Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kebahagian yang Sempurna


__ADS_3

Semenjak perginya Violine tak ada lagi satu orang pun yang berani mengganggu Bella, mereka paham jika sedikit saja menyakiti Bella maka akan berhadapan dengan Bram dan Presdir Albert.


Bella menatap langit senja yang berwarna jingga dari balkon ruangan Bram. Menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan perlahan.


" Kenapa sayang ? Apa yang kamu pikirkan ? " Bram berjalan menghampiri Bella dari belakang lalu mendekap pinggangnya sembari sesekali mengelus perut Bella yang mulai membulat di usia kandungannya yang menginjak 7 bulan.


" Kedamaian dan kebehagiaan ini Bram, tak pernah terbayangkan sebelumnya aku akan menatap senja di tempat dan langit yang sama bersamamu sambil menanti kelahiran anak kita " Bella tersenyum lembut, air muka nya begitu sahdu dan menenangkan.


" Aku pun Bel, tak membayangkan akan memilikimu lagi dan membangun keluarga kecil kita " Bram membalik tubuh Bella agar menghadap nya. Wajah mereka saling bertemu, setiap hembusan nafas terasa menerpa wajah mereka masing masing.


“ Terimakasih Bella, kamu membuat aku hidup dengan utuh, kamu sudah bertahan di tengah badai dan kini kamu tinggal menikmati indahnya pelangi " Bram mengusap kedua pipi Bella dengan ibu jarinya.


“ Terimakasih juga daddy karena telah menepati janji untuk mencintai dan membahagiakan aku dan anak-anak " Bella memeluk erat Bram.


Hingga beberapa saat mereka hanyut dalam damainya lembayung senja, sampai si pengganggu pun tiba ..


“ Ekhem .. Masih jam kerja nih " Gerutu Kevin.


“ Berisik banget sih Lo sirik aja "


“ Iya ya padahal kan sekarang udah punya Ayu ciee yang sebentar lagi mau sebar undangan " Goda Bella.


“ Undangan apa nya ? Suami kamu tuh gak pernah biarin gue buat punya waktu berkeluarga "


“ Sayang jangan gitu dong, kasihan Kevin kan juga perlu berporduksi biar nanti anak anak kita punya sepupu haha " Semua tertawa lepas.


“ Tapi bener sih bulan depan kan Akbar sama Amanda ngelangsungin pernikahan. Berarti Ayu sama Lo harusnya bulan depannya lagi mumpung Bella belum lahiran " Sebuah ide terlintas di pikiran Bram.


“ Good idea .. "


Jika di ingat dari banyak nya badai yang telah di lalui setelah bertahun tahun baru kali ini kebahagiaan mereka terasa sempurna, tanpa ada wanita lain, tanpa paksaan, tanpa ada drama drama menyakitkan lainnya. Semua mengalir seperti kehidupan normal lainnya.



*bumil cantiks lagi pamer baby bump


Sesuai celotehan Bram saat itu, Ayu dan Kevin benar benar sedang mempersiapkan acara pernikahan di balik sibuknya Akbar dan Amanda yang akan melangsungkan pernikahan seminggu kedepan. Mereka kompak merayakan pernikahan sebelum Bella melahirkan agar Bella bisa menyaksikan orang orang yang di kasihinya menyambut kebahagiaan satu persatu.


“ Seminggu lagi Akbar sama Amanda naik ke pelaminan. Bulan depan nya Ayu sama Kevin nyusul, terus menurut HPL 2 minggu setelah acara mereka aku bakal lahiran. Jadwal kita padet banget ya Bram .. " Ucap Bella ketika mereka sedang sama sama merebahkan tubuh di ranjang.


“ Ya gak papa, biar kebahagiaan kita sempurna Bel " Bram membalikkan tubuhnya menghadap Bella.


“ Bobo yu ah kamu kebanyakan mikirin orang lain " Ajak Bram lalu mengecup kening Bella lembut.


...----------------...


“ Uwweekk .. " Amanda memuntah kan seluruh isi perutnya tak lama setelah menyantap perjamuan di acara pernikahan Ayu dan Kevin.


