Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kecemburuan


__ADS_3

" Bram masalah aku kayanya gak ada beresnya ya ? Kamu cape gak ? " Tanya Bella saat merebahkan kepalanya di paha Bram.


" Aku cape lihat kamu cape, aku mau nya kamu hidup kaya orang orang. Kamu tuh gak nikmatin pernikahan kita makannya jadi beban buat kamu juga. "


" Kenapa gitu ? " Bella bangkit lalu menatap Bram serius.


" Kalo kamu nikmatin harusnya kamu ungkapin aja hubungan kita, kamu terima status kamu dan hiduplah dengan itu. Jangan terus nyangkal sampe orang pikir kita punya hubungan terlarang. "


" Keadaan kita sekarang sama kaya keadaan kita dulu, di luar rencana aku. Aku butuh adaptasi Bram. " Jelas Bella.


" Tapi hidup dengan aku bukan sesuatu yang baru buat kamu Bel. Kamu tau banyak orang yang pengen jatuhin aku larinya ke kamu. Please be brave Bel .. "


" Justru aku gini karena gak mau sembunyi di balik kamu. "


" Kamu gak sembunyi tapi kamu lari, itu lebih pengecut Bel. Padahal kamu bisa gandeng tangan aku kita hadepin sama sama. " Nasihat Bram yang langsung menusuk hati Bella.


Rujuk dengan Bram tentu di luar kehendak Bella, kalo saja bukan karena hamil Bella tak akan mau kembali secepat ini. Dari awal rujuk Bram seperti orang asing bagi Bella, tak ada keinginan Bella melibatkan Bram dalam kehidupannya. Kejam bukan ? Tapi Bram berusaha memaklumi mungkin karena dulu Bram terlalu dalam menorehkan luka.


Bella menggeliat dalam tidur nya mendengar suara agak bising membuat matanya mengerjap, jam menunjukkan baru lepas subuh langit pun masih gelap namun kini yang di tatap Bella adalah punggung polos suaminya yang sedang terburu buru mengeringkan rambut seperti orang selesai mandi pada umumnya.


" Bram .. " Panggil Bella.


" Iya ? "


" Mau kemana ? " Tanya Bella dengan suara serak khas bangun tidur.


" Ke rumah sakit ada pasien operasi darurat "


" Ko aku gak denger ada panggilan ? "


" Ada, aku jawab diluar biar gak ganggu kamu " Jawab Bram dingin, jujur Bram masih kesal dengan sikap Bella.


" Gak biasanya kamu gak ijin aku mau berangkat "


" Kan berangkatnya juga belum Bel "


" Ya kan biasanya kalo ada panggilan kamu suka bangunin aku ijin dulu. Sekarang kamu udah siap aja kalo aku gak bangun pasti gak bakal bilang. "


" Ya maaf aku kira kamu gak peduli, biasanya juga kan cuek aja mau aku kerja atau engga, mau aku pulang atau enggak sekalipun "

__ADS_1


Benar yang dikatakan Bram, sebelumnya Bram yang selalu aktif membangun komunikasi dengan Bella mulai dari hal hal kecil tentang aktifitasnya sehari hari, jadwal kerjanya, atau hal hal lainnya namun Bella tak begitu responsif. Bella fokus pada masalah dan dunianya sendiri.


" Hmm berapa jam Bram ? "


" Sebentar cuman sekitar 2 jam. "


" Nanti aku bawain sarapan ya ? "


" Gak usah kamu aja yang jangan lupa sarapan dulu. " Bram menyentuh perut Bella sekilas.


" Aku berangkat dulu, sampein ke anak anak ya ? "


" Iya selamat kerja Bram .. " Lanjut Bella.


Bram bahkan tak lagi mencium ku saat berangkat kerja.


Bram sampai di rumah sakit pukul 5 , saat itu kebetulan sekali yang menjadi asistennya adalah Sheila. Girang bukan main Sheila bisa bekerja dengan pria yang menjadi obsesinya selama ini.


" Pasien sudah masuk ruangan operasi dok, anastesi sudah di berikan. " Jelas Sheila saat Bram sedang membersihkan kedua tangannya.


" Ok thanks Sheila .. "


Bram dan Sheila pun masuk ke ruang operasi, Sheila bisa di bilang residen paling berkompeten diantara yang lainnya. Sheila juga terampil saat menjadi asisten sehingga banyak konsulen yang memintanya mengikuti operasi mereka.


