
Wijaya Main Office
Presdir Room
" Selamat pagi Presdir ! Jadwal anda hari ini ada meeting bersama Presdir Adam dari BW Group pukul 9, kemudian menghadiri undangan makan siang dari Presdir Ellan dan putrinya Violine. "
" Ok terimakasih Audry .. "
Bram duduk di kursi kebesarannya lalu melihat beberapa file dan mengecek materi untuk persiapan meeting. Selagi menunggu waktu meeting tiba, Bram mengirim pesan singkat pada Bella karena pagi tadi mereka tidak sempat bertemu.
π¬ Bram : Sayang, udah sarapan ?
π¬ Bella : Udah Bram, maaf ya tadi aku gak nemenin kamu sarapan. Aku buru-buru ke kampus.
π¬ Bram : Gak papa, aku mau meeting dulu yaa
π¬ Bella : Ok, semoga hari mu menyenangkan. Love you Bramβ€οΈ
π¬ Bram : Love more ..
Bram tersenyum setelah membaca pesan Bella, sejak kapan mereka saling menyatakan cinta? Bahkan sebenarnya Bram pun belum tau perasaannya sudah jatuh cinta atau belum, Bram hanya semakin nyaman bersama Bella.
Kevin datang ke ruangan Bram untuk pergi ke ruang meeting bersama.
*permisi om-om ganteng mau lewat
Jangan bayangkan bagaimana riuhnya setiap mata yang melirik ke arah mereka setiap mereka jalan bersama. Benar-benar perpaduan yang serasi, tak ada yang lebih tampan dan lebih pintar. Keduanya memiliki kharisma yang sama-sama menggoda iman dan mata. Mereka berjalan di sepanjang koridor di ikuti oleh sekretaris masing-masing dan beberapa staf dari berbagai divisi yang mewakili untuk pembahasan project kerjasama terbaru.
" Lo picicilan kaya belut sawah. " Ucap Bram ketika melihat Kevin mengusap-ngusap rambutnya seolah bangga menjadi objek pusat perhatian.
" Ets bebas dong gue jomblo .. "
__ADS_1
" Nanti siang ikut gue makan kali aja anaknya Presdir Ellen masih singel. "
" Kan Gue hadirin pembukaan King Plaza kampret .. "
" Yaudah nanti gue mintain nomornya ya ? "
" Haha udahlah anjir gue jadi ga fokus nih buat meeting entar. "
Bram dan Kevin tiba-tiba saja tertawa setelah berbicara sambil berbisik-bisik. Audry dan staf lain hanya menggelengkan kepala melihat tingkah nyeleneh kedua bos nya.
Mereka memulai meeting hari ini, meeting membahas tentang kerja sama Wijaya Group untuk melebarkan sayap ke bidang farmasi setelah kini Rumah Sakitnya menjadi salah satu Rumah Sakit terbaik.
Meeting berjalan lancar, BW Group selaku penyedia bahan mentah untuk keperluan farmasi dan Wijaya Group selaku pengelola akan menjalankan beberapa riset terlebih dahulu dan tentunya kedepannya akan dibangun pula lab, pabrik dan kantor baru. Tugas dan tanggung jawab Bram di rasa kini akan semakin berat dan padat namun begitulah Bram, Bram senang mengembangkan bisnis yang sesuai dengan passion nya.
Meeting pun di tutup pada pukul 12 siang di waktu makan siang, sudah saat nya Bram pergi menuju pertemuan berikutnya begitu pula dengan Kevin.
Bram tiba di sebuah restoran hotel mewah dimana hotel tersebut di bawah naungan V.A.S Group. Bram datang lebih awal dibanding Presdir Ellan dan putrinya Violine. Bram duduk menunggu sambil sesekali membuka ponselnya melihat pesan singkat namun Bella tak ada mengiriminya pesan. Baru saja Bram hendak mengirim pesan, Presdir Ellan tiba, Bram pun mengurungkan niatnya lalu menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku.
