
Waktu sudah lepas tengah malam namun Bella terbangun, air matanya brrcucuran dengan tangan yang menutup mulut berusaha untuk tidak mengeluarkan suara agar suami nya tidak terbangun. Malam itu Bella bermimpi sedang bermain di taman dengan menggendong seorang bayi cantik dan menunggu kedua anaknya yang lain berlarian. Sesak sekali bagis seorang Ibu yang baru saja di tinggalkan bisa memimpikan hal seperti ini, mungkin Bella juga rindu pada bayi yang di kandungnya.
" Bel kamu bangun ? " Tanya Bram dengan suara serak dan mata yang masih setengah tertutup. Bram hendak memeluk Bella namun yang di peluk ternyata sedang duduk di ujung ranjang membuat Bram membuka mata karena kehilangan dekapan.
" Hmm i .. iya " Jawab Bella tepotong khas suara saat menangis.
" Kamu kenapa Bel ? " Bram bangkit begitu mendengar suara Bella yang terisak.
" Braaaamm " Karena merasa tak tahan lagi Bella lalu berbalik membenamkan wajahnya di paha Bram yang sudah dalam posisi duduk.
" Hikss .. Hikss Bram Ya Allah " Lanjutnya.
" Ada apa sayang ? " Tanya Bram bingung seraya mengusap punggung istrinya.
" Aku mimpiin dede bayi, aku kangen dia Bram hiks, aku yang udah bikin dia gak ada Bram. "
" Maksudnya ? "
" Dari awal aku gak terima dia, aku bilang aku gak siap, aku gak mau hamil. Dan Allah kabulkan ucapanku Bram. Ya Allah aku jahat banget Bram do'ain hal buruk sama anakku sendiri. Aku nyesel aku marah sama diri aku. " Racau Bella dengan air mata yang semakin deras.
" Bella kamu gak salah, yang salah adalah orang yang bikin kamu kaya gini. Siapapun dia, aku gak akan biarin dia hidup tenang karena udah bikin anak dan istriku menderita. Aku janji bakal cari dia sampai ke ujung duniapun " Bram memeluk Bella menenangkan hati istrinya yang terluka itu.
Mungkin pada awalnya melihat bukti bukti itu Bram sedikit berpikir istrinya lah yang benar benar telah sengaja melenyapkan anak yang di kandungnya karena tidak tahan dengan fisik yang sering drop sedangkan dirinya harus menjalani koas. Namun setelah melihat malam ini Bella begitu terpuruk, Bram tau istrinya tak melakukannya.
Gue pasti nemuin Lo. Gue bakal bikin hidup Lo menderita sama seperti yang di rasain istri gue sekarang.
Rahang Bram mengeras dengan tangan yang sudah mengepal, sampai hampir subuh Bella baru bisa kembali tertidur. Bram bangkit dari ranjang nya lalu masuk ke ruang olahraga, disana lengkap berbagai alat olahraga ada seperti gym. Namun pandangan Bram tertuju pada samsak di tengah ruangan, dengan penuh amarah Bram melayangkan tinjuan pada samsak di depannya sambil terus mengerang meluapkan emosinya, untungnya ruangan itu kedap suara.
__ADS_1
Sampai akhir nya adzan subuh pun berkumandang, Bram merebahkan dirinya di tengah bagian ring menarik nafas panjang sesekali menenangkan dirinya sendiri. Setelahnya Bram bangkit hendak kembali dan mandi namun fokusnya teralihkan pada sebuah handycam. Bram tersenyum saat melihat momen momen anak anak nya tumbuh mulai dari Queen yang saat itu baru berusia 3 tahun hingga Zayn yang baru saja lahir. Sudah lama Bram tak mengambil video karena memang sekarang seringnya menggunakan ponsel.
Bram tersenyum, sedikitnya melihat mereka tumbuh bersama dan mendampingi mereka menjadi obat tersendiri untuk Bram.
