
Presdir Room
tok .. tok
“Bram bagaimana kabar uncle Alberth?" Tanya Kevin
“Sudah baik, tapi aku punya berita yang jauh lebih baik" Seru Bram semangat
“Bella hamil kan?" Sahut Kevin
“Darimana kamu tau?" Tanya Bram
“Aku tau baru baru ini saat ke rumah sakit untuk mewakili mu menghadiri pengangkatan Kepala rumah sakit yang baru, saat itu aku melihat Bella di bagian Obgyn. Saat itu aku yakin perbuatan mu telah membuah kan hasil haha" Goda Kevin
“Tentu, aku pria sehat dan kuat. Sekali main langsung menghasilkan" Jawab Bram
“Selamat Bram aku ikut senang. Lalu bagaimana hubungan mu dengan Bella sekarang?" Tanya Kevin
__ADS_1
“Hmm ntahlah Vin. Tidak banyak yang berubah. Kami hanya sama-sama melakukan apa yang harus di lakukan" Bram menyandarkan kepalanya di sofa
“Kamu belum mencintai Bella?" Kevin penasaran
“Rasanya belum, aku belum merasakan debaran semacam itu. Akupun belum merasa rindu dan cemburu" Jelas Bram
“Yakin gak cemburu? Waktu lihat sama Akbar ko marah-marah katanya gak cemburu" Kevin mendengus
“Beda lagi itu Vin. Bayangin deh kalo lu di posisi gue. Bini lu di peluk laki lain. Cinta atau engga lu pasti gak suka lu bakal ngerasa di rendahin. Harga diri lu sebagai pria bakal ngerasa di injek-injek" Jelas Bram
“Bener sih Bram" Jawab Kevin singkat
“Oke oke, jadi susis niyee haha" Kevin terkekeh
Bugghh .. Bantal sofa mendarat dengan tepat di wajah Kevin
“Sialan lu, daripada jomblo akut" Jawab Bram
__ADS_1
Hari berganti, Bram melajukan mobilnya saat pagi buta. Sengaja agar tidak terlalu macet pikirnya. Satu tujuannya, yaitu menjemput Bella dan Queen. Bram sampai di Bandung pukul 8 pagi, udara masih cukup segar hari ini. Bram membantu Bella membawa perlengkapannya dan Queen, Ayu pun ikut berkemas karena sudah setuju untuk ikut dengan Bella.
“Bi, jaga diri dan jaga rumah ini ya. Jika merasa kesepian ajaklah anakmu tinggal disini. Maaf aku tak bisa membawamu juga karena aku tak bisa mempercayakan rumah ini pada orang lain" Seru Bella
Setelah berpamitan, Bella Bram dan Ayu yang menggendong Queen pun memasuki mobil dan berangkat ke Jakarta. Diperjalanan Bella menatap Bram sesekali. Dilihatnya raut wajah Bram yang tampan, tidak terlihat jarak usia yang jauh dari Bella.
“Bram, dengan wajah yang seperti itu aku yakin masih banyak wanita yang tergila-gila padamu" Tanya Bella
“Tentu saja, itulah kenapa aku membutuhkan istri. Mereka tergila-gila padaku sampai aku pun hampir gila dibuatnya" Jawab Bram dingin membuat Bella terkekeh melihat sikap Bram yang berusaha melucu tapi ekspresinya begitu datar
“Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Bella penasaran
“Sekarang masih ada beberapa yang mencoba menggodaku tapi tidak secara terang-terangan seperti dulu. Ya paling dengan kode-kode" Ungkap Bram
“Wah kamu tau juga ya kode-kode wanita" Goda Bella
“Aku jauh lebih tua darimu tentu saja jam terbangku pun sudah lebih tinggi darimu" Jelas Bram
__ADS_1
Bella semakin dibuat tertawa dengan guyonan Bram. Ternyata Bram tidak sedingin dan sekaku yang di bayangkan, meski Bram bukan tipe pria yang hangat tapi dengan sikap nya yang sudah sedikit melunak Bella yakin tidak akan terlalu banyak perselisihan di antara mereka saat bersama satu atap nanti.