
Pukul 22.30WIB
Bella menyalakan tv di kamarnya. Dan Bram kembali sibuk dengan pekerjaannya. Sekalipun sedang cuti, pekerjaan tidak bisa di tinggalkan begitu saja pikir Bram.
“Bella, Queen sudah tidur kenapa kamu tidak ikut tidur?" Tanya Bram membuka percakapan
“Ntahlah Mr.Bram, aku memiliki insomnia yang parah. Tidak pernah tidur sebelum lewat tengah malam." Jawab Bella singkat
“Lalu, selama ini apa yang kamu lakukan saat semua orang sudah terlelap?” Bram merespon pernyataan Bella
“Apapun, nonton makan membuat novel main game. Saat sudah lelah aku akan tertidur dengan sendirinya" Bella menjelaskan
“Sepertinya kamu bukan hanya punya gangguan tidur, tapi juga gangguang psikologis Bell" Bram berbincang sambil tetap fokus pada laptopnya
“Benar, bahkan pernah beberapa kali terpikir oleh ku mati rasanya lebih baik daripada hidup penuh beban seperti ini" Jawab Bella santei
Seketika Bram membeku, dia berpaling dari laptopnya dan menatap ke arah Bella
“Kenapa menatapku begitu? Aneh bukan? Haha. Orang berfikir aku baik-baik saja karena aku orang yang ceria. Mereka tidak tau sebenarnya aku sedang menertawakan nasib burukku sendiri" Lanjut Bella dengan tenang “Untung aku menyadarinya, sehingga aku berupaya keras mengatasi gangguan psikis ku sendiri. Aku sering berkonsultasi pada teman ku seorang psikolog. Perlahan aku bisa bangkit." Bella menutup curhatan nya
“Sejak kapan? Apa saat ini kamu masih membutuhkan bantuan profesional? Aku bisa menyarankan sahabat-sahabatku." Tawar Bram
__ADS_1
“Sejak kapan aku tidak tau tapi sejak aku sekolah menengah aku sering menyakiti diriku sendiri. Berarti ini sudah berlalu lama. Aku tidak pernah bisa tidur dengan nyaman. Begitupun di siang hari aku tidak bisa tenang. Ya sesekali aku masih berkonsultasi pada sahabatku itu, dan tak apa tak usah merepotkanmu. Kita jalani saja tugas kita masing-masing" Jawab Bella dengan tegar
Bram tidak berani lagi mengusik masa lalu Bella, rasanya saat ini tidak tepat. Bella belum sepenuhnya pulih. Jika Bram menyeret Bella ke masa lalu, bukan tidak mungkin Bella akan terpuruk lagi.
“Baiklah" Jawab Bram singkat
“Oh ya Bella, selain di tempat kerja panggil saja aku Bram tidak usah pake embel-embel. Apa yang akan orangtua mu pikirkan jika kita terus kaku seperti itu." Titah Bram
“Benar juga, tapi aku merasa tidak sopan. Bagaimanapun kamu 10 tahun lebih tua dariku hahaha" Jawab Bella menggoda Bram
“Aku tidak setua itu Bella, aku masih kuat membuat mu kewalahan kalau kamu mau" Bram tersenyum nakal
“Stop Bram, aku akan tidur selamat malam dan simpan guling itu di tengah jangan sampai kamu macam-macam" Bella langsung berbalik memunggungi Bram lalu mematikan Tv nya. Bram hanya terkekeh melihat tingkah Bella.
“Apa yang terjadi dengan mu Bella? Aku harus tau, aku yakin jika aku bertanya langsung kamu hanya akan menjawab dengan canda jenaka mu itu. Lebih baik aku mencari tau sendiri." gumam Bram dalam hati.
