
" Selamat Pagi Bram .. " Bella menyapa Bram yang baru saja turun dan sudah berpakaian lengkap.
" Pagi sayang, hmm harum " Puji Bram ketika mencium aroma lezat dari masakan yang Bella buat.
" Aku bikin chicken teriyaki kesukaan kamu. Jadi sebelum berangkat kamu wajib sarapan dulu. " Ultimatum Bella.
" Tentu sayang, kamu sudah memasak untukku mana mungkin aku tidak memakannya. Terimakasih yaa .. " Bram mengecup lembut pipi Bella.
" Anak-anak dimana Bell ? "
" Hmm Zayn tertidur lagi setelah aku menyusuinya dan Queen sedang dimandikan Ayu. "
" Kalau begitu kita tunggu dulu Ayu turun ya Bell biar kita makan sama-sama aja. " Bella hanya mengangguk pelan sembari menyiapkan alat makan di meja.
Ada kalanya Bella merasa cemburu pada perhatian Bram terhadap Ayu. Apapun yang Bram beli untuk Bella biasanya akan Bram belikan untuk Ayu pula. Bella takut suatu saat Bram akan jatuh hati pada Ayu.
" Ayo makan Yu, biar Queen makan di kursinya. "
" Iya Pak terimakasih .. " Ayu tersenyum manis.
" Hmm senyum nya ko sekarang beda ya ? " Batin Bella.
" Loh ko aku jadi cemburuan gini sih padahal biasanya juga enggak huft " Lanjutnya
" Bella .. ngelamunin apa ? " Bram mengetuk meja di depan Bella
" Hmm enggak hehe btw Bram kapan kita ke kampus katanya kamu mau rekomendasiin aku buat masuk kampus. "
" Wait .. " Bram membuka ponsel dan melihat schedule yang sudah di susun Audry.
" Rabu, aku kosong Rabu yang, nanti aku anter ya ? "
" Barusan panggil apa ? "
" Yang .. Emangnya kenapa ? "
" Engga papa, syahdu aja kedengerannya. " Mereka tertawa bersama termasuk Ayu yang senyam senyum melihat kemesraan mereka
Setelah sarapan, Bram pun berpamitan untuk berangkat menuju kantor. Tak lupa Bram memberikan kecupan manis kepada istri dan kedua anaknya itu.
...----------------...
Presdir Room
" Wah cuacanya lagi bagus .. " Sarkas Kevin
" Emangnya kenapa ? "
" Itu muka lo yang biasa di tekuk sekarang jadi cerah haha " Ejek Kevin
__ADS_1
" Sialan .. Gue udah baikan sama Bella. Ngobrol dari hati ke hati dan ya finally gue dapet solusinya. "
" Syukurlah, kalo gitu Lo harus mulai fokus lagi ke kerjaan perusahaan lagi butuh Lo. "
" I know Vin, Apa gue perlu pergi lagi ke Singapura ? "
" Sepertinya .. Buat mastiin aja sih manufacturing disana lancar, pabrik baru harus sering di pantau Bram apalagi project nya sempet mangkrak gara-gara skandal pajak itu. Gue takutnya para bandit berdasi masih bergerilya di perusahaan kita. "
" Rasanya gue pengen balik jadi dokter aja Vin, jadi dokter bedah gak sesibuk gini rasanya. " Bram tertawa merutuki nasibnya.
Di malam harinya setelah anak-anak tidur, Bram mendekati Bella. Sedikit bersikap manja dengan meletakkan kepalanya di paha Bella yang sedang duduk bersandar.
" Kenapa Bram ? " Bella mengusap lembut rambut suaminya.
" Aku mau ke Singapura lagi beberapa hari. Gak apa? "
" Harus banget ? Gak bisa Kevin ? "
" Harus .. bisa aja sebenernya pake Kevin tapi kalo mau memperkuat brand image kita di mata klien dan user mereka harus lihat sendiri Aku yang turun tangan. Bisa meningkatkan rasa kepercayaan mereka Bell .. "
" Aku ngerti. Yaudah berangkat aja. "
" Tapi aku usahain berangkat setelah nganterin kamu ke kampus ya ? "
" Thanks daddy .. "
" Bobo yu yang, kangen banget bobo sambil di pelukin kamu. "
" Ah itu kan masa lalu. " Bram menarik Bella dalam pelukannya lalu menarik tangan bella untuk melingkar di pinggangnya.
Adzan subuh berkumandang, Bella dan Bram bangun bersamaan seperti biasanya. Mereka melaksanakan shalat lalu mengaji beberapa saat. Sungguh tentram rasanya. Setelah selesai mengaji Bram yang masih mengantuk memilih untuk kembali ke ranjang sedang Bella menemui Zayn yang terdengar menangis di kamar anak.
