
Bella menerjang tubuh Bram tanpa ampun, kini posisinya Bella berada di atas dada Bram membuat Bram terhimpit tak berdaya. Bukan, Bram bukan tak berdaya tapi lebih tepatnya menikmati.
" Bella stop it, kamu akan menyesali ini .. " Ucap Bram saat kedua mata mereka bertemu.
" Hey sudah banyak yang ku sesali dalam hidup, satu penyesalan lagi tidak masalah " Racau Bella.
" Kamu benar benar gila Bel "
" Yaa aku menyukai kegilaan ini " Bella mendekatkan wajahnya pada wajah Bram lalu ..
Cupp ..
Satu ciuman hangat mendarat di bibir Bram, Bella mel*umat mengecap dengan penuh gairah. Jangan salah kan Bram jika kini juniornya menegang minta di bebaskan. Pertahanan Bram runtuh seiring lu*matan yang Bella berikan di bibirnya belum lagi dua gundukan kenyal yang kini mendarat di dada Bram.
" Aku tak ingin memanfaatkan wanita mabuk Bel. Berhentilah " Bram mendorong tubuh Bella hingga terjatuh di sampingnya.
Lalu tiba-tiba saja Bella menangis terisak.
" Aku tau kamu tak benar benar mencintaiku .. Katamu kamu tak akan menyentuh wanita yang tak kamu cintai hiks " Ucap Bella dalam keadaan tak sadar.
" Bukan begitu Bel, aku mencintaimu tapi ini salah. Tidurlah aku akan menemanimu " Bram mengusap pipi Bella lembut.
" Aku tak mau, kamu pergi saja mungkin tubuhku tidak menarik lagi. " Secara spontan Bella membuka jaket nya.
" Ya ya ya semenjak aku melahirkan Zayn tubuhku tak bagus lagi, siapa yang suka dengan tubuh seorang wanita yang sudah melahirkan dua orang anak " Lanjut Bella sambil menunjuk bagian perutnya yang ter ekspose.
Glleekk ..
Bram menelan salivanya dengan susah payah. Ini benar benar gila, mana mungkin dia tak tergoda melihat tubuh Bella yang sejak dulu menjadi candu untuknya. Sekalipun Bella sudah melahirkan dua kali namun tubuh nya terawat dengan baik.
Bram tak tahan lagi dengan godaan Bella yang semakin panas merangsang hasrat Bram. Bram meraih pinggang Bella membuat tubuh mereka semakin erat.
__ADS_1
" Bella aku tak akan bisa berhenti saat aku memulai ini. " Bisik Bram dengan nada berat.
" Hmm aku tak menginginkanmu berhenti, kamu harus bermain dengan ku sampai pagi " Bella memainkan jari lentiknya di dada bidang Bram.
" Kamu benar benar wanita mabuk yang gila dan seksi. Ah aku tak bisa menolakmu lagi. " Bram meraih pipi Bella lalu bibirnya kini tengah bermain dengan bibir Bella.
Lidah Bram masuk ke dalam mengabsen setiap inci mulut Bella, udara malam ini cukup dingin namun kedua insan yang sedang di mabuk gairah ini malah kepanasan. Buliran keringat membasahi tubuh ke duanya. Bella meraba kancing kemeja Bram dengan sisa kesadaran yang ada, tanpa melepas pangutannya Bella membuka satu persatu kancing kemeja Bram membuat Bram pasrah melepaskan kemeja nya lalu melempar sembarang.
" Hmm Brraamm sentuh aku " De*sah Bella yang terus menuntu agar Bram menyentuhnya.
" Sebentar Bel .. " Bram meraih ponselnya lalu mengaktifkan rekaman suara.
" Ayo Bram lakukan sekarang " Rengek Bella dengan mata yang setengah terpejam.
" Tapi Bel, aku tak mau kamu menyesali ini nanti. "
" Omong kosong, aku bilang aku tak akan menyesali apapun. Sentuh aku. Aku mohon. Aku merindukan mu Bram .. "
Bella memaksa menarik tubuh Bram hingga menindih tubuhnya, Bella terus menatap Bram lekat. Kilatan gairah terpancar dari mata Bram yang sebenarnya terlihat ragu untuk menyentuh Bella, namun dengan sengaja Bella menenggelamkan wajah Bram di kedua dadanya yang tidak lagi tertutup apapun karena sebelum menjatuhkan Bram, Bella sudah membuka pakaiannya.
