Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Pijat Menjerat


__ADS_3

Kandungan Bella baru menginjak minggu ke 10, semakin hari semakin berat bagi Bella tapi syukurlah kandungannya semakin baik tak pernah lagi merasa ada masalah berarti berkat pantauan Darel. Hari ini Bella harus pulang lebih dulu dari Bram karena Bram masih ada operasi, pukul 10 malam Bram baru saja sampai di rumah. Begitu sampai seperti biasa Bram akan membersihkan dirinya lalu menghampiri kamar anak anak untuk menyapa sejenak meski mereka sudah terlelap.


" Udah pada tidur kan ? " Tanya Bella begitu Bram membuka pintu masuk ke kamar.


" Iya udah nyenyak banget .. " Jawab Bram mendekati Bella.


" Cape gak Bram ? Mau minta tolong " Tanya Bella.


" Enggak, kenapa ? "


" Aku ngidam, pengen di pijitin kamu. Serius ini bukan modus haha "


" Boleh bentar aku bawa dulu olive oilnya. " Bram berjalan menuju meja rias lalu mengambil olive oil yang biasa Bella gunakan.


Bram mengangkat kaki Bella di atas pahanya lalu Bram mulai memijat dengan lembut dari ujung kaki lalu naik ke betis hingga paha Bella sesuai dengan keinginan Bella.



Bram menelan ludah saat tangannya kini menyentuh paha mulus Bella, membelai nya dengan lembut. Bohong rasanya jika Bram tak tergoda, apalagi mereka melakukannya hanya saat waktu Bella mabuk tempo hari. Setelah menikah Bram tak pernah meminta hak nya karena khawatir pada kandungan Bella.


" Hmm .. " Bella mende*sah nikmat begitu Bram memijat dibawah selang*kangannya.


" Kamu gak lagi ngegoda aku kan Bel ? " Bram tersenyum nakal.


" Tergantung, kamu ke goda apa enggak ? Haha " Bella terkekeh.


" Ke goda tapi kasihan dede bayi kalo gak kasihan udah aku terjang dari kemarin. " Ucap Bram


" Aku juga gak ada niat ngegoda, emang pegel banget. Tapi .. "


" Tapi apa ? "


" Sekarang aku malah pengen .. " Rengek Bella

__ADS_1


Bram seketika terkekeh, teringat saat hamil Zayn dulu Bella lah yang sering kali duluan meminta untuk berhubungan. Ternyata kebiasaan itu kembali terjadi begitu Bella mengandung lagi.


" Gak ah nanti aja kalo baby nya udah agak gedean ya ? "


" Braamm .. Baby nya sehat, dokter Darel juga gak ngelarang kita buat berhubungan kan ? Please " Bella memasang wajah memelas.


" Sayang aku gak nyentuh kamu bukan gak mau loh. Aku cuman takut kalian kenapa napa "


" Yaudah lepasin aku mau tidur gak usah di pijitin lagi " Bellah menghempaskan tangan Bram lalu hendak berbaring namun Bram segera menahan pundak Bella.


" Bentar hey aku gak suka kamu marah. " Bram menarik dagu Bella lalu mengecup bibirnya lembut.



" Kamu akan menikmati ini Bel " Ucap Bram saat melepas pangutannya sejenak.


" Harusnya dari tadi Bram gak usah nunggu aku drama dulu " Bella memukul dada bidang Bram.


Bram memulai aktifitas panasnya, menikmati setiap luma*tan yang di berikannya pada Bella begitu juga dengan Bella. Bram memang ahlinya tentang ini, perlahan Bram membuka kancing kemeja tidur Bella hingga menyisakan bra berwarna hitam dan underwere. Saat ini mereka melakukannya dengan penuh kesadaran dan rasanya memang jauh lebih nikmat.


" Baby .. Daddy jenguk ya " Usap Bram pada perut Bella yang sudah berbaring polos di atas ranjang.


