Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Sebuah Perbedaan


__ADS_3

Kevin


Bro, anak anak di anter gue aja ya ?


^^^Bram^^^


^^^Supir udah balik^^^


Kevin


Ya gapapa dong, biarin aja supir Lo istirahat bentar


^^^Bram^^^


^^^Lo kurang kerjaan ? Lo mau ganti jadi supir ? Yaudah^^^


Kevin


Eh anjir gak gitu, gue kan lagi PDKT. Ah Lo gak pengertian, Lo udah punya buntut dua masa gue masih jomblo aja tega bener


^^^Bram^^^


^^^Ok ! Satu sayarat^^^


Kevin


Gila pake syarat segala. Yaudah apa ?


^^^Bram^^^


^^^Halalkan ! Ayu udah gue anggep adek gue jangan Lo mainin^^^


Kevin


Kalo itu mah gue siap kapanpun


" Ck dasar jomblo tua ! " Decak Bram.


" Siapa mas ? " Tanya Bella yang saat itu sedang menyantap sarapan mereka bersama di meja makan.


" Si Kevin "


" Terus ? "


" Hmm, kids .. Hari ini om Kevin anter kalian sekolah ya ? Katanya pengen ajak kalian ke play ground pulangnya "

__ADS_1


" Oh itu .. " Jawab Bella seolah mengerti.


" Yess sama om Kevin lagi "


Tak lama setelah keduanya berangkat Kevin pun tiba di rumah dengan santainya. Rumah Bram memang sudah seperti rumah nya sendiri.


" Halo semuanya .. Om Kevin siap jadi ajudan kalian lagi " Kevin menengadahkan tangannya seraya menunggu kedua anak bosnya itu memberi pelukan.


" Yee Om Kevin udah dateng " Queen dan Zayn berhamburan dalam pelukan Bram.


" Ayo Pak, kalo kelamaan anak anak bisa telat " Ajak Ayu sambil membawa tas anak anak.


Kevin pun mengantar mereka, sekolah Queen dan Zayn bersebelahan hingga cukuplah mengantar mereka dengan satu rute saja. Begitu anak anak masuk tugas Ayu hanya menunggu dan kini di temani oleh Kevin.


" Yu " Panggil Kevin.


" Iya Pak ? " Ayu menjawab canggung.


" Santai aja Yu, gak masalah kan aku ikut nunggu ? "


" Gak papa sih pak. Tapi emangnya bapak gak kerja ? "


" Aku lagi mogok kerja Yu "


" Hah kenapa ? "


" Ya Allah pak jangan becanda gitu, saya malu "


" Aku gak becanda Yu, aku kan udah sering bilang ke kamu. Tapi kamu nya acuh mulu padahal kita kenal udah lama loh Yu. Coba kasih aku alasan kenapa kamu nolak aku terus ? " Tanya Kevin dengan ekspresi serius.


" Saya takut pak, saya gak mau urusan sama orang berada kaya Pak Kevin kaya Pak Bram. Saya takut hidup saya gak bisa tenang kaya Bu Bella. "


" Ayu .. Ayu .. Apa yang terjadi sama Bella bukan cuman terjadi di kalangan kami, ini itu masalah biasa sekalipun Aku atau Bram bukan orang berada, manusia iri itu pasti ada. Dan Aku bukan Bram Yu kamu juga bukan Bella. I mean, kalau kita nikah kamu cukup jadi ibu rumah tangga sambut aku pulang rawat anak anak kita dan aku akan mencintai kamu sampai akhir hayat Aku Yu. "


" Pak Bram juga sama cinta mati sama Bu Bella, tapi hidup mereka banyak masalah Pak .. "


" Ya karena Bella gak sesederhana itu, Bella itu cerminan Bram. Mereka gak saling mengisi, tapi mereka saling bersaing. Alasan mereka bisa bertahan sampe sekarang ya karena mereka sama sama petarung Yu. Kalau kamu beda, kamu tuh gak ambisius kamu sederhana dan banyak hal yang gak ada di gadis jaman sekarang. "


" Pak saya cuman orang kampung yang di bawa sama Bu Bella ke kota. Gaya hidup kaya gitu gak masuk di saya " Tawa lepas keluar dari bibir Ayu.


" Kamu tambah cantik kalo kaya gini Yu. Ya intinya kita itu beda sama mereka jadi cara kita ngejalanin hubungan juga aku jamin bakal beda. Kenapa gak di coba dulu aja Yu biar kamu tau sendiri rasanya ? "


" Bapak nembak saya ? " Ayu menatap bingung.


