
Bram sudah berada di Changi Airport dan akan pergi menuju Marina Bay untuk bertemu salah satu koleganya. Banyak permasalahan bisnis yang harus di perbaiki semasa tertunda karena urusan pribadinya. Hari itu Bram bertemu dengan Bryan Alexander seorang pemilik Perusahaan Properti terbaik disana.
" Selamat datang Mr.Bram .. " Sambut Bryan.
" Terimakasih Mr.Bryan, senang bertemu dengan anda. "
" Tentu saya juga senang bertemu dengan anda. Silahkan duduk Tuan. " Sapa Bryan ramah.
" Luar biasa indah sekali ya disini ? "
" Ya saya sendiri yang mendesign interiornya, saya terinspirasi dari istri saya yang sangat menyukai suasana yang terang dan melihat keindahan malam sehingga saya membuat seluruh ruangan di kelilingi kaca. "
" Pria seperti kita memang hanya akan takluk pada satu makhluk, yaitu wanita. "
" Haha anda benar Mr.Bram .. " Percakapan ringan mereka mengalir begitu saja sampai pada percakapan bisnis yang mulai berat.
" Anda sepertinya sudah mendengar kabar terkait project pembangunan pabrik saya yang sempat mangkrak karena ulah oknum pengembang yang membawa lari uang perusahaan. Saya menerima kerugian hingga ratusan ribu dolar. "
" Ya tentu, itu menjadi topik hangat di kalangan kami karena pengembang properti yang memenangkan tender perusahaan anda termasuk perusahaan ternama. "
" Oleh karena itu, saya ingin menyerahkan project pengembangan pabrik saya ke perusahaan Mr.Bryan. Saya sudah melihat track record perusahaan anda tidak mengecewakan. "
" Tentu, bagi saya kepuasaan klien di atas segalanya. Harusnya dulu kita langsung bekerja sama. " Bryan tertawa sekilas
" Ya anda benar Mr.Bryan, sayang saat itu perusahaan anda tidak mengikuti tender perusahaan kami. "
" Ya saat itu saya sedang fokus pada kesehatan istri, selama setahun saya tidak mengambil project apapun. "
" Benarkah ? Lalu bagaimana kabar istri Tuan saat ini ? "
" Dia sudah menjadi bidadari di syurga. Tepat 2 minggu yang lalu. "
" Oh I'm sorry for your loss. My deepest condolances to your family Mr. Bryan. "
" Terimakasih Mr.Bram .. "
Kedua pria workaholic itupun berbagi cerita dari mulai masalah bisnis hingga masalah pribadi, seperti seorang sahabat lama yang tidak bertemu. Bram dan Bryan memiliki cara pandangan, pengetahuan dan kecakapan yang seimbang sehingga komunikasi mereka terjalin dengan baik. Tak terasa waktu pun memasuki malam, Bryan mengundang Bram untuk menginap di rumahnya, Bram merasa undangan itu ada baiknya untuk membuat hubungan perusahaan mereka semakin menguat.
Di kediaman Bryan, seorang gadis cantik baru saja turun dari lantai dua ketika mereka baru saja hendak memulai makan malam.
" Oh iya Mr. Bram perkenalkan ini hmm bagaimana saya menyebutnya ? " Bryan menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal.
" Saya istri Dad ah no maksud saya Bryan. "
" Ya dia istri saya, kami menikah beberapa saat sebelum Sarah meninggal. "
__ADS_1
" Ah begitu .. Saya ucapkan selamat untuk pernikahan kalian Mr.Bryan. "
" Thanks Mr.Bram oh ya bagaimana dengan anda apa sudah berkeluarga ? "
" Ya tentu, saya memiliki seorang istri dan 2 orang anak. "
" Beruntung sekali anda Mr.Bram .. Dari Sarah saya tidak mendapatkan keturunan dan untuk Celine saya rasa kami harus menunggu cukup lama karena Celine masih bersekolah. "
" Oh ya ? Istri saya juga baru masuk perguruan tinggi dan kami tetap memiliki bayi. Saya rasa itu tak menghalangi kalau kalian berdua sepakat terlebih dahulu. "
" Sepertinya istri anda juga masih muda ? "
" Ya kami berbeda sekitar 11 tahun. "
" Tidak terlalu jauh, kalau kami bedanya sekitar 23 tahun haha " Kekeh Bryan
" Tidak masalah, semoga kalian segera di anugerahi momongan yang sehat dan sempurna. "
Melihat keadaan Bryan dan Celine, Bram segera mengucap syukur berulang kali teringat dirinya pernah menjadi suami durhaka padahal istrinya sudah berjuang memberi keturunan untuknya. Setelah makan malam Bram segera menghubungi Bella.