Bram menyentuh bagian inti Bella yang sudah basah, semangat nya semakin membara begitu merasakan tubuh Bella menggeliat menegang menantang untuk di masuki. Setelah sama sama polos Bram pun mengarahkan miliknya perlahan masuk ke dalam.


" Aahh daddy you so hot " De*sah Bella saat milik Bram tenggelam sepenuhnya.


" I know sweetheart, hmm kamu pun sangat nikmat Bel " Bram memaju mundurkan pinggangnya dengan lembut tanpa hentakan berlebihan namun tetap menggairahkan.


Bram merasakan cairan hangat menjalar di miliknya begitu Bella menggelinjang mendapat pelepasan. Melihat Bella yang sudah sampai puncaknya, Bram mulai mempercepat pergerakannya, mencari kenikmatan untuk dirinya sendiri. Tak begitu lama Bram mengeratkan remasan tangannya di kedua gundukan kenyal Bella, kepalanya menengadah merasakan kenikmatan yang akan lepas dari miliknya. Tubuh Bram pun meremang menegang dan seketika cairan hangatnya membanjiri milik Bella hingga tumpah ke sprei yang mereka tiduri.


Bram melepas penyatuan mereka lalu menyelimuti tubuh keduanya yang masih polos dan berbaring di samping Bella dengan kepala yang di topang oleh sebelah tangannya dan wajah menghadap ke wajah Bella.


" Kamu cantik .. " Bram merapihkan anak rambut yang menutupi matak Bella ke belakang telinganya.

__ADS_1


" Kamu juga tampan Bram " Bella tersenyum manis.


" Aku mencintaimu Bella, sangat mencintaimu. Aku tak menginginkan mu hanya karena ini. Tapi karena semua yang kamu miliki kurang atau lebih baik atau buruk aku mencintainya. "


" Terimakasih Bram .. "


Bella memeluk tubuh kekar Bram menenggelamkan kepalanya di dada.


Esok harinya baik Bram maupun Bella bangun kesiangan, Bella bahkan tak sempat mengeringkan rambutnya. Dengan tergesa Bella masuk ke rumah sakit sedang Bram segera ke ruang prakteknya.


" Wah pengantin baru pagi pagi rambutnya udah basah aja " Goda Manda pada Bella.


" Huusttt berisik Lo "


" Ayo abis ngapain ? " Amanda mencerca Bella dengan berbagai pertanyaan.


" Ya menurut Lo gue abis ngapain lagi ? Rambut gue basah, gue dateng kesiangan. Jadi abis ngapain coba ? " Bella balik bertanya.


" Abis bikin dede buat Zayn ya ? "


" Haha kalo boleh jujur, dede nya Zayn udah ada di perut gue cantik. Tapi semalem emang bapak nya abis jengukin nih bayi "


" Hah serius ? " Amanda terkaget.


" Serius, gercep kan ? "


" Gue kira Lo bakal nunda ampe beres koass jangan jangan Lo balikan ama doi gara gara ngisi duluan "


" Gibah aja Lo .. Yang penting nih bayi ada bapaknya jangan kebanyakan kepo nanti gak bisa tidur Lo " Bella mencubit lengan Amanda.


Amanda pun tak banyak bicara lagi hanya mengucapkan selamat dan mendo'akan bayi yang di kandung Bella dan Bella dalam keadaan sehat. Amanda berjanji mulai sekarang akan pasang badan untuk menjaga Bella dari manusia manusia julid.


Tanpa Bella dan Amanda sadari seseorang bersembunyi dan menguping percakapan mereka dengan tatapan iri dan dengki. Sudah lama wanita ini mengejar Bram namun Bram bersikap dingin pada setiap wanita yang mendekatinya bahkan tak segan memecat siapapun yang berani menggodanya secara berlebihan. Sungguh dia tak menyangka Bram dan Bella sudah kembali bersama bahkan kini Bella sedang mengandung lagi, harapannya pun pupus seketika berubah menjadi perasaan benci.

__ADS_1


" Lihat aja Bella, gue bakal bikin Lo nyesel ada di sini .. " Ucapnya penuh amarah.


__ADS_2