
Bram merasa tidak tenang karena selalu teringat Queen. Meski Queen hanya putri sambungnya tapi Bram sangat menyayangi Queen. Usia Bram sudah tidak muda lagi, memiliki beberapa anak adalah keinginan nya semenjak menikahi Dilara. Namun takdir berkehendak lain, Dilara dan bayinya berpulang di saat yang sama sedangkan bersama Bella terlalu jauh rasanya bisa memiliki keturunan, begitulah pikir Bram. Maka untuk saat ini, cukuplah memiliki Queen.
Bram memutuskan pulang ke Indonesia dan langsung ke Bandung untuk menjenguk Queen. Waktunya tak banyak karena seminggu lagi harus berangkat ke negara tetangga untuk memantau produksi perdana pabrik yang baru saja rampung itu.
Bram tiba di Bandung pukul 00.20WIB, karena tidak mengabari Bella sebelumnya Bram pun meminta supir perusahaan yang menjemputnya di bandara. Mobil minibus itu pun melaju melalui lalu lintas malam kota Bandung hingga sampai di rumah Bella. Security yang mengetahui kedatangan Bram lekas membuka gerbang utama
bip .. bip
Kunci pintu terbuka dengan kartu akses yang di miliki Bram. Kantuk dan lelah menguasainya namun rasa rindu pada Queen mampu mengalahkannya. Bram langsung memasuki kamar utama untuk membersihka diri terlebih dulu. Air hangat dari shower mampu meredakan lelahnya, setelah selesai dengan ritual mandinya Bram naik ke lantai 2 menemui Queen. Dilihatnya Queen yang sudah tidur ditemani nanny nya. Bram tidak berani memasuki kamar Queen karena ada Ayu, jadilah Bram berpindah ke kamar Bella.
Ceklek .. pintu kamar terbuka
Terlihat lah Bella yang sedang tidur, awalnya tidak terlalu jelas karena Bella hanya menggunakan lampu tidur. Namun saat semakin dekat Bram pun bisa melihat Bella dengan jelas, Bella menggunakan kemeja putih yang dibuka dengan perut yang terlihat membulat.
“Bella .. " Ucap Bram lirih saat merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
“Mungkinkah Bella sedang mengandung?" Batin Bram
Karena merasa penasaran Bram pun menyentuh perut Bella perlahan. Bella yang merasakan ada sentuhan hangat di perutnya mulai menggeliat dan mengerjapkan mata.
“Hmm Bram?" Seru Bella ragu
“Iya ini aku Bella" Jawab Bram lembut
Kedua mata Bella pun terbuka sempurna.
__ADS_1
“Ini benar benar bukan mimpi? Bram? Kapan kamu pulang?" Tanya Bella sambil melihat ke arah jam dinding
“Baru saja, sekitar 30 menit yang lalu" Jawab Bram
“Bella, ini. Ah maksudku perutmu. Hmm apakah kamu?" Tanya Bram bingung
“I .. iya Bram aku, aku sedang mengandung. Dan ini adalah bayimu, anak kita.” Jawab Bella dengan tertunduk dan mulai terisak
“Ya Tuhan Bella sudah berapa bulan? Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini?" Bram memegang pundak Bella
“Aku tidak menyembunyikannya Bram, hanya saja aku menunggu kamu mengetahuinya sendiri karena awalnya aku berat hati menerima kehamilan ini hiks hiks" Bella semakin terisak
“Sudah sudah, untuk saat ini cukup seperti ini saja. Nanti jika kamu sudah merasa siap kamu bisa melanjutkan penjelasanmu" Titah Bram
Bella hanya mengangguk dan mulai menghapus air matanya
“Ya Bram" Jawab Bella singkat lalu membaringkan tubuhnya
Dengan sigap Bram menutupi tubuh Bella dengan selimut
“Bolehkah aku menyentuhnya lagi? Perutmu itu .." Tanya Bram
“Tentu, belailah dia dengan lembut. Aku rasa dia sangat merindukanmu karena akhir-akhir ini aku sering teringat dirimu" Jawab Bella sambil menutup matanya
Bram membawa kursi di meja rias Bella dan duduk di hadapan Bella. Bram kembali menyentuh perut Bella, rasanya masih tidak percaya ada benihnya di dalam sana. Perasaan Bram campur aduk, ada bahagia, haru, sedih dan sedikit kecewa. Bram terus menerus membelai perut Bella sampai tertidur dengan kepala yang bertumpu pada ranjang Bella.
Adzan subuh berkumandang, Bella yang mulai membuka matanya mendapati Bram masih setia menemaninya sampai teridur dengan posisi duduk. Tangan Bella membelai rambut Bram lembut untuk membangunkannya.
__ADS_1
“Bram bangunlah sudah waktunya shalat subuh" Titah Bella
“Hmm iya Bell terimakasih." Jawab Bram yang mulai beranjak ke kamar mandi
Subuh itu, Bella dan Bram melaksanakan shalat berjama'ah. Setelah selesai, Bram membalikan tubuhnya menghadap Bella.
“Bella, aku masih belum percaya sekarang kamu sedang mengandung. Aku seperti bermimpi" Seru Bram
“Aw sakit Bell, udah udah" Gerutu Bram saat Bella mencubit pinggang Bram dengan kencang
“Gimana? Sakitkan? Ya kali orang mimpi bisa ngerasain sakit" Jawab Bella kesal
“Serius bener Bell. Itukan perumpamaan" Ucap Bram
“Au ah, aku mau bobo lagi" Bella melempar Bram dengan tas mukena nya
“Ih jangan dulu Bella. Aku belum selesai bicara" Susul Bram
“Gak mau, nanti aja. Aku ngantuk. Kamu balik gih ke kamar bawah jangan malah tidur sambil duduk lagi bikin aku ngerasa bersalah aja" Bella mengerucutkan bibirnya.
“Mau disini masih pengen pegang baby" Rayu Bram
“Besok lagi aja. Baby nya lagi ga mau sama kamu. Udah ah saanaaaaaaa" Bella turun dari ranjang dan mendorong Bram sampai keluar pintu.
“Selamat istirahat Bram daaah"
Brak Bella membanting pintu di depan wajah suaminya lalu pergi menuju ranjangnya.
__ADS_1