Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Melepas Rindu


__ADS_3

Bella dan Bram baru saja sampai di rumah mereka di sambut dengan riuh anak anak yang merindukan mommy nya.


" Mommy .. Kata daddy mommy sakit, mommy udah sehat ? " Tanya Queen penuh perhatian.


" Mommy sehat sayang, gimana kabar gadis mommy ? " Tanya Bella sambil mengelus rambut panjang dan lurus Queen.


" Aku sama Zayn sehat mommy. Kata daddy kita harus saling jaga selama mommy dan daddy gak ada jadi Queen selalu jaga Zayn biar sehat kaya Queen .. "


" Smart girl "


" Mommy sakit apa ? " Tanya Zayn lalu mengusap tangan Bella dengan tangan mungilnya.


" Mommy gak sakit, mommy cuma perlu istirahat soalnya sekarang di perut mommy ada adiknya Queen sama Zayn " Jelas Bram.


" Adik ? Queen mau punya adik lagi ? " Queen menekuk wajahnya.


" Yee Zayn mau punya adik bayi kaya temen temen Zayn " Sedang Zayn terlihat antusias.


" Kenapa bad mood gitu Queen ? " Tanya Bella lembut.


" Kasihan adik bayinya. Pasti cape ikut mommy kerja, mommy juga sakit, adik bayi pasti ikut sakit kan di dalam sini Mom ? " Queen mengusap pelut Bella pelan.


'' Adik bayi sehat ko, daddy juga bakal jagain mommy di rumah sakit biar gak terlalu kecapean. " Jawab Bram.


" Janji ? Tolong jaga mommy buat Queen sama Zayn ya Dad ? Adik bayi, kamu lagi ngapain disana ? Ini kakak Queen sama kakak Zayn. Cepet gede ya biar kita main bareng " Sapa Queen ke perut Bella.


Bella hanya bisa tersenyum dengan mata berkaca kaca, Bella menatap Bram yang berdiri di sampingnya. Meski bukan anak kandung namun Queen benar benar mewarisi kehangatan dan kelembutan daddynya. Bella harus berterimakasih berkat didikan Bram anak anak nya tumbuh menjadi anak yang penyayang dan hangat.


" Kalau mommy udah sehat nanti daddy ajak kalian main ke dufan. Sekarang kalian istirahat ya karena mommy juga harus istirahat .. "


" Makasih ya daddy udah rawat Queen, Zayn sama Mommy. Daddy juga udah nyatuin kita lagi. Queen sayang daddy. " Ucap Queen seraya memeluk Bram


" Zayn juga sayang daddy " Di susul oleh Zayn yang ikut memeluk dari sisi lain.


" Mommy ikutan ah, mommy juga sayang daddy. "


" Kalian ih daddy jadi cengeng kalo sama kalian " Gerutu Bram yang matanya mulai memerah.


Setelah puas melepas rindu, Bram pun membawa Bella ke kamar untuk istirahat sedang anak anak pun masuk ke kamar di temani Ayu. Bram menyiapkan air hangat untuk Bella berendam dan juga memasukkan aroma terapy agar istrinya itu bisa mandi dengan rileks.


" Abis ngapain Bram ? Ko lama banget sih di kamar mandi " Keluh Bella.

__ADS_1


" Aku udah nyiapin air anget buat kamu mandi, kamu mandi gih yang " Titah Bram.


Cieleah yang ..


" Gak mau ah mager. "


" Kamu tau yang sakit juga harus mandi, apalagi kamu abis dari rumah sakit kita gak tau virus apa yang nempel di badan kamu. "


" Iya Iya dokter Bram Albert Wijaya aku mandi sekarang. " Bella mengambil bathrobe nya dengan malas.


Sesaat sebelum masuk ke kamar mandi, Bella berbalik ke arah Bram memeluk Bram dari arah belakang.


" Sayang .. " Panggil Bella manja sambil menggesekkan kepalanya di punggung Bram.


" Apa ? " Bram membalikkan tubuhnya hingga mereka kini saling berhadapan. Bella masih mengeratkan tangannya di pinggang Bram.


" Kamu belum mandi kan ? " Tanya Bella, kepalanya mendongak menatap intens wajah Bram.


