Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Dihabisi


__ADS_3

Bella sudah kembali ke rutinitasnya, setelah tiga hari istirahat penuh fisiknya terasa lebih baik kini. Bella duduk di meja riasnya, memoles sedikit make up agar terlihat segar.


" Pagi .. " Sapa Bella pada anak anak dan Bram.


" Pagi mommy " Jawab Queen dan Zayn bersamaan.


" Pagi Bel " Bram tersenyum hangat.


" Pagi Bu " Sapa Ayu yang menyuapi anak anak.


Semenjak mengetahui kehamilannya, Bram selalu mendampingi Bella. Bram ingin menebus kesalahannya yang lalu karena tak ada di sisi Bella saat sedang mengandung selain itu Bram juga menjaga jika sewaktu waktu fisik Bella kembali drop.


" Kenapa Bel ? " Tanya Bram yang melihat Bella melamun menatap sarapannya.


" Aku pengen muntah Bram .. " Bella berlari menuju wastafel.


Bram segera menyusul Bella mengusap punggung Bella lembut dan memijat tengkuk Bella perlahan. Kehamilan kali ini lebih berat dari kehamilan nya yang sebelum sebelumnya.


" Kamu jangan dulu kerja deh, muntah kaya gini pasti lemes Bel. " Ucap Bram khawatir.


" Kalo gitu, aku bisa bisa gak kerja sampai morning shiittt ness ini selesai " Umpat Bella kesal.


" Ya gak papa kamu ngulang aja. "


" Cangkem mu ! " Murka Bella.


" Ayo Bram kita ke rumah sakit aja, aku sarapan bubur di rumah sakit nanti. " Pinta Bella


" Oke .. Anak anak daddy sama mommy berangkat dulu ya ? Selamat sekolah see you soon " Bram mengecup pipi Queen dan Zayn bergantian.


Bella dan Bram kini sedang dalam perjalanan, kalo boleh jujur Bram merasa Bella semakin hari semakin menyebalkan. Andai Bram tak memiliki tingkat kesabaran yang tinggi mungkin Bella sudah di tinggal di jalan karena kini Bella sedang menggerutu kesana kemari.


" Aku turun disini saja ! " Pinta Bella.


" Kenapa ? "


" Aku gak mau di gosipin sama orang orang .. "

__ADS_1


" Astaga Bel, mereka juga sudah tau kamu mantan istri ku. Apa yang kamu khawatirkan ? Apa salah nya kita datang bersama ? " Bram bertanya tanya.


" Kamu gak tau rasanya jadi pusat perhatian orang orang terus mereka berbicara di belakangmu. "


" Kamu nya saja yang terlalu sensitif Bel. Siapa tau mereka tidak membicarakanmu .. "


" Pokoknya aku mau turun disini. "


" Gak bisa ! Kamu gak boleh kecapean jalan jauh. Terserah kamu mau marah tapi kita masuk bareng. " Tegas Bram sambil mengusap kepalanya yang pusing oleh ulah Bella.


Bella tak lagi membantah, hanya saja menekuk wajahnya hingga sampai ke area parkir. Seperti dugaannya setiap pasang mata kini menatap dirinya, akhir akhir ini mereka intens bersama. Bram merupakan pujaan banyak wanita di rumah sakit ini, tentu saja banyak wanita yang berubah iri.


" Halo sayang ya ampun udah sehat ? " Tanya Amanda.


" Udah sehat, dokter Bram aja yang lebay ngintilin mulu "


" Cie gak tanggung tanggung bodyguard nya presdir rumah sakit "


" Garis bawahi juga statusnya sebagai bapak anak anak jadi jangan mikirin yang gimana. Ya dia care karena gue harus sehat buat ngurusin anak anak nya " Sanggah Bella dengan nada yang di perjelas agar para koass, residen, dan perawat yang saat itu ada di dekatnya bisa mendengar dan tidak menduga duga hal negatif.


