Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kesialan Tak Berhenti


__ADS_3

Setelah perselisihan panjang, baik Bella maupun Bram kini kembali ke rutinitas mereka masing-masing. Bella juga mulai di sibukkan di tahun terakhirnya kuliah karena harus menyusun skripsi. Suasana kelas agak riuh karena gosip tersebar akan ada seorang dosen tamu yang menggantikan dosen mereka yang sedang cuti melahirkan. Bella tak begitu peduli, fokusnya hanya pada mata kuliah yang akan di pelajarinya.


" Selamat pagi .. " Bella yang sedang membaca buku seketika menghentikan bacaannya, suara yang sangat familiar terdengar di telinganya. Bella mendongak dan benar saja seseorang yang berdiri di depan sana adalah pria yang sangat di kenalnya selama 6 tahun kebelakang.


" Astaga Bel, itu " Amanda mencengkram tangan Bella.


" I know .. Ssuutt biarin aja " Bella berusaha tenang menghadapi tatapan elang Bram yang langsung tertuju padanya tak peduli seberapa besar ketegangan yang tengah di rasakannya.


" Ok, perkenalkan saya Bram Albert Wijaya. Disini saya akan menjadi dosen tamu untuk mata kuliah ini menggantikan Ibu Aulia yang sedang cuti melahirkan. Jadi saya harap kita bisa melaksanakan *** dengan baik. "


" Wah bukannya dokter Bram dokter bedah ya ? "


" Ya seperti yang kalian tau, namun karena jadwal saya di rumah sakit tidak lagi padat jadi saya memutuskan untuk mengajar juga. "


Ck .. So keren kamu Bram. Emang semenjak kamu bikin ulah banyak orang yang gak percaya lagi sama kamu. Bilang aja karir kamu lagi di ujung tanduk. Batin Bella meremehkan


" Pertama-tama saya mau absen dulu biar kita bisa saling mengenal. Untuk ketua kelas nya bisa kedepan ? Perkenalkan diri dan bantu saya mengenalkan teman-temannya. "


Ketua kelas memperkanalkan satu persatu mahasiswa termasuk Bella dan Amanda yang sebelumnya tentu saja sudah Bram kenali, namun Bram bersikap adil menyamakan dengan membemiarkan semuanya memperkenalkan diri. Kelas pun di mulai, untuk seseorang yang sebelumnya tidak mengajar Bram cukup lihai dan pandai dalam menyampaikan materi hingga mudah di mengerti. Meski sebaik apapun nyatanya Bella selalu menyangkal kehebatan Bram, bagi Bella kini Bram hanya pria dengan perangai buruk.


Kelas pun berakhir, tak lupa Bram memberikan tugas untuk di pelajari di rumah nanti. Bram berpamitan meninggalkan kelas, lalu kelas kembali ramai. Mereka menghampiri Bella bersamaan.


" Mantan suami Lo kan ya ? " Tanya seseorang.


" Hmm .. "


" Terus ko bisa jadi dosen tamu sih ? "


" Mana gue tau bukan urusan gue ! "


" Stop, pergi gak atau mau gue tampol ? " Zidane membubarkan kerumunan. Zidane tau sahabatnya tak nyaman.


Bella menghela nafas lalu merebahkan kepalanya di meja kantin.


" Kesialan di hidup gue kayaknya gak mau berenti. " Bella mengerucutkan bibirnya.


" Sabar Bel, udah tingkat akhir cuman selangkah lagi buat out. Kacangin aja. " Zidane menepuk-nepuk pundak Bella.


" Mana bisa di kacangin. Itu jelas bapaknya anak gue. Gedek tau ! "


" Kalau gak mau gedek ya di pacarin aja biar semangat. " Ucap Amanda asal.


" Ngawur ! Sana makan Lo rese kalo laper .. "

__ADS_1


" Haha udah kaya iklan aja. Lagian becanda doang, mana rela sih sahabat yang udah di sakitin abis-abisan balik lagi sama si kutu kupret brengsek kaya doi. "


" Yoi daripada sama dia mending sama gue aja mom " Timpal Reza.


" Gak mau ah, nanti gak bisa bikin dede bayi kalo sama kamu mah .. " Canda Bella.


" Ya ampun Mom punya gue masih idup, mana ori segelan lagi "


Mereka tertawa terbahak hingga menjadi pusat perhatian seisi kantin termasuk dari sorot mata tajam seorang pria di sudut ruangan yang sedang menyantap makan siangnya. Tanpa mereka sadari Bram mendekat dengan langkah tegap nya.


" Ekheemm .. "


" Dok .. eh pak ? Eh gimana sih ? " Racau Reza.


" Terserah kamu mau panggil saya apa. Yang jelas kalian tau kan ini fasilitas umum ? " Tanya Bram dengan ekspresi dinginnya.


