Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Pertalian Takdir


__ADS_3

Meski dalam keadaan frustasi berat, Bram kini sufah kembali ke rutinitas nya mengurusi perusahaan dan beberapa projects yang sedang di rancang. Salah satunya Bram akan melakukan pengadaan tender proyek, dimana tender ini akan di ikuti berbagai perusahaan berbasis pengembang teknologi terkemuka dalam rangka perancangan tipe-tipe gadget terbaru yang akan di luncurkan perusahaan Bram di kuartal tiga nanti.


Bagai gayung bersambut, perusahaan tempat Akbar bekerja mendapat kesempatan untuk ikut tender. Kesempatan besar untuk memperlihatkan dan membuktikan kemampuannya di depan Bram.


Mr.Bram .. Tuhan mentakdirkan kita untuk bertemu di saat yang tepat pasti karena suatu sebab


Batin Akbar lalu tersenyum smirk


Sebagai direktur pemasaran, Akbar akan turun langsung untuk mempresentasikan proposal penawaran yang di berikan perusahaannya. Waktunya singkat hanya sekitar 1 minggu lagi, Akbar akan mempersiapkan semuanya dengan matang dan tanpa cela. Akbar akan membuat Bram tak memiliki kesempatan untuk menolak penawaran dari perusahaannya.


...----------------...


Wijaya Main Office


Presdir Room


Bram duduk di kursi kebesarannya sambil melihat beberapa dokumen yang harus di setujuinya. Bram mengalihkan kegundahannya dengan fokus bekerja keras. Tiba-tiba saja Audry mengetuk pintu lalu masuk ke ruangan Bram.


" Bagaimana Dry ? " Tanya Bram penasaran


" Ada surat untuk Mr.Bram ini bersifat pribadi jadi saya segera menyerahkannya. "


" Surat ? " Audry menyerahkan surat dengan amplop berwarna cokelat yang bertuliskan Pengadilan Agama Jakarta

__ADS_1


Pras mengerutkan keningnya begitu menerima surat itu, cepat atau lambat surat ini memang akan datang. Namun kenapa di kirim kesini ? Apa Bella ingin menjatuhkan citra Bram ?


Bram meraih ponselnya lalu segera menghubungi Bella.


" Halo ? " Panggil Bella dari sebrang suara


" Apa maksud mu mengirim surat panggilan sidang ke kantor ? " Tanya Bram dengan nada meninggi


" Karena semua berawal disana, dan aku ingin semua berakhir disana. "


" Omong kosong .. "


" Terserah, yang penting surat sudah kamu terima. Kamu mau hadir atau tidak itu terserah. Tapi sedikit saran lebih baik tak usah datang karena kamu hanya akan membuang waktu percuma, aku tak akan berubah pikiran. " Ucap Bella tegas


" Baiklah lagi pula aku pun tak akan mempertahankan mu lagi ! "


Sejak kapan dia menjadi kurang ajar begini


Gerutu Bram yang kini meremas ponselnya kencang


" Baiklah terimakasih Audry, silahkan lanjutkan kembali pekerjaan mu. " Audry segera meninggalkan tempat dengan perasaan tak nyaman, pernikahan bosnya itu benar-benar di ujung tanduk kini.


Bram melihat isi surat yang memberitahukan waktu dan tempat sidang mereka, Bram meremas surat itu hingga berbentuk bulat lalu melemparnya sembarang yang sialnya malah mengenai wajah Kevin yang baru saja membuka pintu.

__ADS_1


" Ada masalah apa lo sama gue ? " Tanya Kevin sinis


" Banyak ! Harusnya dulu Lo cariin istri penurut buat gue bukannya yang keras kepala kaya Bella .. "


" Lo nyesel nikah sama dia ? "


" Enggak ! Gue nyesel biarin dia hidup bebas jadi bablaskan. "


" Yang bablas itu Lo Bram, gak sadar diri banget sih. Yang sering kasar ke Bella Lo, yang khianatin cinta Bella Lo, yang bikin dia berubah itu Lo. "


" Ko Lo jadi belain dia sih. Kan Lo temen gue. "


" Ya kalo temen salah masa gue bela sih. Lagian Bram apa bagusnya Violine, maksud gue Bella cantik body ok otak pinter sikap bagus karir nya juga gue yakin dia akan hebat seiring waktu. "


" Gue tiba-tiba jatuh cinta mau gimana lagi ? "


" Itu sih Lo nya gak bisa jaga diri jaga hati jaga pandangan ! Udah ah kesel Lo nyari pembenaran terus. Nih dokumen buat tender nanti. Gue cuman mau ngasihin ini, udah ya gue mau balik. Bye ! "


Memang tak ada yang bisa mengalahkan ke keras kepalaan Bram selain Bella. Kevin saja sering kali di buat pusing oleh Bram, pada dasarnya Bram memang akan bersikap lembut jika segala sesuatu berjalan seperti apa yang di inginkannya. Namun jika ada sesuatu yang meleset dari harapnya dengan keras Bram akan menerjang itu membuat jalan untuk semua kembali sesuai keinginannya. Egois bukan ? Bahkan terkesan arogan !


Bram menghela nafas panjang, sudah dapat di pastikan pernikahannya tak akan terselamatkan. Lalu apa yang akan di lakukannya kini ? Bram tak bisa lagi berfikir jernih. Semangat yang sudah di kumpulkan setelah terpuruk berhari-hari kini terasa hancur lagi. Bram memutuskan pulang lebih awal dengan alasan tak enak badan. Bram mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untunglah Bram selamat sampai di rumah. Waktu menunjukkan masih pukul 2 siang, Bram segera masuk ke kafmar bahkan tak menyapa anak-anak terlebih dulu padahal anak-anak berada di ruang keluarga dan di lewati Bram ketika masuk ke kamar.


" Setelah Bu Bella pergi tak ada kehangatan lagi di rumah ini. Bagaimana dengan mereka jika kedua orangtuanya terus seperti ini. Harusnya anak-anak ikut Bu Bella saja jika akhirnya akan di abaikan oleh Pak Bram " Ayu menatap iba pada Queen dan Zayn

__ADS_1


" Semoga Bu Bella segera menjenguk anak-anak. Kasian mereka. "


Meski kini secara permanen Bella sudah pindah ke apartemen Amanda, Bella tetap menjenguk anak-anaknya 2 hari sekali saat Bram sedang di kantor. Ayu akan menghubungi Bella untuk ke rumah jika Bram tidak ada, agak sulit sebenarnya untuk Bella mengatur waktu menemui anak-anaknya karena Bram bekerja di jam sibuk Bella kuliah. Jadi seringnya Bella hanya menemui anak 1-2 jam saja di sela jam kosong atau istirahat tapi Bella selalu menyempatkan waktu agar anak-anak tak merasa kehilangan kasih sayang Ibu nya.


__ADS_2