“ Kenapa Lo ? " Tanya Bella curiga.


“ Kenapa lihat nya kaya gitu ? "

__ADS_1


“ Ngisi Ya Lo ? " Bella langsung saja to the point.


“ Gak tau tapi semenjak pernikahan gue belum dapet lagi sih Bel " Jelas Amanda yang tepat sebulan yang lalu sudah melangsungkan pernikahan dengan Akbar.


“ Gak mau tau pokoknya besok pagi harus cek terus foto ke gue hasilnya " Paksa Bella.


“ Iya bawel .. Udah ah ayo balik lagi ke acara nanti laki kita pada nyariin. " Ajak Amanda yang sudah merasa baikkan.


Acara berlangsung meriah, Kevin dan Ayu akan menikmati honeymoon mereka ke eropa selama satu minggu sedang anak-anak di titipkan pada orangtua Bella yang saat ini berada di ibu kota menemani putrinya yang sebentar lagi akan melahirkan.


Malam harinya, Bella membaringkan tubuh di samping Bram. Beragam posisi sudah Bella coba namun perutnya terasa tegang dan tidak nyaman.


“ Kenapa ? " Tanya Bram dengan suara berat khas bangun tidur, karena lelah Bram sudah lebih dulu terlelap beberapa jam yang lalu.


“ Perut sama pinggang aku gak enak Bram. "


“ Mules gak ? ”


“ Enggak sih cuman kaya tegang aja gitu. "


“ Yaudah ngadep sana aja, biar aku usap punggungnya. " Bram berinisiatif mengambil olive oil lalu mulai memijat pinggang Bella lembut hingga si empunya terlelap tidur.


Melihat Bella yang sudah terlelap Bram pun memeluk Bella lembut dan menyusul Bella ke alam mimpi.


“ Waaahh selamat .. " Ucap Bella antusias hingga membangunkan Bram.


“ Hmm telponan sama siapa sih jam segini ? " Bram melihat jam dinding baru menunjukkan pukul 05.30


“ Wah jangan - jangan di Dp in dulu tuh. Ko gercep banget "


“ Hust kamu suudzon aja. " Bella mencubit pinggang Bram lalu bangkit hendak melaksanakan shalat subuh.


Baru saja berjalan beberapa langkah srrtt .. Bella merasakan suatu cairan mengalir dari intinya.


“ Bram .. Look at me " Panggil Bella sambil memegangi perutnya.


“ Hmm ? Oh Ya Allah kita ke rumah sakit sekarang Bel. " Bram segera membopong tubuh Bella menuju mobil.


Bram memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi namun tetap berhati-hati. Bella tak merasakan mulas pada awalnya, namun setelah air yang di duga ketuban itu pecah, berangsur Bella merasakan ada sesuatu yang mendesak turun dan rasanya luar biasa sakit.


“ Hiks Bram .. " Bella memegang erat paha Bram.


“ Tenang sebentar lagi sampai. Tarik nafas panjang terus hembuskan perlahan " Bram berusaha menenangkan istrinya.


Di depan IGD dokter kandungan dan perawat sudah menunggu. Bram sudah terlebih dulu mengabari mereka saat masih di rumah agar bersiaga begitu melihat mobil Bram masuk area parkir IGD mereka dengan sigap membawa Bella masuk untuk di lakukan pemeriksaan.


“ Dokter Bram .. Sudah pembukaan 5 " Ucap Darel.


“ Secepat itu ? Padahal Bella bilang gak ada kontraksi Rel .. "


“ Bukan gak ada kemungkinan gak terasa, terlalu strong istrimu Bram. Rileks aja ya kita tunggu kelahiran alami. Ketubannya gak sampe kering ko. Masih bisa nunggu sampe pembukaan penuh "

__ADS_1


Bram hanya mengangguk pasrah, tak hentinya Bram melangitkan do'a untuk keselamatan keduanya. Bram juga sudah mengabari Akbar, Kevin dan Albert. Kevin yang bahkan akan berangkat pagi ini pun memutuskan menunda keberangkatannya.