" Iya tau pak " Jawab mereka serempak kecuali Bella yang malah memalingkan wajahnya.


" Jadi tolong jangan berisik hormati yang lainnya yang sedang beristirahat. "


" Baik pak maaf gak bakal kita ulang lagi. " Jawab Ghisel dengan wajah penuh penyesalan.


" Ok kalian lanjutkan makannya. "


" Mom mantan laki Lo ya ampun serem dingin tapi aduh aduh malah makin mempesona. Gak mencla mencle kaya dulu ya "


" Haha suka ? Ambil gih .. "


" Gak mau ah bekas haha "


Mereka kembali tertawa namun segera membekap mulut dengan tangan masing-masing karena Bram kini kembali menatap ke arah mereka.


" Udah ah berisik cus makan dulu. Ngeri nanti di tegor lagi sama om-om PMS " Oceh Bella


Akhirnya mereka menyantap makan siang bersama lalu meninggalkan kantin dan kembali ke kelas. Masin ada satu mata kuliah lagi namun karena dosennya mengalami kendala di perjalanan jadi terlambat hingga hampir 2 jam membuat kelas berakhir sangat sore tepatnya pukul 16.41.


Para mahasiswa keluar dengan wajah semeraut, kelas berakhir sore, tugas menggunung, lelah, lapar semua bercampur menjadi satu. Belum lagi sopir mendadak susah di hubungi sedang Bella sekarang jarang menggunakan kendaraan sendiri karena sopir harus mengantar jemput Queen yang mulai sekolah.


Tuutt .. Tuutt .. Bella berusaha menghubungi Akbar berharap Akbar bisa menjemputnya.


" Hallo Bel " Sapa Akbar di sebrang suara.


" Hallo Bar, lagi apa ? "

__ADS_1


" Hmm aku masih di kantor. Sepertinya malam ini lembur mau cek bahan yang baru datang dari Cina. "


" Oh gitu ya .. Yaudah semangat ya ? "


" Emang kenapa ? Mau main ke apartemen ? "


" Ah ? Enggak .. Enggak ko cuman kangen aja pengen denger suara kamu "


" Hmm alibi. Kamu dimana ? "


" Masih di kampus ini mau pulang .. "


Ttiidd .. Ttiidd .. Suara klakson mobil membuyarkan pembicaraan mereka membuat Bella segera menutup panggilan telponnya.


Samar-samar Bella mengenal mobil siapa yang kini berhenti di depannya.


" Butuh tumpangan ? " Ucap Bram yang menampakkan wajah nya setelah jendela mobil di buka.


" Gak perlu, makasih .. "


" Pak Andi mana ? Ko kamu sampe nunggu di halte "


" Gak tau. Ketiduran kali. "


" Ayo masuk, sekalian aku mau jenguk anak-anak. "


" Kata aku gak perlu. Aku bisa panggil taksi online. "


" Yaudah deh .. Hati-hati ya udah mau malem. Disini masih rawan kan ? Denger-denger di jalan depan sana ada yang kena begal abis magrib. Emang sih jalannya agak gelap sepi juga yang lain hmm kayanya udah pulang ya ? " Tanya Bram sambil mengamati.


" Gak usah basa basi. Sana pergi aja duluan. "


" Ok see you nanti di rumah ya ? "


" Hmm .. " Bella memalingkan wajahnya malas.


Tak berapa lama mobil Bram melaju, berulang kali Bella menggunakan aplikasi pesan taksi online namun tak terhubung sampai Bella menyadari kuota di ponselnya sudah habis. Bella mulai agak panik, halte samping kampus memang selalu sepi jika hampir dan lepas magrib karena masih daerah rawan perampok kan dan baru-baru ini juga terjadi kasus serupa. Berulang kali Bella menghubungi Andi namun tak kunjung mendapat jawaban, Bella menghubungi Ayu juga namun Ayu yang sedang sibuk menyuapi Zayn tak menyadari ponselnya berdering.


Sampai dua orang pria bertubuh besar dari ujung jalan yang sunyi menggunakan sepeda motor terlihat mulai mendekati Bella. Bella berlari hendak masuk kembali ke gerbang kampus namun jaraknya cukup jauh hingga keduanya kini hanya berjarak setengah meter di belakang Bella.


Ttiidd .. Klakson mobil di bunyikan dengan durasi cukup lama membuat kedua orang itu tancap gas. Meski sebenarnya belum di ketahui mereka orang yang berniat jahat atau memang kebetulan lewat. Namun Bram yang saat itu masih mengamati Bella di ujung jalan sana merasa perlu mencegah suatu hal yang bisa saja membahayakan.


Bella yang kaget tersungkur jatuh ke trotar lalu menundukkan kepala dan menutup kedua telinganya dengan tangan sambil memohon untuk di selamatkan.

__ADS_1


__ADS_2