" Halo sayang .. "
" Hmm yaa "
" Apa aku mengganggu mu Bel ? Sepertinya kmu sudah tidur. "
" Maaf .. "
" Maaf karena apa ? Itu sudah kewajibanku. "
" Maaf selama ini aku menuntut mu untuk menjadi wanita yang sempurna padahal kamu sudah memberiku keturunan merupakan salah satu kesempurnaan yang tidak setiap wanita miliki. Aku beruntung memilikimu Bella. " Terdengar suara Bram sedikit bergetar.
" Jangan begini, apa sesuatu terjadi padamu ? "
" Tidak, tidak ada yang terjadi hanya saja hari ini aku bertemu seorang kolega. Beliau sudah menikah belasan tahun namun tak memiliki keturunan karena istrinya sakit-sakitan tapi beliau tetap sangat mencintainya menerimanya apa adanya bahkan menikah lagi hanya karena itu permintaan istrinya sebelum wafat. Sebelumnya bahkan beliau terus menerus menolak untuk menikah lagi. "
" Maa sha Allah .. beliau pasti pria yang luar biasa Bram. Tapi bagiku kamu pun tetap luar biasa. "
" Aku merasa malu karena sempat tidak menerima mu apa adanya. Aku kufur nikmat ya Bell. "
" Tak papa, semua ada hikmahnya kan ? Oh ya sudah shalat daddy ? "
" Udah yang .. Kamu udah ? "
" Belum, aku kan ketiduran barusan. Aku shalat dulu ya mumpung Zayn anteng bobo nya. "
__ADS_1
" Iya boleh sok. I love u mommy Queen n Zayn. "
" I love u too daddy .. "
Panggilan telpon pun terputus, Bram membuka laptopnya lalu mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang tadi siang belum selesai. Besok, rencana nya Bram akan pergi mengunjungi pabrik baru dan melakukan beberapa sidak ke bagian management pabrik itu. Bram berharap dapat menemukan sesuatu tentang penggelepan uang yang kemungkinan komplotannya masih diam-diam menggerogoti dari dalam.
...----------------...
Setelah 2 hari yang lalu Bram mengantar Bella ke kampus, hari ini pihak kampus kembali memanggil Bella untuk datang ke kampus menyelesaikan berkas masuk nya dan melakukan berbagai tes untuk melihat layak tidak nya Bella diterima di kampus itu. Meski Bram merupakan sponsor namun Bram tidak memanfaatkan kekuasaannya untuk memasukkan Bella begitu saja. Bram yang secara pribadi justru meminta istrinya untuk menjalani tes selayaknya calon mahasiswa lain.
Bella agak gelisah hari ini, semalam dia tak sempat untuk belajar karena Zayn rewel dan juga harus begadang. Terlebih lagi tak ada Bram di sisinya rasanya semakin menegangkan saja.
Kevin yang mengantar Bella ke kampus sempat meminta Bella untuk tersenyum lalu memotretnya untuk di kirimkan pada Bosnya.
Kevin : Bram, look at her ..
Bram : Tes nya udah mulai Kev ? I miss her so bad
Kevin : Dia tegang Bro, katanya karena gak Lo temenin
Bram : Kalo pintu doraemon ada gue mau minta tukeran sama Lo !
Kevin : Haha nikmati pekerjaan melelahkan Lo yaa, biar bini Lo gue yang urus
Bram : Awas lo macem-macem
Kevin : Ajg mana berani gue wkwk
Meski dalam keadaan tegang dan sedikit berantakan harus di akui Bella selalu terlihat cantik dan menawan.
...****************...
Hai readerss .. Permisi aku selipin salah satu karya Novel aku yang lain yaitu kisah nya Mr.Bryan sama istri mudanya Celine. Kalau mau tau lebih lanjut bisa cek di 'Wanita Muda Daddy'
Aku kasih sedikit bocoran visual nya
Celine Romaisa
Bryan Alexander
__ADS_1
Terimakasih readerss happy reading❤️