Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Gara-gara Hormon


__ADS_3

Seminggu sudah Bella di Jakarta, udara Jakarta yang panas di tambah perutnya yang semakin membesar membuat Bella sedikit tidak nyaman. Bram pun sedang tidak ada di Indonesia, membuat Bella semakin uring-uringan.


Bella menghubungi Bram menggungakan panggilan video ..


“Bram kapan pulang? Kalo masih lama, aku mau balik Bandung aja!" Rajuk Bella


“Kenapa kamu tiba-tiba marah?" Tanya Bram


“Benar juga kenapa aku jadi pemarah gini" Gumam Bella


“Ah gak penting pokoknya aku pengen kamu pulang. Kalo gak pulang aku mau balik ke Bandung" Ancam Bella


“ Tenang Bell, oke aku pulang nanti malam ya" Bujuk Bram


“Baiklah aku tunggu" Titah Bella


Panggilan pun di putus sepihak oleh Bella. Bram yang panik dengan ancaman Bella, jadi bingung harus bagaimana. Bella yang awalnya mandiri, semenjak dibawa ke Jakarta malah jadi manja dan sensitif. Sejenak berfikir Bram bergegas menghubungi Kevin.


💬Me : Vin berangkat malem ini ke singapur. Handle urusan disini.


💬Kevin: Apa-apaan astaga seenaknya lu


💬Me: Tenang gaji gue tambah 20%


💬Kevin : 30% lah


💬Me: Yaudah Gue turunin aja jabatan lu jadi OB


💬Kevin : Sialan lu, yaudah gue berangkat nanti malem


💬Me : Good Job Vin hahaha Thanks yaa. Kalo bukan bini gue ngancem mau balik ke Bandung, gak bakalan juga gue ngerepotin lu gini


💬Kevin : Kenapa lagi si Bella? Perasaan jadi nyebelin ya


💬Me: Taulah yang pasti gue hrus pulang


💬Kevin: Bawaan orok kali. Yaudah sih ngertiin aja dulu buat anak lu ini


“Bener kata Kevin, ikutin aja maunya Bella toh ini buat bayi yang ada di kandungannya" gumam Bram


Bram bergegas merapikan barang bawaannya, yang tadinya Bram akan berangkat malam di percepat jadi sore. Bram benar-benar khawatir dengan keadaan Bella yang tidak seperti biasanya.


Pesawat Bram berangkat dari Changi Airport pada sore hari dan sampai di Jakarta tepat saat adzan maghrib. Karena waktu maghrib yang tidak banyak, Bram memilih shalat berjama'ah di bandara barulah pulang menemui Bella.

__ADS_1


Sesampainya dirumah pukul 20.15 WIB jalanan Jakarta yang macet membuat Bram tak berdaya, rumah nampak sepi dan sunyi. Bram panik dan berlari ke kamar Bella karena Bram dan Bella sejak awal sudah memutuskan untuk tidur terpisah. Bram membuka pintu kamar Bella namun tak nampak Bella di dalam sana. Bram memutari seluruh ruangan pun Bella tak ada.


“Kemana istri saya?" Tanya Bram pada salah satu bodyguard nya


“Nyonya ada di dalam bos. Seharian nyonya tidak keluar dari rumah." Jawabnya


“Lihat di kamarnya di ruangan lainnya pun sama tidak ada. Jaga wanita aja kalian gak becus" Maki Bram


“Maaf bos, kami akan segera cari" Tegasnya


Semua di buat panik karena kehilangan Bella. Para bodyguard yakin Bella tidak keluar, sedangkan Bram curiga Bella benar-benar nekad pulang ke Bandung karena Bram terlambat pulang.


“Bos kita cek CCTV saja" Tanya seorang Bodyguard


“Kenapa gak dari tadi" Kesal Bram


Rekaman CCTV di putar di ruang keamanan, ternyata Bella masuk ke kamar Bram sedangkan Bram tidak terpikir Bella akan ke kamarnya. Sejak datang Bram tidak sempat masuk ke kamar karena panik mencari Bella yang menghilang.


“Saya kira bos panik karena yakin gak ada dimana mana. Ternyata nyonya Bella justru menanti tuan di kamar tuan sendiri haha" Celoteh seorang Bodyguard


“Berisik kamu ah!" Bram bergegas pergi ke kamarnya karena malu.