" Aku mencintai mu Bram .. Benar benar mencintai mu jika kamu ingin tau "
" Milikmu basah Bel " Ucap Bram saat tangannya berhasil menelusup pada inti Bella.
" Hmm lakukanlah .. " Bella mencengkram pundak Bella berharap Bram akan segera menenggelamkan miliknya.
" Tolong maafkan aku ketika kamu sadar nanti " Bram melucuti celananya, nampak lah juniornya yang sudah menegang.
Bram mengusap miliknya perlahan sebelum dengan lembut di arahkan masuk kedalam milik Bella yang terasa sempit karena sudah lama tak tersentuh.
" Aw .. " Bella meringis pedih.
" Apa aku harus berhenti ? "
" No, lanjutkan aku akan menahannya " Mata Bella kini terpejam sepenuhnya menikmati pergerakan Bram
__ADS_1
Bram mulai mendorong semakin dalam hingga akhirnya hentakan yang kuat membuat miliknya tenggelam sepenuhnya. Bella menggigit bibir bawahnya, rasa nikmat dan pedih menyatu. Setelah terasa makin basah Bram semakin mudah menggerakkan miliknya.
" Ini nikmat sayang .. " Ucap Bram dengan suara berat.
" Aku tau "
Berbagai gaya sudah mereka lakukan dari mulai berbaring, duduk hingga berdiri. Sampai akhirnya Bram merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya. Bram meremas kedua gundukan kenyal itu dengan sedikit kesar lalu melenguh setelahnya menandakan dirinya sudah mendapatkan pelepasan.
" Terimakasih dan mohon maaf Bel " Ucap Bram yang menyelimuti tubuh polos Bella lalu mengecup puncak kepala Bella sejenak.
Bram terengah lelah dan kantuk menyatu membuat matanya terasa semakin berat sedangkan Bella sudah terlelap begitu Bram menyelesaikan permainan nya. Sambil memeluk pinggang ramping Bella, Bram pun ikut terlelap di samping Bella.
Suara alarm dari ponselnya mulai terasa mengganggu, Bella perlahan membuka matanya. Kepalanya masih terasa berat, Bella meringis saat merasakan tubuhnya seakan remuk apalagi bagian intinya yang terasa pedih. Saat menyadari itu mata Bella seketika membulat, Bella berusaha bangkit untuk duduk namun tangan kekar seseorang menahan pergerakan Bella.
" Gila ! Apa yang aku lakukan ? " Bella menatap tak percaya.
Bella membalikkan tubuhnya, di tatapnya Bram yang masih terlelap di sampingnya bergulung satu selimut dengannya. Pundak kekar Bram yang terekspose membuat Bella menyadari mereka kini sama sama polos.
" BRAAAMM !!! " Bella memukuli bahu Bram.
" Aw Bel hentikan, apa yang kamu lakukan ? "
" Apa yang aku lakukan ? Harusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan padaku Bram .. " Suara Bella terdengar bergetar.
" Hey, sebentar biar aku jelaskan. " Bram bangun lalu duduk menghadap Bella.
" Aku minta maaf Bel, semalam kamu mabuk dan ya kita telah melakukannya. Aku yakin kamu mengerti maksudku .. "
" Kamu gila Bram ! " Bella memukuli dada Bram.
" Maaf, tapi kamu yang memohon padaku sampai menangis. Aku benar benar tak tega bahkan kamu melucuti pakaian mu sendiri. Aku pria normal Bel. Bagaimana bisa aku menolak saat kamu sendiri yang memaksaku ? " Jelas Bram.
" Aku memaksamu ? Haha omong kosong, kamu memanfaatkanku. "
" Astaga, pegang ponselku. Aku sengaja merekam percakapan kita semalam aku takut hal seperti ini terjadi. Aku akan mandi dan kamu bisa merenungkan diri. " Bram menyerahkan ponselnya yang sulah di putar rekaman suara.
__ADS_1
Bella secara langsung mendengar ucapannya yang gila, Bella tak menyangka dia bisa mengatakan hal memalukan semacam itu.
**** ! Stupid Bella ! Aku sungguh murahan memintanya menyentuhku ah apa yang harus aku lakukan aku sungguh malu ..