“ Aw .. Ampun Bel jangan tangan aku ini aset hidup kita " Gerutu Bram saat Bella mencengkram tangan Bram kuat begitu kontraksinya terasa semakin sering dan hebat.


“ Berisik Bram atau mau aku potong tangan kamu .. " Jawab Bella sambil menahan sakit.


“ Ok sebentar kita cek ya Bel .. " Darel duduk tepat di depan milik Bella siap untuk menyambut kelahiran anak ketiga Bram dan Bella.


“ Udah pembukaan penuh Bel, Yuk udah bisa mulai dorong. " Intruksi Darel.


“ Tarik nafas panjang, buang perlahan fokuskan tenaga kamu di perut. Saat ngejan angkat kepala lihatnya ke perut ya Bel. Siap ? ”


“ Iya dok .. Hiks .. "


“ Satu .. Dua Push "


“ Aaagghhh Braaamm hiks .. " Bella menangis di lengan Bram.


“ Kuat sayang kuat ayo kamu bisa sedikit lagi. "


“ Ini rambutnya udah kelihatan Bel, ayo fokusin lagi tenaganya kasihan dede bayi udah mau keluar tuh tinggal bantu dorong sama kamu ya dorong yang kuat "


“ Sakit dok .. Hiks ”


“ Bisa Bel ini dua kali lagi ngeden juga keluar, yu coba lagi .. " Darel menuntun Bella agar proses melahirkannya berjalan cepat.


Bella pun menuruti intruksi Darel, dengan sisa tenaga yang ada. Bella mengerahkan seluruh tenaga sampai di rasa tak akan ada cukup lagi tenaga. Dalam dorangan yang panjang akhirnya suara tangis bayi menggema di ruangan. Speechless Bram hanya bisa beruraikan air mata sambil tak berhentinya mengucap syukur dan berterimakasih pada istrinya.


“ Bayinya perempuan dok, sehat dan sempurna " Ucap dokter anak.


“ Alhamdulillah .. " Bayi perempuan itu langsung di kembalikan pada Ibu nya agar langsung mendapat kehangatan dan stimulus untuk asi pertamanya.


“ Terimakasih sayang .. Aku gak tau harus bilang apalagi " Bram mencium kening Bella.


Bayi perempuan dengan berat 3,4kg dan panjang 51cm itu langsung di sambut meriah oleh keluarga dan sahabat-sahabat mereka. Semua berkumpul di ruang perawatan. Bella dan Bram dengan ketiga anaknya kini, Akbar dan Amanda yang tengah hamil muda, Kevin dan Ayu si pengantin baru. Kebahagiaan mereka sudah lengkap, setelah ini badai mungkin akan tetap ada baik dalam pernikahan Bram, Akbar ataupun Kevin namun sejauh ini dari berbagai hal yang telah mereka lalui, mereka akan menjadi sahabat dan pasangan yang kuat saling mendukung dan mengisi setiap kekurangan karena pengalaman adalah guru terbaik.


Terimakasih Bram dan Bella yang mengajarkan banyak hal tentang cinta, pengorbanan dan kesabaran yang akhirnya berbuah manis.


Semoga selalu menjadi keluarga yang harmonis sampai mau memisahkan :')


...****************...


Yeee akhirnya tamat juga novel Istri Pajangan Presdir. Mohon maaf karena author baru bisa up lagi setelah sekian purnama, maaf jika ada banyak kekurangan dan kesalahan dalam pembuatan novel ini. Semoga para readers bisa puas dengan akhir cerita mereka. Dan next project, Author punya Novel baru berjudul “ Suami Bayangan " Bisa langsung di cek ya readers.


Terimakasih atas kesetiaan dan dukungannya selama pembuatan Novel ini. Tanpa kalian author hanya remahan rengginang awokwok


Kalo kangen author bisa cek novel “ Istri kontrak Tuan Muda " dan “ Suami Bayangan " yaa ..


With love,


author

__ADS_1


__ADS_2