
Kevin dan Bella sampai di rumah yang terasa begitu sepi karena Queen dan Zayn pun sudah tidur. Kevin memberitahu Bella bahwa Bram ada di ruang kerjanya namun kondisi nya sedang mabuk sehingga harus berhati-hati mereka tau Bram sering meledak-ledak ketika emosi.
" Bram .. " Panggil Bella dari balik pintu
" Hmm sialan ! Bahkan aku berhalusinasi tentang dia. " Umpat Bram yang mengira Bella hanya halusinasinya
" Ini aku Bram " Bella berjalan melalui kegelapan ruangan Bram
" Bella benarkah itu kamu ? "
" Kamu benar-benar harus menghentikan kebiasaan buruk ini atau aku akan membawa anak-anak bersamaku. " Bella merebut botol minuman dari tangan Bram lalu melemparnya ke tempat sampah
" Ini pun karena mu. Apa kamu tidak dadar ? "
" Terserah, segera sadarkan dirimu lalu kita bicara di luar. " Bella memberikan segelas air hangat pada Bram lalu segera keluar sebelum Bram kembali lepas kendali seperti tempo malam
Bella menunggu di ruang santai di temani Kevin yang kini sudah melepas jas dan menggulung lengan kemeja nya. Hari ini benar-benar menguras tenaga, sebulan saja mereka bertikai begini, Kevin bisa di buat mati berdiri karena harus menghandle pekerjaan Bram yang menumpuk belum lagi mengurus masalah pribadinya.
" Kalian harus menggaji ku empat kali lipat " Gerutu Kevin yang menarik dasinya kasar
" Aku bukan lagi konglomerat jadi kamu minta saja pada bos mu itu. "
" Ck andai saja kamu tau 50% aset Bram sudah di pindah nama kan untukmu dan anak-anak kamu pasti tidak akan berkata begitu. "
" Bercanda kamu ! "
" Serius Bella, aku yang mengurusnya tepat di malam anniversary pernikahan kalian. Bram hanya belum sempat memberitahu mu karena kalian tak hentinya bertikai. "
__ADS_1
" Halah lagian aku tak membutuhkannya biar saja untuk anak-anak nanti. "
" Kamu keras kepala ! " Kevin menyentil kening Bella
Di tengah percakapan mereka yang sudah berlalu selama satu jam, Bram turun dengan keadaan yang sudah jauh lebih baik. Bram juga sudah membersihkan dirinya meski bau alkohol tidak hilang begitu saja. Tapi ya ini lumayan. Bram duduk di sebrang Bella bersebelahan dengan Kevin.
" Sudah sadar Bram ? "
" Hmm .. "
" Aku rasa emosi mu juga sudah reda di banding tadi sore. "
" Bukannya kamu yang emosi ? "
" Etss sudah-sudah, susah payah aku mempertemukan kalian jangan malah bertengkar lagi kasian anak-anak terganggu. "
" Kita harus bicara Bram, jangan semakin mempersulit keadaan. " Lanjut Bella
" Aku tidak ingin mempersulitmu sungguh. Aku hanya ingin kita kembali seperti dulu. "
" Jangan gila Bram, wanita mana yang rela bersama pria yang tak mencintainya. Jika pun ada mungkin wanita itu mencintai hal lain selain suaminya, contohnya mencintai hartanya. "
" Jadi kamu mencintai ku ? Sedalam itu ? "
" IYA ! Sayangnya kamu tak membalas cintaku, kamu malah mencintai wanita lain. Aku terluka dengan kenyataan itu. Melihatmu dengan tatapan penuh cinta pada Violine itu semakin menyiksaku. Aku tak bisa menjalani pernikahan seperti ini. "
" Aku sudah berjanji akan belajar mencintaimu. "
__ADS_1
" Bram, aku tak butuh janji mu ! Kita lihat saja apa kamu benar bisa mencintaiku ? Selagi belum. Ini yang terbaik untuk kita. Mungkin kita pasangan yang buruk namun kita bisa menjadi orangtua yang baik kalau kita bisa menyikapi masalah ini dengan dewasa. "
" Jadi kamu tetap pada keputusan mu untuk berpisah ? " Tanya Bram meyakinkan
" Ya .. "
" Baiklah, aku menyerah ! Lakukan lah semaumu. Tapi kamu telah menyerahkan anak-anak padaku jangan berpikir untuk membawa mereka. "
" Aku tau. Lagi pula aku dalam kondisi yang tidak bisa merawat anak-anak dengan baik tapi aku akan tetap menemui mereka. "
" Terserah ! Tidurlah disini, di kamarmu. Anak-anak merindukanmu. " Bram berjalan gontai menuju kamar utama
Bella dan Kevin saling menatap termenung. Mereka tak menyangka semudah itu membujuk Bram yang keras kepala itu. Entah apa yang Bram rencanakan, Bella pun tak peduli. Bella memilih segera bangkit menuju kamarnya, membersihkan diri lalu menemui anak-anak yang terlelap bersama Ayu. Ayu terbangun ketika mendengar suara pintu terbuka.
" Bu Bella ? " Tanya Ayu
" Ya Yu .. Bolehkah aku tidur disini ? "
" Tentu Bu, saya akan ke kamar saya. Ibu habiskanlah waktu dengan anak-anak. Mereka merindukan Ibu. "
" Baiklah terimakasih Yu. "
Bella berbaring di antara Queen dan Zayn, Bella memeluk dan mengecupi mereka lembut. Air matanya tumpah namun Bella berusaha tetap tenang dan tak bersuara, Bella merindukan waktu-waktu seperti ini saat mereka bisa saling berpelukan dengan tenang. Pertikaian dengan Bram menguras perhatian Bella hingga anak-anaknya terabaikan. Dalam kehangatan pelukan Bella, Queen dan Zayn tidur lelap begitupun Bella yang ikut terlelap hingga pagi tiba.
Bella menggeliatkan tubuhnya begitu kumandang adzan subuh terdengar, Bella bangkit dengan perlahan untuk melaksanakan shalat subuh. Anak-anak masih tidur nyenyak, Bella segera berwudhu lalu shalat di sebelah ranjang anak-anak. Bella panjatkan do'a untuk kedua anaknya sambil menatap mereka pilu. Ada terbersit di hatinya, apa keputusannya sudah benar ? Apa ini bukan hanya karena ego nya ?
Namun semakin di pikirkan pun Bella terbayang pada Bram yang seringkali tersenyum saat mendapat pesan dari Violine, Bram yang begitu lahap memakan masakan Violine padahal dari subuh Bella pun sudah membuatkan makanan untuknya namun tak pernah di sentuh Bram. Rasa sakit itu begitu dalam dan nyata untuk Bella. Rasanya tak bisa melupakan itu begitu saja. Pergolakan batin yang luar biasa.
__ADS_1