" Belum, nanti aku mandi abis kamu. "


" Mandi bareng yuu .. " Ajak Bella dengan nada sensual menggoda.


Siapa yang bisa menganggurkan tatapan cantik nan menggoda ini ? Mungkin orang akan mengira aku pria tak normal jika mengabaikanmu


" Kamu agresif sayang " Ucap Bram saat melepas bibirnya lalu berpindah ke arah leher Bella.


" Hmm Braam .. Ini bawaan bayi "


" Mungkin aku harus terus menerus menghamili mu kalau begitu "


Kini tubuh Bram sudah polos sedang Bella masih mengenakan pakaiannya. Bram mengangkat tubuh Bella ke kamar mandi lalu melucuti nya hingga sama sama polos, ditariknya tubuh Bella masuk ke bathub, duduk di depannya dengan posisi memunggungi membuat tangan Bram leluasa bergerilya di kedua gundukan kenyal milik Bella. Bella merasakan sesuatu yang keras menyentuh pinggangnya berkali kali.


" Kamu udah tegang gitu Bram. "


" Kamu yang di remas aku yang tegang ya Bel haha " Bram semakin mengencangkan remasannya.


" Aahh Bram .. "


" Kenapa ? Sakit ? "


" Enggak sakit, enak .. " Aku Bella.

__ADS_1


" Kebawah shower ya kita bersihin dulu badan. "


Bella mengangguk, Bram membawa tubuh Bella ke bawah shower. Bram juga yang kini membersihkan setiap jengkal tubuh Bella tanpa terkecuali. Bella hanya bisa mengerang nikmat kala yang di sentuh Bram adalah va*gina nya. Bram memainkan inti milik Bella itu hingga kini kaki Bella bergetar lemas karena mendapatkan pelepasan yang luar biasa.


" Honey .. Sampe sini aja ya ? " Tanya Bram.


" Kenapa ? "


" Kamu baru aja sembuh masa langsung aku terkam sih gak etis banget "


Bella tak menjawab hanya mengerucutkan bibirnya lalu melepaskan tubuhnya dari Bram. Bella menarik bathrobe dan pergi mengenakannya. Melihat Bella yang nampak sangat kecewa Bram pun segera menyusul Bella menuju walk in closet.


" Yang maaf .. " Ucap Bram penuh sesal namun Bella tak menjawab.


" Kita ulang lagi yu " Lanjut Bram


" Emangnya siaran bola di ulang ? Lagian udah gak mood "


" Ah kamu mah gitu. " Kini malah Bram yang merajuk.


Akhirnya mereka berpakaian lalu merebahkan diri di ranjang saling memunggungi. Suasana menjadi canggung dan hening sampai tiba tiba Bram berbalik lalu menelusupkan tangannya masuk ke dress Bella dan mengusap perutnya lembut.


" Apaan sih pegang pegang "


" Aku gak megang kamu, aku pegang bayi. Kebetulan aja bayinya di perut kamu " Jawab Bram tak kalah ngototnya.


" Halah modus, bilang aja mau pegang aku. Mau baikkan "


" Hehe iya juga sih, baikan yu. Mau apa deh biar aku di maafin ? " Tanya Bram sambil memohon.


" Apa ya ? Hmm aku mau kamu bikinin aku nasi goreng pake telor ceplok. Gimana ? "


" Harus ya jam segini makannya ? Gak sehat tau "


" Ini kan dede yang mau .. " Rengek Bella.


Bram tak bisa menolak jika sudah keluar senjata pamungkasnya yaitu 'ngidam'. Dengan semangat Bram turun ke dapur lalu mulai memasak di temani Bella.


" Silahkan tuan putri makanan udah siap " Bram memberikan sebuah piring yang sudah terisi lengkap sesuai pesanan Bella.


" Tapi mau di suapin "

__ADS_1


" Wah anak daddy manja ternyata ya ? Jangan jangan kamu cewek deh baby " Bram menundukkan kepalanya menghadap perut Bella.


Bella memebelai rambut Bram perasaan hangat memenuhi hatinya, setiap hari Bella selalu di buat jatuh cinta oleh pria yang dulu membuatnya terluka.


__ADS_2