
Bram tak hentinya memukul stir mobil yang ada di hadapannya kini untuk menyalurkan amarahnya. Terlalu cepat Bella berubah membuat Bram merasa frustasi, padahal jelas-jelas Bram tak pernah mengkhianatinya. Mendekati wanita lain pun tidak. Masalah perasaan, apa itu salah Bram ? Cara kerja perasaan itu di luar kehendaknya.
" Baiklah Bella baiklah .. Kita lihat saja akan bagaimana ini akhirnya ! " Bram mencengkram kemudi
Di dalam mobil Amanda, Bella tak hentinya menangis histeris membuat sahabat-sahabatnya panik.
" Ya Tuhan Bella .. tenangkan dirimu. " Ghisel terus memeluk Bella menenangkan
" Aku tak tahan lagi dengan dia ! Aku tak sanggup kenapa dia terus meminta ku bertahan hiks "
" Ini hidupmu, jangan menahan diri hanya karena dia berkuasa. Kekuasaannya tak akan bisa mengekang tekad mu Bella. Kami akan mendukung mu. " Sambung Amanda yang sesekali melirik ke belakang
Mereka sampai di apartemen milik Amanda, dengan cekatan Amanda mengambilkan air putih dan handuk basah untuk memperbaiki penampilan Bella yang nampak kacau. Gishel pun ikut merawat Bella yang tengah terpuruk. Sudah susah payah bertahan tegar selama ini akhir nya runtuh juga.
Amanda membawa Bella ke kamar untuk beristiraht menenangkan pikirannya. Bella merebahkan tubuh di atas bed berukuran queen size di kamar tamu Amanda dan Ghisel meninggalkan Bella agar leluasa. Tatapan Bella kosong memandangi langit-langit kamar, dadanya terasa sesak dan kepalanya pun pening. Lalu Bella menangis lagi teringat Queen dan Zayn yang berada di rumah Bram. Andai mereka ada disini mungkin sakit Bella akan terobati.
" Queen .. Zayn .. Mommy rindu " Bella menatap nanar wajah kedua anaknya melalui ponsel yang kini sedang di genggam nya
" Maaf kalian harus jadi korban ke egoisan kami .. " Ucap Bella lirih
Bella larut dalam tangisnya hingga matanya tak lagi bisa menahan kantuk. Bella pun terlelap masih dengan menggenggam ponsel berisikan foto anak-anaknya.
...****************...
Kembali ke rumah Bram berjalan gontai menuju ruang kerja, Bram mengambil vodka yang di simpannya di nakas. Bram meneguknya dengan frustasi, semenjak Bella pergi Bram bagai kehilangan arah. Ayu yang khawatir segera menghubungi Kevin memintanya menemani Bram. Hanya dalam waktu 15 menit Kevin sudah berada di rumah padahal hari sudah malam. Ayu mengarahkan Kevin untuk langsung naik ke ruang kerja.
" Bro .. " Panggil Kevin yang melihat sahabatnya dalam keadaan kacau
" Stop Bram, Lo bukan peminum tubuh Lo gak bakal kuat terus di tempa alkohol. " Kevin merebut botol minuman yang Bram genggam
__ADS_1
" Sialan ! "
" Ck .. Lo bilang gak cinta sama Bella tapi semenjak dia pergi Lo ketar ketir kaya orang gila. " Ucap Bram asal
" Gue gak cinta bukan berarti gue gak peduli bukan berarti gue mau dia pergi. "
" Itu egois namanya Bram. Dia mau cinta Lo tapi Lo cuman mau status. Kenapa Bram ? Lo ngerasa terhina karena harus menerima kegagalan ? Gue tau Lo pengen berhasil dalam segala aspek. Tapi bukan berarti Lo boleh korbanin perasaan orang. Ini manusia Bram, bukan tender bisnis yang Lo bisa sikut sana sini tanpa peduli buat dapetinnya ! "
" Ngerti apa Lo soal perasaan ? Lo aja gak bisa ngambil keputusan buat pilih pasangan. "
" Tapi setidaknya gue gak nyakitin anak orang Bram ! "
" Lagu lama .. "
Bram kembali merebut botol minuman dari tangan Kevin lalu beralih ke kamarnya. Kevin hanya bisa menggeleng payah. Tanpa intruksi, Kevin mencari tau keberadaan Bella melalui seluruh anak buah dan para pengawal. Kevin tak ingin mengganggu privasi mereka namun rasanya sekarang dirinya pun harus turun tangan lagi.