Ceklek ..


“Hmm" Sahut Bella yang perlahan membuka matanya.


“Aku sudah pulang. Ada apa Bel?" Tanya Bram


Bella bangun dari tidurnya lalu memeluk Bram erat.


“Braaaaammm hiks hiks" Air mata Bella pecah tanpa alasan


“Hey ada apa? Kenapa menangis?" Tanya Bram khawatir


“Aku tak tau Bram. Aku hanya tidak mau jauh dari mu" Tangis Bella semakin kencang


“Sudah .. Sudah aku disini aku takan pergi lagi sampai kamu melahirkan. Aku berjanji" Seru Bram


Tiba-tiba Bella mengecup lembut bibir Bram. Ntah mengapa Bella begitu terpikat oleh tubuh Bram aroma Bram dan segala hal tentang Bram


“Bel kenapa kam .. hmm" Belum juga selesai bicara Bella ******* kembali bibir Bram. Sekarang lebih dalam dan menuntut.


“Aku ingin dirimu" Bisik Bella di telinga Bram

__ADS_1


“Jangan begini Bel. Aku takut menyakitimu lagi" Jawab Bram


“Ayolah Bram aku mohon hiks hiks" Bella kembali menangis


“Ya Tuhan Bella, kamu benar-benar membuatku gila" Gerutu Bram yang meninggalkan Bella lalu pergi ke kamar mandi


“Ada apa denganku hiks hiks, aku begitu menginginkan Bram tapi dia malah menolakku aahhh" Tangis Bella semakin kencang


Bram kaluar dari kamar mandi, dilihatnya Bella masih menangis tersedu sambil memeluk bantal


“Hey kamu masih menginginkan ku?" Tanya Bram yang hanya berbalutkan handuk di pinggangnya.


Bella mengangguk malu saat melihat tubuh Bram yang menawan, rambutnya yang masih basah meneteskan air ke bagian dadanya. Sangat seksi gumam Bella.


“Baiklah jika kamu sangat menginginkannya aku akan melakukannya dengan perlahan. Tapi jika kamu merasa tidak nyaman kamu harus segera meminta ku berhenti oke Bel?" Titah Bram


Bram mulai mengecup kening Bella dan perlahan turun ketelinganya. Dengan pelan Bram membaca do'a di telinga kanan Bella. Bella yang mendengarkannya justru semakin merinding terbakar oleh gairah.


“Ah Bram" Desah Bella


Mendengar desahan demi desahan, Bram semakin semangat melaksanakan kewajibannya. Bram melayani keinginan Bella dengan lembut dan hati-hati. Bella hanya menikmati setiap perlakuan yang Bram berikan. Ini kali pertamanya Bram menyentuh Bella tanpa penolakan, bahkan dengan keinginan Bella sendiri meski mungkin itu hanya karena faktor hormon kehamilannya.


“Aku tak tahan lagi Bram" desak Bella


“Keluarkanlah sayang. Aku akan segera menyudahi ini" Titah Bram


“Aahh Bram" Tubuh Bella menggeliat, pertanda Bella sudah sampai pada puncak kenikmatannya. Tidak lama Bram pun menghentakan tubuhnya dan menyudahi permainan nya. Bram berbaring di samping tubuh Bella yang polos. Bram segera menutupinya dengan selimut lalu memeluknya erat.


“Ah lelahnyaaa" Seru Bram


“Maaf karena aku memaksamu. Padahal kamu baru saja pulang" Sesal Bella


“Tak apa Bel, aku akan senang hati meski harus melakukannya 7x asal kamu tidak marah lagi" Canda Bram


“Kamu mesum ih" Bella memukul dada bidang Bram


“Kamu yang minta loh Bel" Jawab Bram


Bella semakin malu lalu menyembunyikan wajah nya ke dada Bram. Bram hanya menyambut Bella dan memeluknya dengan hangat


“Tidurlah Bel, terimakasih untuk malam ini" Bram mengecup pucuk kepala Bella.


Bella mengangguk dan mulai memejamkan matanya, malam itu menjadi malam yang menyenangkan bagi mereka berdua. Meski benih cinta belum tumbuh, namun mereka bisa menjalani pernikahan yang sewajarnya.

__ADS_1


__ADS_2