" Iya iya deh percaya .. " Amanda percaya begitu saja karena memang tau sudah lama Bram kembali mengejar Bella namun Bella menolak. Amanda belum tau saja saat ini Bella sedang mengandung lagi benih Bram.


Bram


Bella .. Kamu jaga malam ?


^^^Bella^^^


^^^Iya, kenapa ?^^^


Bram


Kamu baru saja masuk, kenapa kamu gak ngasih tau aku kamu jaga malam ? Aku bisa minta reschedule ke yang lain.


^^^Bella^^^


^^^Jangan berlebihan Bram, aku gak mau di perlakukan spesial^^^

__ADS_1


Bram


Mungkin fisik mu kuat, tapi janin di perut mu belum tentu pikirkan dia.


^^^Bella^^^


^^^Aku tak ingin berdebat sudah ya, aku sedang di IGD^^^


Bram


Keras kepala !


Bram melempar ponselnya ke meja kerja, Bram pulang lebih awal karena mobil yang biasa di pakai anak anak mogok dan Bram harus menjemput Queen dari sekolah. Bella bersikeras untuk minta pulang sendiri, akhirnya Bram mengijinkan karena mengira Bella akan pulang tepat waktu. Tapi setelah menunggu sampai pukul 9 malam Bella tak kunjung pulang juga.


Bella menundukkan kepalanya di meja, ngantuknya sudah tak tertahankan lagi. Baru saja Bella menutup mata, meja nya di ketuk tiga kali oleh seorang dokter wanita.


" Dokter Anabella, kalau kamu mau tidur harusnya kamu di rumah ! " Bentak nya.


" Maaf dok saya gak tidur, cuman nunduk. "


" Alasan ! Akan ada ambulance masuk, korban kecelakaan usia 30 tahun, Kamu handle dan tunggu di depan. "


" Saya lagi dok ? Bukannya koass yang lain banyak ? Maaf bukan maksud saya menolak tapi ada baiknya yang lain juga di beri kesempatan agar lebih banyak belajar. " Jelas Bella.


" Siapa kamu ngatur ngatur saya ? Oh apa karena kamu mantan istri presdir rumah sakit ini jadi merasa hebat ? "


" Baik dok biar saya yang kedepan. " Bella tak ingin lagi mendebat, tak ada baiknya. Bella memilih mengalah dan untuk kesekian kalinya mereka membuat Bella harus bekerja keras.


Entah mungkin bawaan bayi hati Bella mudah sekali tersinggung, Bella berjalan ke pintu IGD dengan air mata yang bercucuran. Sesekali Bella menyeka air matanya kasar, Bella sangat membenci perlakuan seperti ini. Awalnya semua berjalan normal, tak ada yang memperlakukan Bella dengan buruk namun semenjak mereka tau mereka benar-benar menghabisi Bella. Bella bisa saja melaporkan mereka pada Bram namun Bella tak ingin di anggap cengeng.


" Ahh .. " Bella memegang perutnya yang terasa melilit.


" Kenapa dok ? " Tanya seorang perawat yang ikut bersama Bella.


" Gak papa, perut aku sedikit sakit. "


" Oh saya kira kenapa. Jangan terlalu manja dok, koass emang berat. Kalo gak mau cape harusnya dari awal jangan jadi dokter dok, mending jadi istri yang baik aja di rumah ngurus anak ngurus suami. Ah maaf saya lupa dokter kan udah gak punya suami " Ucapnya ringan tanpa rasa bersalah. Bella seketika membeku, Bella kira akan ada ucapan simpati namun nyatanya malah sindiran tajam yang mereka lontarkan pada Bella.

__ADS_1


Manja katamu ? Aku sudah bekerja 12 jam dan kalian tak memberi ku kesempatan untuk diam barang sejam saja dan kalian bilang aku manja ! Bella memaki dalam hati, bibirnya terlalu kelu untuk menyampaikan nya secara langsung.


Bella mendongakkan kepalanya menahan air mata. Bella tak ingin menangis di depan manusia tak berperasaan seperti mereka. Mereka akan merasa senang jika berhasil membuat Bella menangis.


__ADS_2