
Semakin malam cuaca semakin memburuk badai petir bergemuruh silih bersahutan di tambah dengan kilatan membuat tidur Bella terganggu terlebih mereka berada di lantai 8 hotel, cukup tinggi dan cukup menakutkan saat terjadi badai petir seperti ini.
" Ya Allah Ya Tuhanku, tolong sangat tolong jika Engkau tak menghendaki petirnya berhenti maka berilah hamba keberanian. "
Dengan segala ketakutan yang pernah Bella lalui, dentuman, kegelapan, dan rasa sendiri bisa membuatnya terkena panic attack. Meski selama ini Bella berhasil melaluinya namun tetap saja lebih baik panic attack nya tak muncul. Bella tak bisa menahan diri daripada tertekan sendirian, Bella keluar kamar menghampiri Bram yang ternyata masih terjaga dengan gawai di tangannya.
" Bram .. " Panggil Bella lirih.
" Hmm ? Kamu belum tidur ? "
" Terlalu bising aku gak bisa tidur nyenyak. "
" Sini biar aku temenin, atau mau di temeninnya di kamar ? "
" BRAAAMM ! "
" Haha becanda cantik sini duduk, mau sekalian ngemil ? "
" Enggak ! Takut gendut. "
" Kami tuh udah punya anak dua kalaupun gendut ya gak masalah udah kodratnya "
" Gak mau, nanti gak laku. "
" Aku bersedia nikahin kamu lagi kalo gak laku, mau kamu gendut mau kamu gimanapun itu. "
" Hmm gembel ! " Bella melempar bantal sofa ke wajah Bram.
Mereka tertawa lepas bersama sambil menikmati hujan dan kilatan petir sampai akhirnya Bella pun terlelap di sofa. Bram menatap Bella yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya, Bram pun menyelimuti Bella dan ikut terlelap di sofa lain sebrang Bella.
Suara adzan membangunkan Bella terlebih dulu, badannya pegal karena meringkuk di sofa di tatapnya Bram pun terlelap menemaninya padahal bisa saja Bram pindah ke kamar namun malah memilih menemani dan menjaga Bella.
" Haruskah aku bangunkan ? " Pikir Bella sambil bergumam.
" Bram .. Bram .. " Bella sedikit menggoyang kan lengan Bram.
" Hmm ? " Perlahan mata Bram terbuka.
" Subuhan dulu. "
" Dejavu Bel " Bram terduduk sambil melongo sesaat.
" Huh ? "
" Inget malam pengantin kita waktu itu kita kaya gini juga. Tidur di sofa haha "
" Kamar nya juga hampir sama ya ? "
" Iya, terus paginya kamu renang pake bikini doang sumpah itu cantik banget pertama kalinya aku lihat kamu yang terbuka "
" Huss diem malu .. "
" Haha yaudah ayo solat. Jemaah yu ? Aku imamin boleh ? "
" Okay "
__ADS_1
Bella dan Bram pun melaksanakan shalat bersama, setelahnya mereka memutuskan untuk menikmati pagi bersama dengan berkeliling kota. Kota Tasikmalaya masih cukup asri meski di tengah kota sudah cukup padat seperti kota besar pada umumnya namun ketika sampai ke pinggir kota suasana alam nya terjaga. Merekapun tiba di tepi danau, kabut masih menutupi bagian permukaan air seperti uap panas.
" Seger banget ya Bel ? "
" Heem .. Lihat orang-orang lagi pada lari pagi. Ikutan yu ? "
" Gaaasss "
Keduanya lari bersama sampai cukup lelah, di tepi danau banyak tempat makan bakar ikan lasehan. Mereka memilih sarapan bersama disana sambil menikmati suasana alam. Bella makan dengan lahap hingga tak terasa ada nasi di sudut bibirnya. Bram tersenyum manis menatap Bella.
" Kenapa lihatin aku kaya gitu ? " Tanya Bella dengan mata tajam.
" Enggak, bentar .. " Bram mengangkat tangannya lalu membersihkan sudut bibir Bella.
" Kamu ih ! "
" Itu ada nasi, makan ko kaya anak-anak masih rapihan Queen "
" Biarin wlee .. "
Jantung Bella berdebar lebih cepat dari biasanya, di perlakukan lembut dan hangat membuat hatinya yang membeku perlahan meleleh.
Sadar Bella, dia itu cowok paling berengsek yang pernah Lo kenal. Jangan sampe ke goda. Batin Bella meronta.
" Ngelamunin apa ? Aku ? Ganteng ya ? "
" Sumpah kepedean banget kamu, tapi emang ganteng. Nurun gantengnya ke Zayn tapi Zayn upgrade nya kamu lebih ganteng pokonya. "
" Jelas lah bibit unggul, Queen juga cantik nurun dari kamu. Meski anak sambung aku, tapi bagi aku Queen dan Zayn gak ada bedanya. " Bram berbicara panjang lebar sambil masih mengunyah ikan bakarnya.
