Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Rasa Bersalah


__ADS_3

" Yang .. " Panggil Bram saat Bella baru saja hendak menutup matanya


" Apa Bram ? " Bella masih bertahan dengan posisi memunggungi Bram


" Malam jum'at loh yang. "


" Terus kenapa kalo malam jum'at ? " Bella berbalik menghadap Bram malas


" Ya masa gak ngerti. "


" Besok ya ? Pas weekend kan aku libur ngampus jadi gak cape. Sekarang aku nya cape banget. " Bella mengelus wajah Bram lembut.


" Yaudah istirahat gih. " Bram menghela nafas kasar.


Sudah tiga bulan Bella kuliah dan semakin sibuk dengan dunianya, ingin rasanya mengerti karena Bram pun tau rasanya jadi seorang mahasiswa baru namun tetap saja berat. Bram sudah terbiasa dengan Bella yang seutuhnya hanya miliknya.


Bella terlelap namun kecewa di hati Bram membuatnya gelisah padahal malam sudah larut. Bram membuka ponselnya untuk mengusir kegelisahan, tiba-tiba saja ada pesan masuk dari Violine.


💬 Violine : Kenapa belum tidur Presdir ?


💬 Bram : Bagaimana tau saya belum tidur ?


💬 Violine : Itu kan Presdir online.


💬 Bram : Benar juga, ada apa Vio?


💬 Violine : Tidak apa, hanya bertanya. Besok kita ada pertemuan bukan ?


💬 Bram : Iya betul


💬 Violine : Ok see you soon


Bram hanya menatap bingung sudah 2 bulan lebih berlalu sejak perkenalan mereka, ini pertama kalinya Violine menyapa. Bram yang awalnya sudah melupakan pandangan pertama yang membuatnya berdebar, kini debaran itu malah muncul kembali. Mengusik hatinya.


Bram mematikan ponselnya, menyimpannya di nakas lalu segera memeluk erat Bella dari belakang. Sungguh Bram sekuat tenaga menyingkirkan perasaan ini dengan semakin mendekatkan diri pada Bella namun sayang respon Bella tidak terlalu baik malah cenderung semakin menjauh.


...----------------...


Wijaya Main Office


Meeting Room

__ADS_1


Meeting di jadwalkan pukul 09.00 antara Wijaya Group dengan V.A.S Group, karena hari ini Presdir Ellan masih berada di Eropa sehingga hanya di wakilkan oleh Violine.


Violine bersama team nya sedang mempresentasikan mengenai bahan baku yang akan di distribusikan untuk Vaksin dan obat-obatan dimana bahan baku ini akan di kelola oleh Laboratorium Modern Farma di bawah naungan Wijaya Group. Bram terpaku memperhatikan, wanita di hadapannya terlihat semakin menawan dengan tutur kata dan cara bicaranya.


Meeting selesai tepat di pukul 12 siang sudah waktunya memasuki jam makan siang.


" Presdir, mau makan siang ? "


" Ah iya, saya kira kamu sudah pulang vio ? "


" Tidak, saya menunggu presdir mentraktir makan. " Violine tersenyum ringan


" Bagaimana jika bersama wakil saya, Kevin. "


" Apa presdir sudah ada janji ? "


" Iya benar, saya mau ajak istri saya makan siang. "


" Maaf saya tidak presdir sudah memiliki istri. "


" Seorang istri dan dua orang malaikat kecil. " Bram tersenyum sambil memamerkan cincin pernikahannya.


" Kalau begitu kapan-kapan presdir harus mengajak saya makan bersama istri dan anak-anak. " Violine membalas senyuman Bram, tak sedikit pun tersinggung dengan penolakan Bram


Sungguh saat itu Bram hanya beralasan, Bram berusaha menghindari urusan pribadi dengan Violine. Pada kenyataannya jangankan makan bersama bahkan istrinya pun sangat sulit dihubungi. Bram akhirnya memilih pulang menghabiskan waktu makan siang bersama anak-anak dan Ayu. Bram tersenyum masam begitu melihat anak-anak yang tengah main bersama sedang dirinya baru saja selesai menyantap makan siang. Ada rasa rindu di hati Bram, sudah lama rasanya tidak melihat Bella menemani anak-anak bermain seperti Ayu saat ini.