“Bella, katanya suka begadang. Masa jam segini sudah tidur." Bram menggoyangkan tubuh Bella
“Apasih ih ganggu aja. Nanti Queen bangun." Jawab Bella malas
“Boleh aku pinjam HP mu? Aku belum mengantuk dan pekerjaan ku sudah selesai. Aku ingin koleksi game apa saja yang ada di HP mu" Pinta Bram
__ADS_1
“Boleh saja, tapi jangan sampai kalah. Kamu akan merusak performa ku. Sandinya 121212. Kalo kamu kalah aku tak akan meminjamkan lagi seumur hidupku" Ancam Bella
“Tenang Bell, aku orang yang pintar dan cepat belajar." Jawab Bram
Bram mulai membuka HP Bella. “Maaf Bella, aku melanggar privasimu untuk saat ini." batin Bram
Koleksi foto yang pertama kali Bram lihat, tidak ada yang spesial. Ada beberapa foto Bella, Queen dan Adam. Tidak masalah dalam hati Bram, Queen memang harus tau ayahnya. Mungkin Bella menyimpannya untuk Queen nanti. Lanjut ke pesan pribadi nya. Kebanyakan pesan tentang pekerjaan, promosi, percakapan dengan pelanggan dan sahabat-sahabatnya. Lalu ada pesan yang cukup panjang saat di scroll dari seseorang bernama “Anya".
Bram POV
“Ah sepertinya ini sahabat yang Bella bicarakan tadi" ucapku dalam hati.
Ternyata tebakan ku tepat, dari percakapannya Bella membicarakn tentang kehidupannya pada Anya dan meminta beberapa solusi untuk masalahnya. Ternyata Bella benar-benar berjuang untuk mengatasi gangguan psikisnya. Dari percakapan mereka ada satu yang membuatku bergidik. Selama ini Bella adalah korban kekerasan seksual oleh mantan suaminya, perselingkuhan, dan hubungan toxic Bella dan Adam sudah berlangsung semenjak Bella sekolah. Adam membuat Bella tidak berdaya dengan ancaman nya. Setiap kali ada lelaki yang mendekati Bella Adam akan menggila dan mengancam menyakiti mereka begitupun setiap Bella berteman dengan perempuan Adam akan mendekati mereka dan membuat mereka tidak nyaman. Itu semua berlangsung sampai mereka memiliki Queen. Disini terlihat Bella berjuang sendirian selama 8 tahun hubungan mereka. “Cinta yang bodoh" aku membatin
Adam membuat Bella hidup seperti di neraka, Bella memendam semua sendiri tanpa mengadu pada orangtuanya karena takut menambah beban mereka. Bella sampai mengatakan bahwa dia bagai mayat hidup tak memiliki hasrat akan dunia, Bella hanya sekedar hidup menunggu mati atau menunggu keajaiban.
“Pantas saja dia selalu menyakiti dirinya sendiri" Aku merutuki kebodohan Bella
Bagiku apa yang di lakukan Adam bukanlah cinta. Melainkan obsesi semata. Akhirnya aku menemukan satu benang merah tentang masa lalu Bella. Meski tidak lengkap, setidaknya aku punya gambaran besarnya.
Aku beralih pada percakapan panjang lainnya antara Bella dan SPV nya Akbar. Selama ini Akbar lah tempat berlindung Bella ternyata, tanpa sengaja akupun membaca ungkapan cinta dari Akbar yang dibalas perasaan yang sama oleh Bella. Aku memaklumi, selama setahun kebelakang Akbar lah yang memberikan sandaran pada Bella. Tentu hatinya akan luluh, aku tidak masalah dengan ini. Yang aku sesali, mereka saling mengungkapkan perasaan hanya beberapa hari sebelum kami menikah. Perasaan mereka kandas karena telah terhalang oleh lamaranku. Bella diposisi tidak mungkin membatalkan karena sudah menerima “upahnya" begitupun Akbar tidak bisa menghalangi karena pantang pula baginya melamar di atas lamaran orang lain. Aku salut pada komitmen mereka.
__ADS_1
“Maafkan aku Akbar, Bella. Andai aku tau lebih awal mungkin aku sendiri yang akan membatalakannya." Batinku menyesali
Rasanya hari ini sudah cukup aku mencari tau, selebihnya aku bisa melakukannya di kemudian hari. Aku pun mematikan ponsel Bella dan mulai menutup mata.