" Selamat siang Presdir Bram, maaf saya terlambat. "
" Oh ya perkenalkan putri saya Violine, dia adalah penerus saya karena saya sekarang sudah terlalu berumur jika menjalani bisnis ini seorang diri. "
" Haha anda masih terlihat bugar presdir El di banding daddy saya yang masih harus mendapatkan perawatan. "
" Oh ya saya sudah lama tidak bertemu dengan Alberth, mungkinkah Alberth akan pensiun dini ? "
" Kemungkinan itu ada namun sampai sekarang daddy belum mengambil keputusan apa-apa. "
" Baiklah .. "
" Presdir Bram .. " Panggil Violine
" Ya Nona Violine ? "
__ADS_1
" Panggil Violine saja, mungkin anda tidak menyadari kalau kita satu angkatan di kampus dulu. "
" Oh ya ? Namun rasanya saya baru pertama kali bertemu anda. "
" Tentu, saya mengambil Management Bisnis saat itu sedang anda out of the box dari kebanyakan calon-calon pewaris lain yang malah mengambil jurusan Pendidikan Kedokteran. Saya mengapresiasi keberanian anda. "
" Haha saya hanya ingin menjalani apa yang saya sukai, namun pada akhirnya saya juga terjebak ke dunia ini. "
" Seperti itulah nasib para anak tunggal seperti kita .. " Violine tersenyum manis.
Tak seperti kebanyakan pebisnis lain, yang membawa putri mereka untuk di dekatkan bahkan sampai di jodohkan untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih kuat dan memperbesar kerajaan bisnis mereka, Presdir Ellan membawa putrinya benar-benar karena kemampuan putrinya dalam bisnis begitupun dengan putrinya yang sama sekali tidak memperlihatkan tampilan menggoda dan bermain mata atau kata untuk merayu, Violine berbeda dia lebih memperlihatkan intelektualnya dan gaya nya yang elegan tak sedikitpun terlihat ingin memikat lawan jenis namun sikapnya yang seperti itu yang membuat lawan bicaranya akan terpikat.
Ada perasaan aneh menggeliat dalam dada Bram, namun Bram segera menepis perasaan itu lalu teringat pada Bella yang saat ini bisa saja sedang berjuang di bawah terik matahari di lapangan menjalankan masa orientasi sedang Bram malah bersantai dan bodohnya malah terpikat wanita lain di hadapannya. Untuk pertama kalinya harus Bram akui, Bram terpikat pada wanita lain selain istrinya. Biasanya, Bram akan begitu jijik jika ada wanita yang mendekatinya namun pada Violine Bram begitu takjub melihat bagaimana tutur bicara dan wawasannya yang luas. Bram memang cenderung menyukai wanita yang cerdas dan berwawasan di banding wanita cantik.
Di akhir pembicaraan setelah makan siang, mereka saling bertukar kartu nama teringat Bram sudah berjanji akan meminta nomor ponsel Violine untuk Kevin.
π¬ Bram : Target locked.
*Bram send a pict to Kevin
π¬ Kevin : Ini sih seger Bro, langsung bungkusin
π¬ Bram : Cabenya berapa sendok ?
π¬ Kevin : Jangan di cabein ini mah bukan cabe-cabean. Pakein gula aja soalnya doi manis kebangetan
π¬ Bram : Gak jadi gue kenalin deh takut Lo diabet
Bram mengambil foto itu secara sembunyi-sembunyi ketika si objek foto sedang melirik ke arah lain. Tiba-tiba senyum Bram mengembang begitu saja ketika membaca chatnya bersama Kevin hingga lupa pada awalnya Bram ingin mengirim pesan pada Bella.
Presdir Ellan dan Violine pun meninggalkan tempat, sedang Pras masih terduduk menenangkan hatinya yang merasa tidak karuan. Perasaan aneh yang sama ketika bertemu Dilara pertama kalinya, wanita yang begitu dicintai hingga sulit di lupakan oleh Bram sekalipun setelah ada Bella.
__ADS_1
" Sadar Bram istri Lo lagi susah payah diluar Lo malah haha hihi gara-gara cewek yang baru Lo kenal. " Seru batin Bram
Setelah dirasa sudah bisa mengendalikan perasaannya, Bram bangkit lalu kembali ke kantor.