Siang harinya Bram bertugas seperti biasa, Bella pun mulai kembali ke rumah sakit Bella tak ingin tertinggal jauh.
" Jangan terlalu cape ya ? Nanti aku bantu schedule kamu biar gak terlalu berat dan padat. " Bram mengelus puncak kepala istrinya.
" Gak papa gak usah aku udah sehat juga. Makasih ya suami " Bella memeluk Bram erat.
" Ekhem punten .. " Ciri khas sekali Kevin jika mereka berduaan pasti saja datang mengganggu.
" Keluar gak Lo atau gue potong gaji Lo 70% "
" Haha jangan Pak Kevin sini aja aku udah ko mesra mesraannya aku juga mau ke bangsal dulu "
" Tuh kan bini gue jadi kabur deh gara gara Lo ! " Gerutu Bram. Mereka saat ini ada di ruangannya Bram.
" Aku pergi dulu ya dokter Bram tercinta " Ucap Bella manja.
" Kamu ngomongnya kaya gini malah pengen aku kurung aja disini "
" Ih kalian berdosa banget tau mesra mesraan depan jomblo "
" Siapa suruh Lo jomblo ! " Sungut Bram.
__ADS_1
" Yaudah permisi dulu semuanya selamat siang "
Bella pun melenggangkan kaki nya keluar dari ruangan Bram. Setelah banyak nya kejadian yang menyakitkan dan mengecewakan bahkan ada yang memicu sumbu antara mereka agar saling terbakar amarah namun nyatanya mereka justru semakin lengket. Bella pun tak menyangka Bram sama sekali tak memarahinya apalagi efeknya separah ini, biasanya dulu saat Bella ceroboh sedikit saja Bram bahkan bisa menyakitinya. Jujur ini hal baru dan membahagiakan hatinya.
" Ada apa bro ? " Tanya Bram santai di sofa.
" Gue udah selidikin kasus Bella. Kemungkinan orang yang masukin dan ambil lagi obat itu dia lakuinnya di loker barang para dokter. Disana kita gak pake CCTV karena emang itu area ganti Bram "
" Jadi kita kehilangan jejak ? " Bram mulai menanggapi serius.
" Semoga aja enggak, tapi yang pasti kita udah punya list siapa aja yang punya akses ke ruangan itu di hari itu dan gue rasa salah satu dokter koas atau residen yang nyelakain Bella. "
" Ck dokter mana yang bisa berbuat segila itu ? Gue habisin karir nya seumur hidup " Decak Bram kesal.
" Dan gue udah usut ke bagian farmasi, obat itu gak ada keluar dari farmasi kita. Dia pasti ambil dari luar tapi itu obat keras gak bisa keluar tanpa resep. Kita bisa mulai cari dari sana Bram. Aku udah kerahin informan ke tiap rumah sakit di kota ini "
" Apa gak terlalu lebar pencarian Lo ? " Bram mengerutkan dahinya.
" Bram obat ini hanya di gunakan buat pasien kronis di bawah pengawasan dokter spesialis. Gak banyak yang pake. Cuman ini peluang kita, dan gue pastiin minggu ini Lo udah dapet namanya " Ucap Kevin yakin.
" Ok gue percayain sama Lo, thanks Vin selesai masalah ini gue kasih Lo cuti sama voucher liburan full service kemana pun Lo mau selama 10 hari "
" Nah ini sohib guaa gak sia sia gue gadang sampe ngejpret otak gue buat nuntasin kasus Lo " Kevin terkekeh seraya berterimakasih pada bos nya yang dermawan itu.
Percakapan mereka selesai disana, Bram memang tidak melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib karena minimnya bukti di tambah Bella sendiri yang mengkonumsinya. Selain itu, Bram harus memberikan sedikit pelajaran dengan caranya sendiri sebelum menjebloskan manusia laknat ini ke jeruji besi.
Siapa yang bermain api harus siap merasakan panasnya terbakar !
__ADS_1