lembut Queen mengusap pipi Bram yang basah.


" Why are u crying dad ? Maaf Queen nakal ya ? " Queen memeluk Bram dengan tangan mungilnya


" No sayang, kamu anak baik. Daddy hanya kelilipan. "


" Jangan menangis lagi Dad, sini Queen temenin Daddy bobo biar Daddy gak kesepian. Queen juga kalo Mommy gak ada suka kesepian Dad. " Ucap nya sambil berbaring di samping Bram

__ADS_1


Hati Bram begitu tersentuh oleh putri sambungnya itu, terbersit dalam benaknya anak-anak pasti kesepian beberapa minggu kebelakang karena Bram tak pernah menemani mereka bahkan tidak melirik mereka. Bram sibuk memikirkan perasaan dan urusannya sendiri. Dipeluknya Zayn dan Queen erat, Bram merindukan mereka, sangat. Dan juga Bram merindukan .. ' Bella '


__ADS_2