" Bisa dok .. "


" Bagus, tolong selesaikan " Pinta Bram.


" Baik dok, terimakasih atas kerja kerasnya. "


" Sama sama terimakasih juga semuanya. Saya duluan " Ucap Bram seraya meninggalkan ruangan.


Bram berjalan menuju kafetaria yang berada di lobby rumah sakit. Sarapan di kantin khusus staff belum tersedia jam segini, jikapun ada hanya sisa kemarin Bram memilih menghabiskan waktunya selagi menunggu jadwal prakteknya di mulai sekitar 1 jam lagi.


" Boleh ikut duduk dok .. " Sapa Sheila.


" Boleh silahkan "


" Saya mau tanya sesuatu dok, tapi masalah pribadi. "

__ADS_1


" Apa ? "


" Jadi bener ya dokter udah rujuk sama Bella ? Terus sekarang Bella juga lagi hamil ? " Tanya Sheila ragu takut Bram tersinggung.


" Iya, kenapa ? "


" Gak papa cuman aneh aja, kenapa Bella gak ngakuin sejak awal udah rujuk sama dokter. Bella juga kayak nya cuek banget ya dok ? Coba kalo jujur mungkin fitnah ini gak akan nyebar kemana mana. Akhirnya begitu rame tetep aja kan nama dokter juga yang di singgung. " Celoteh Sheila.


" Saya nya aja yang gak peka. Dia kelihatan cuek pasti karena banyak pikiran dan tekanan di tambah lagi hamil muda mood nya gampang jelek. " Bela Bram.


" Dokter kayanya sayang banget ya sama Bella ? Meski sempet gak di akui pun dokter perhatiin sama lindungin Bella. "


" Ya karena dia istri saya, dia juga ibu anak anak saya. Di banding saya yang gini, jasanya jauh lebih banyak ke saya " Jelas Bram yang mengakhiri percakapan mereka karena jadwal praktek nya akan di mulai.


Tanpa mereka sadari, Bella yang baru saja sampai di lobby sejak tadi mengamati mereka berdua yang nampak berbincang akrab. Ada rasa panas dalam hati Bella teringat masa lalu Bram yang pernah berkhianat dengan rekan kerja nya sendiri.


" Pantes aja kamu kerja buru buru, kamu juga cuekin aku, ada yang lain lagi Bram ? " Gumam Bella seorang diri.


Bella beranjak menuju ruangannya untuk berganti pakaian, padahal masih pagi namun moodnya sudah di buat sangat berantakan. Amanda memperhatikan Bella yang menekuk wajahnya dari tadi.


" Kenapa Bel ? "


" Gak papa .. " Jawab Bella singkat sambil melempar jaketnya.


" Gak papa ko kesel gitu "


" Ih kesel banget gue, masa suami gue pamit pagi pagi katanya mau ada operasi. Tau tau barusan gue lihat dia malah nongki di lobby sambil ngopi sama residen yang paling pinter anak pejabat itu siapa namanya ? " Tanya Bella.


" Dokter Sheila ? Yaelah laki lo emang abis op, yang jadi asisten ya dokter Sheila itu. Jangan terlalu baper ah .. "


" Ya gak harus lanjut ngopi bareng juga kali "


" Haha Lo cemburu Bel ? Gue kira Lo gak peduli sama doi, secara gue lihat Lo ke dia tuh dingin banget gak kaya dia ke Lo "


" Bukannya gitu, gimana kalo nanti kejadian lagi yang masalah sama si Violine itu juga kan kebetulan lama lama jadi pengkhianatan. " Gerutu Bella.


" Gak mungkin ah, gue lihat laki Lo sekarang tulus bucin sama Lo. Tinggal service Lo nya aja yang di tingkatin haha "


" Sialan ! " Bella mencubit lengan Amanda gemas.

__ADS_1


" Lah service kan bukan di ranjang aja Bel. Maksud gue tuh Lo layanin dia selayaknya istri gimana sih ? Lo urus laki Lo jangan laki Lo aja yang ngurusin Lo. Nanti di samber orang Lo nangis. "


Jangan salahkan Bella yang masih trauma setelah dua kali mendapatkan pengkhianatan dalam pernikahan hingga sering berpikir yang tidak tidak pada suaminya sendiri.


__ADS_2