Setelah 2 jam menanti, salah satu pengawalnya pun memberikan kabar keberadaan Bella yang sekarang masih berada di apartemen Amanda. Kevin segera meraih kunci mobilnya lalu pergi menyusul Bella.
Ting .. Ding
Kevin membunyikan bel, Amanda yang saat itu membukakan pintu.
" Saya Kevin assisten Presdir Bram. Bisa saya bertemu dengan Bella ? Saya tau dia di sini. "
" Ada keperluan apa om ? Bella lagi istirahat. " Amanda menatap dingin pada Kevin
" Bella pasti bersedia bertemu dengan saya, karena saya juga sahabat Bella. "
" Ck yaudah masuk dulu aja, aku panggil dulu. "
" Duduk om .. " Titah Ghisel yang sedang duduk depan ruang santai selagi Amanda mencari Bella ke kamar.
Dengan lembut Amanda membangunkan Bella, Bella menggeliat di tengah tidur nyenyak nya lalu perlahan membuka mata. Bella mengerjap kala Amanda memberitahu ada Kevin yang mencarinya.
Bella segera turun ke ruang santai menemui Kevin.
__ADS_1
" Ada apa ? " Tanya Bella dengan matanya yang sembap
" Kamu terlihat kacau Bell, tak kalah kacaunya dengan sahabatku. " Ejek Kevin
" Sudahlah, setelah berpisah darinya aku akan lebih baik lagi. " Bella menjawab yakin
" Bagaimana aku harus bicara, suamimu hancur benar-benar kacau semalaman ini dia mabuk. Kamu tau kan dia tidak kuat mabuk ? "
" Lantas ? "
" Aku tak meminta mu kembali dengannya tapi mohon bujuklah dia. Apa salahnya kalian bicara baik-baik. Ingat di rumah ada anak-anak. Bagaimana kalau Bram melampiaskan amarahnya pada anak-anak. "
" Ck .. harusnya itu dia lakukan sebelum dia menggandeng seorang wanita di depan publik. "
" Ayolah, kalau bukan kamu yang lari dari rumah mana mungkin dia menggandeng wanita lain. "
" Jadi semua salahku ? Dia mencintai Violine juga salahku ? " Bella mulai terpancing emosi
" Itu salahnya, namun bukan berarti kamu pergi begitu saja. Pulanglah malam ini saja. Besok pagi kalian bicara baik-baik. Setidaknya lakukan ini sebagai bentuk tanggung jawab kalian sebagai orangtua "
Bella mencoba mencerna semua kata-kata yang di ucapkan Kevin. Memang benar apa yang mereka lakukan kini sangatlah egois namun rasa sakit yang Bella tanggung sudah tak dapat terbendung lagi. Bella benar-benar muak jika harus bertemu Bram. Namun akhirnya Bella luluh oleh Kevin yang terus mengingatkan nya tentang nasib anak-anak jika mereka terus berseteru, kali ini Bella kembali mengalah dan memutuskan ikut pulang bersama Kevin. Amanda dan Ghisel mencoba menahan kepergian Bella karena teringat kejadian tadi sore, perbincangan mereka tak berhasil malah membuat Bella terguncang.
" Tenang saja, aku pasti kembali esok hari setelah semua urusannya selesai. " Bella menatap kedua sahabatnya
" Kirimkan alamatmu, dalam 24 jam kalau kamu gak kembali aku dan Ghisel akan menyusul kesana. "
" Baiklah .. " Bella mengirim lokasi maps dan alamat lengkapnya
" Aku pergi dulu. Terimakasih ya ? "
" Jangan katakan hal itu seolah kamu gak akan kembali. Ingat kita selalu ngedukung kamu Bell. " Jelas Ghisel yang kemudian memeluk Bella begitupun Amanda.
Bella pun meninggalkan apartemen Bram, Bella menatap kosong ke jendela. Malam sudah larut namun mereka masih dalam perjalanan. Betapa melelahkannya fisik dan mental Bella saat ini.
...----------------...
__ADS_1
Hi readers terlope .. Maaf ya author telat update, sedang kurang sehat nih. Do'akan othor sehat selalu ya ? Sebagai gantinya othor akan double update
Waiting soon🤍