" Kata nembak terlalu kekanak kanakan buat saya, but ya aku mau kamu jadi pasangan Aku. Kita gak perlu buru buru ke jenjang yang lebih serius, aku mau nunggu sampe kamu siap "

__ADS_1


" Kasih saya waktu ya Pak saya pasti jawab secepatnya. Saya masih harus nimbang ini itu "


" Okay Yu, tapi mulai sekarang jangan hindarin aku ya dan please jangan panggil bapak. Panggil mas aja " Pinta Kevin yang tak mau kalah dengan Bella.


Ayu hanya mengangguk dan tersenyum, ini awal yang baru baginya. Setelah sekian lama meluangkan waktu hanya untuk anak anak, kini Ayu akan mulai membuka lembaran untuk catatannya sendiri.


Dilain tempat Bella sedang menundukkan kepalanya di meja kafetaria lengkap dengan kopi di hadapannya yang perlahan mulai dingin. Bram yang mengetahui perawakan istrinya itu segera menghampiri lalu mengusap punggung Bella perlahan dan beralih ke rambutnya.


" Bangun cantik .. Kopimu dingin " Panggil Bram di telinga Bella.


" Kopi ? Ya ampun " Bella bangun seketika begitu mendengar kopinya dingin. Butuh waktu 5 menit untuk Bella mendapat secangkir kopi namun karena tak tahan mengantuk Bella pun tertidur dalam penantiannya.


" Nih yang aku aja. " Bram menyerahkan secangkir kopi di tangannya yang masih cukup panas.


" Makasih dok "


" Kamu kenapa ? Lemes banget. Perasaan semalem gak aku ajakin gadang deh "


" Tadi aku abis ikut bedah 5 jam. Terus langsung sesi tanya jawab sama observasi. " Curhat Bella dengan mata sayu masih mengantuk.


" Anabella sayangku, semakin lama kamu bakal semakin ngerasa mau mati berdiri percaya deh. Jadi gimana ya. Semangat aja ok ? "


" Kamu gak ngehibur aku sama sekali tau mas. "


" Ya maaf emang gak ada penghiburannya pokoknya derita dan air mata isinya "


" Kami nyebelin ! Heran suami orang pada romantis, ini suami gue beda sendiri "


" Aku romantisnya di rumah aja yang disini mah aku konsulen kamu. Tugas aku selain ngajarin kamu ya bikin kamu menderita haha " Bram benar benar terkekeh dengan jokes nya yang mulai memancing emosi Bella.


Tak ingin berlama Bella pun pergi dengan kesal, Bram hanya menatap heran tidak biasanya istrinya itu mudah tersinggung padahal menurut Bram Bella pun mengerti bahwa yang Bram ucapkan hanya sebuah candaan.


Bram segera menyusul Bella lalu menarik tangannya masuk ke ruangan Bram. Di ruangan Bram memeluk Bella erat meski si empunya sempat berontak namun karena tau kekuatan suaminya tak akan sebanding, Bella memilih pasrah.


" Maaf yang .. Aku cuman bercanda. Kamu tau kan ? "


" Aku gak suka ya kamu bercandain masalah kerjaan. Aku cape tau, aku butuh di support ! "


* Kamu gak biasanya loh marah marah segininya. Ada masalah apa hmm ? " Bram berusaha mencari tau alasan lain di balik kemarahan Bella.


" Masalah nya itu kamu ! Ini juga apaan kamu bau tau Bram lepasin deh aku gak suka bau kamu "


" Bau ? Serius Bel ? " Bram mengendus pakaiannya namun sumpah demi apapun yang di ciumnya hanya aroma parfum seharga jutaan rupiah yang justru di puja puja istrinya.


" Ya Allah Bel ngada ngada kamu. Wangi ko, cium lagi deh ini wangi parfum yang kamu suka " Bram mendekatkan wajah Bella ke dadanya namun Bella malah memukulinya.

__ADS_1


" Stop it. Kamu mau bunuh aku ? Pokoknya jangan pernah pake bau ini lagi. Aku mau ke bangsal ! " Bella pergi begitu saja dengan amarahnya.


Kenapa gue marah segini nya ? Ah ! Koas merubah gue jadi monster hidup ! Gerutu Bella merutuki sikap kasarnya pada Bram


__ADS_2