" Yu .. " Panggil Bram


" Iya pak ? "


" Saya mau tanya, semenjak kuliah apa Bella sering mengajak anak-anak main seperti kamu? "


" Hmm kalau intens enggak pak, tapi satu yang gak pernah Bu Bella lalaikan. Ibu selalu antar anak-anak tidur. Kata ibu itu bagus buat perkembangan psikis anak-anak. "


" Syukurlah, saya takut Bella lupa. "


Selain Bella yang sibuk, Bram pun tak kalah sibuknya. Setiap harinya Bram jarang pulang sore, selalu saja hampir malam. Ya mereka hanya intens bertemu saat waktunya tidur. Bram seringkali tidak tau apa saja yang sudah Bella lalui namun sekarang Bram tidak mudah termakan emosi dan lebih sering bertanya dulu sebelum menduga-duga.


Tiidd .. Tiidd


Bella membunyikan klakson sebagai tanda mobilnya hendak masuk. Security segera menghampiri lalu membukakan gerbang. Waktu baru saja menunjukan pukul 5 sore namun ada yang aneh hari ini, mobil Bram sudah lebih dulu terparkir di halaman di bandingkan mobilnya.

__ADS_1


" Tumben .. " Seru Bella ketika baru saja turun dari mobil lalu menatap ke arah mobil Bram


" Bapak pulang awal Bu dari jam 12an sudah di rumah. " Jawab Security


" Oh ya ? Apa sedang tidak enak badan ? "


" Engga kayanya Bu, saya lihat Bapak sehat-sehat aja. "


" Yaudah makasih ya .. "


Bella masuk ke dalam rumah, sebelum menyapa anak-anak Bella langsung masuk ke kamar utama lalu membersihkan diri. Setelah bersih dan berganti pakaian Bella segera menghampiri Queen dan Zayn yang sedang bermain bersama Ayu.


" Halo sayang, mommy pulang .. " Bella menggendong ke dua anaknya mencium nya bergantian. Tak lupa Bella segera menyusui Zayn.


" Bram mana Yu ? Aku lihat mobilnya ada di depan. "


" Bapak tadi ke lantai 2 Bu mau cari angin katanya. "


Bella tak menyadari bahwa Bram sedang mengamatinya dari atas sana. Seketika ada rasa bersalah menyeruak di dada Bram, akhir-akhir ini Bram berpikiran buruk tentang istrinya padahal Bella sudah berusaha sebaik mungkin merawat anak mereka tanpa memandang lelah. Belum lagi perasaan bersalah yang timbul mengingat ada wanita lain yang mampu mendebarkan dadanya. Bram menahan dan menyimpan perasaan itu hampir 3 bulan lamanya, merahasiakannya serapat mungkin sampai si wanita yang mampu menggerakkan hatinya pun tak mengetahui apa-apa.


" Udah makan mommy ? " Tanya Bram sambil menuruni anak tangga.


" Belum, kamu belum makan Bram ? Mau aku masakin ? "


" Enggak aku udah makan. Kenapa belum makan ? "


" Belum sempat Bram, hmm mau kopi or teh ? Biar aku bikinin. "


" Gak usah sayang. Aku tau kamu cape. Itu Zayn bobo kayanya. Udah lepas kan ? " Bella mengangguk pelan


" Kasihin ke Ayu dulu. Kamu nya makan, aku temenin .. "


Bella melepaskan gendongannya pada Ayu, lalu menghampiri Bram yang sudah menunggunya di meja makan. Makanan yang ada sudah dingin namun Bella tetap makan dengan lahap membuat perasaan Bram tidak enak lalu matanya kini berkaca-kaca.


" Bella maaf .. "


" Kenapa ? "


" Aku makan selalu tepat waktu, makan paling duluan di layani seperti raja tapi lihat kamu sekarang kelewat makan siang sampe sore, makan cuman seadanya sisa aku. "


" Gak papa Bram, di luar sana masih banyak yang malah puasa karena gak ada beras. Lagian ini tuh enak-enak tau gak pernah maid di sini masak gak enak. "

__ADS_1


Kesederhanaan ini lah yang hampir tak pernah Bram temui dari wanita lain. Namun mengapa hatinya tak pernah jatuh pada manik mata indah milik wanita yang telah dua tahun lebih menjadi istrinya.


__ADS_2