" Kenapa ? "
" Karena kamu ayah yang baik, anak-anak udah cukup dengan memiliki satu ayah. Terlalu dini buat mereka mengerti untuk punya ayah lain. "
" Makannya harusnya kamu nikah lagi sama aku. "
" Haha gak akan, kamu jahat aku masih belum bisa lupain kejahatan kamu ! " Jawab Bella ketus.
Bram hanya mengangguk memahami apa yang Bella pikirkan dan rasakan. Tidak mudah memang menerima Bram kembali setelah apa yang Bram perbuat. Setelah kenyang merekapun kembali ke hotel dan bersiap untuk pulang, mereka hendak pulang pukul 10 pagi.
Cuaca hari ini cukup cerah dan mendukung untuk penerbangan, Bram dan Bella sekarang sudah berada di pesawat yang abru saja take off. Lagi-lagi Bella memilih duduk bersebelahan dengan Bram takut terjadi turbulensi lagi.
" Kamu padahal wara wiri ke luar negeri, ko penakut. "
" Aku biasanya di temenin Akbar ya kalo terbang ada yang bisa di pegangin .. "
" Ekhem .. bukan mahram padahal " Sindir Bram
" Halah sekarang aja ngomong gitu, waktu ngapa-ngapain aku mana inget sama yang begituan. "
" Hmm itu .. itu aku kesurupan iya kesurupan Bel " Bram berkelit.
" Bukan kamu kesurupan tapi emang kamu jadi setan aja "
" Maaf ya ? Aku tau gak mudah buat di lupain. Tapi aku janji gak akan gitu lagi. Kalau di inget, aku selalu hormatin kamu sebelum ini. "
__ADS_1
" Kamu berubah sejak kenal Violine .. " Mata Bella berkaca-kaca, jika ingat wanita itu rasanya ingin menjambak nya. Hidup Bella yang begitu indah tiba-tiba berubah setelah kedatangannya.
" Ko melow sih ? Aku selalu berpikir dia punya attitude yang bagus, pinter, karir nya gemilang tapi setelah di pikir lagi wanita yang berani berdiri di antara pernikahan seseorang sesopan apapun seramah apapun ya dia salah. "
" Emang ! Kamu nya aja bodoh ! Udah ah aku suka sakit hati kalo inget dia. "
Bella memalingkan wajahnya lalu terlelap begitu saja, tak terasa mereka sudah tiba di Jakarta. Bram meminta ijin untuk pulang ke rumah Bella karena ingin mengantar Bella sekalian menjenguk anak-anak.
" Mommy .. Daddy .. " Queen berlari dari tengah rumah begitu melihat kedua orangtuanya membuka pintu.
" Hallo princess, ah kangen banget daddy. Sehat nak ? "
" Alhamdulillah dad "
" Ih pinter banget anak daddy " Bram menciumi pipi Queen
" Mommy pulang sama daddy, apa daddy mau kembali tinggal di rumah kita ? " Tanya Queen polos.
" Ah ? Hmm iya malam ini daddy tinggal disini ya dad ? " Bella memberi kode pada Bram.
" Hmm ? Oh iya .. iya malam ini daddy menginap tapi besok daddy kerja lagi. "
" Yee daddy nginep daddy nginep " Queen berlari kegirangan menghampiri Zayn yang dalam pangkuan Ayu.
" Aku boleh nginep ? " Tanya Bram pura-pura polos.
" Halah, itu juga mau nya kamu "
" Hehe terimakasih ya mommy cantik " Bram berjalan meninggalkan Bella lalu menghampiri Zayn dan Queen yang duduk bersama.
Masih terpaku di arah pintu, Bella menyunggingkan senyumnya. Ada rasa bahagia ketika melihat keluarganya kembali utuh.
drrtt .. drrtt
Akbar incoming call ..
" Hallo Bar ? " - Bella
" Udah nyampe baby ? " - Akbar
" Udah baru aja. " - Bella
" Syukurlah, aku kesana boleh ? " -Akbar
" Hmm boleh aja tapi ada Bram mau nginap " - Bella
" Nginap ? " - Akbar
" Iya, Queen yang minta " - Bella
" Oh gitu yaudah besok lagi aja. Salam sama anak-anak. Selamat istirahat Bel " - Akbar
" Kamu juga Bar .. " - Bella
Panggilan pun terputus, Akbar meremas ponselnya sambil menghela nafas panjang. Tak bisa di tutupi hatinya merasa sakit.
__ADS_1
" Bella, sekeras apapun aku berusaha. Aku tak bisa menggantikan posisi Bram di hatimu bahkan di hati anak-anak .. " Gumam Akbar dengan tatapan prustasinya.