" Hmm Bu ? Sudah bangun ? Zayn memang biasa menyusu ketika subuh jadi ini saya mau angetin dulu ASIP "
" Gak papa gak perlu Yu, biar aku kasih asi langsung. Kasian Zayn jarang aku susuin. "
" Wah seneng rasanya lihat Ibu mulai terbuka sama Zayn. "
" Aku udah janji sama Bram buat rawat anak-anak. Bram udah dukung cita-cita aku masa aku gak nurutin kemauan dia. "
" Alhamdulillah nikmat ya bu Bella jadi ibu, punya suami sabar, penyayang dan taat. Punya dua anak yang lucu-lucu dan sehat. "
" Alhamdulillah, mau ya Yu ? "
" Haha saya gak berani bu buat sekedar bayanginnya juga. "
" Kenapa? kamu cantik loh Yu, ramah dan berbakat juga. "
" Gak ah bu saya gak sebanding sama Ibu jadi saya rasa suatu saat suami saya paling yang sama-sama kaya saya. "
__ADS_1
Ya memang terkadang ada rasa iri menyelinap di hati Ayu ketika melihat perhatian Bram pada Bella, namun selalu di tepisnya. Bella dan Bram orang yang sangat baik menurutnya, tidak layak jika dia mengecewakan mereka meski seringkali perasaan aneh pun menyelimuti Ayu ketika mendapatkan perhatian yang sama seperti Bella dari Bram. Karena rasa terimakasih nya, Bram selalu ingat untuk membelikan makanan, oleh-oleh bahkan pakaian untuk Ayu ketika Bram membelikannya untuk Bella. Bram pikir Ayu layak mendapatkannya setelah selama ini mendampingi Bella merawat anak-anak mereka.
" Layakkah aku juga mendapat pasangan seperti Pak Bram ? Rasanya terlalu jauh .. " Pikir Ayu dalam lamunan nya.
" Kenapa Yu ? " Tiba-tiba seorang yang sedang di lamunkan menyapanya yang terlihat melamun.
" Ah enggak Pak saya cuman lagi memikirkan sesuatu. "
" Sesuatu apa ? " Tanya Bram sembari duduk di meja makan menunggu Bella turun setelah menyusui Zayn.
" Sesuatu seperti pasangan dan pernikahan Pak. Usia saya sudah cukup sepertinya. "
" Tentu Yu, apa kamu mau minta cuti nikah ? "
" Haha calon nya juga belum ada pak. "
" Masa sih ? Padahal kamu cantik loh Yu. Kamu juga baik, perhatian mudah di ajak komunikasi. Saya aja nyaman kalo ngobrol sama kamu. " Ucap Bram asal membuat Ayu tersipu malu. Seketika Ayu memalingkan wajahnya lalu berpura-pura menyiapkan alat makan karena kini pipinya mulai berwarna merah merona.
Tak berapa lama Bella turun membawa Queen di gendongannya sedangkan Zayn sudah di tidurkan di dalam box, Zayn yang masih kecil memang belum terlalu lama berinteraksi dengan lingkungan. Zayn masih kebanyakan menyusu lalu tidur.
" Halo Daddy .. " Bella mencium pipi Bram lembut.
" Halo sayang, ah ada Queen juga. Mau makan sama daddy sayang ? "
" No .. No ..Aunty .. " Queen menunjuk pada Ayu yang sedang menyiapkan alat makan.
" Sama Momy aja ya? " Pinta Bella namun Queen merengek ingin bersama Ayu.
" Kasihin aja Bell, itu Queen nya kasian. " Dengan sedikit tidak rela Bella pun melepaskan Queen pada Ayu.
Bram melihat gelagat aneh dari Bella, tidak biasanya Bella bersikap dingin pada Ayu, pikir Bram. Begitu mereka berangkat menuju kampus di perjalanan Bram pun membuka suara.
" Sayang .. kenapa ko cemberut mulu ? " Tanya Bram lembut sambil memegangi tangan Bella.
" Anak-anak kok gak mau banget sama aku ya Bram. " Bella melipat bibirnya.
" Bukan anak-anak yang gak mau, tapi kan tadinya kamu yang gak mau deketin anak-anak. "
" Jadi salah aku ? "
" Enggak, kamu gak salah. Kamu cuman sakit kemarin sekarang kan kamu lagi berusaha buat sembuh jadi nikmatin aja sama kaya kalo kamu makan obat rasanya bakal pahit dulu. "
" Hmm iya deh .. "
" Terus kenapa kamu bersikap dingin ke Ayu ? "
" Aku CEMBURU BRAM ! " Tegas Bella yang langsung membuat Bram tertawa lepas.
" Kenapa ketawa ? "
__ADS_1
" Ini aku loh Bell, yang bahkan hampir setahun jauh dari kamu, gak pernah seujung kuku pun nyentuh wanita lain padahal gak pernah kamu layanin dulu padahal aku berada di tempatnya berhura-hura di halalkan. Apalagi sekarang, kamu di samping aku kamu layanin aku dengan baik. Apa mungkin aku macem-macem enggaklah Bell. Aku anggap Ayu kaya adik kamu aja. " Jelas Bram panjang lebar yang mampu meluluhkan hati Bella, membuat kegelisahan Bella lenyap seketika. Bella pun menggenggam tangan Bram erat lalu mengecupnya berulang.
" Kamu benar Bram. Terimakasih .. " Bella tersenyum lembut.