
Semenjak Bram menerima sepucuk surat penuh makian itu, semenjak itu pula Bella menghilang. Bram sempat mencari tau keberadaan Bella, Bram tak berpikir Bella akan senekad itu untuk meninggalkan anak-anak dalam waktu yang lama padahal Bram hanya berniat membuat sedikit guncangan agar Bella sadar pada tindakannya, namun ya Bram harus akui dirinya memang keterlaluan.
Bram mengetahui Bella sekarang berada di Jepang karena mengikuti program pertukaran pelajar selama dua tahun, setelah mendapatkan cukup informasi Bram bisa bernafas lega setidaknya mantan istrinya itu tidak lari ke tempat yang salah.
" Baiklah karena kamu sedang menuntut ilmu disana, aku akan membiarkanmu. " Ucap Bram tersenyum smirk
Bram akhirnya memilih berhenti mengganggu Bella, Bram fokus menjalani hidupnya dan juga membesarkan anak-anak di dampingi Violine sedang Bella fokus pada pendidikannya di temani Akbar.
Kenapa Akbar bisa pergi menemani Bella ?
Mengetahui Bella akan menetap di Jepang selama dua tahun, Akbar segera mengajukan beasiswa pendidikan dari perusahaannya ke salah satu universitas yang memiliki jurusan IT terbaik, Bram mengambil postgraduate nya selama 2 tahun sesuai dengan masa pertukaran pelajar Bella. Mujurnya Akbar berhasil lulus dalam tes. Dan tak lama setelah Bella pergi, Akbar pun menyusul Bella. Seluruh tugasnya di alihkan termasuk proyek yang sedang di tangani bersama Bram.
Bram sempat bertanya-tanya kenapa Akbar menghilang tepat bersamaan dengan kepergian Bella, setelah Bram mencari tau Bram mendapatkan kabar bahwa Akbar menerima beasiswa di Inggris, bukan di Jepang. Merasa aman Bram membiarkan saja karena mungkin memang kebetulan. Bram tak tau bahwa sebenarnya dia tengah di bodohi karena sebelum Akbar pergi, Akbar sudah berpesan untuk menutupi tujuan beasiswanya dengan alasan menjaga privasi perusahaan nanti jika dirinya sudah lulus jadi hanya akan ada perusahaannya yang memilki pengetahuan tentang teknologi-teknologi terbarukan.
" Aku merindukan anak-anak " Ucap Bella yang sekarang tengah menatap hamparan langit luas
" Tenanglah Bell, setelah kamu sukses kamu bisa membawa anak-anak dengan leluasa. "
" Kamu benar, terimakasih ya Bar. Kamu selalu menemaniku di saat sulit. "
" Aku akan selalu membersamaimu selagi kamu mau. "
__ADS_1
" Tapi ingat, jangan menungguku .. Aku tak ingin kamu jadi tertahan olehku. "
" Never mind, kita sudah dewasa Bell perkara Jodoh itu urusan Tuhan jadi tenanglah aku bisa mengurus diriku sendiri. "
" Aku takut kamu menyia-nyiakan waktu. "
" Bella selain kesini untuk menemanimu aku juga sedang mengejar karirku. Jika aku tak berhasil mendapatkan mu setidaknya aku mendapat sesuatu yang berarti untuk hidupku. "
" Mungkin aku termasuk wanita bodoh karena menolak pria bijak dan tulus seperti muberulang kali. "
" Baguslah kalo kamu menyadarinya haha "
Merekapun berpisah karena harus pergi ke kampus masing-masing. Kampus Bella dan Akbar memang berbeda, namun setiap pagi sebelum berangkat mereka akan menyempatkan sarapan bersama. Sebenarnya ini melanggar adat ketimuran yang mereka anut, namun karena faktor ekonomi dan lebih efisien juga mereka menyewa satu apartemen bersama yang memiliki dua kamar sehingga lebih menghemat biaya yang di keluarkan. Namun meski tinggal bersama mereka tak pernah melakukan hal lebih, untuk saat ini.
" Bro .. Sebulan lagi proyek sama Tinus selesai. Dalam waktu tiga bulan produk baru kita bakal launching. "
" Hmm I Know, so ? "
" Lo udah bulat mau back to basic ? I mean lo mau balik jadi dokter ? "
" Yaps, gue udah kenyang hampir 4 tahun ngejalanain perusahaan ini. Toh ada daddy, ada lo juga kan ? Gue pengen nikmatin hidup gue balik. "
__ADS_1
" Gue rasa Lo udah move dari masa lalu ? Lo udah bisa survive sekarang .. "
" Gue punya Violine, dia nemenin gue di masa terpuruk gue. Cukup gue bikin kesalahan waktu sama Bella, gue gak mau ngulang itu sama Violine. "
" Baguslah .. Emang ini yang terbaik buat kalian. "
Meski dalam sudut hati kecil Bram nama Bella selalu terpatri tak lekang oleh waktu. Namun Bram tak ingin melakukan kesalahan yang sama dengan membuat cinta lain di antara hubungannya. Bram sepenuhnya berusaha memberikan hatinya untuk Violine. Ketika Bram berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan Violine, semenjak itu pula Bram berkomitmen untuk melenyapkan Bella dari hatinya.
" Hai sayang ? " Sapa Violine yang masuk di antara percakapan Kevin dan Bram
" Ups sorry aku kira gak ada orang .. "
" Gak papa, gue juga mau cabut ke ruangan gue. "
Maaf maaf nih Vio, gue masih sebel lihat Lo
Gerutu Kevin yang memang akan lekas menghindar jika Violine sudah bersama Bram
Kevin merasa jijik dan geram meski memang pada kenyataannya tidak ada yang salah dalam hubungan mereka.
Ternyata jarak antara Bram dan Bella membunuh keegoisan keduanya, kini mereka menjalani hidup masing-masing dengan tenang. Mereka sama-sama mulai menata hidup, menata hati dan menata pikiran. Awalnya memang sakit apalagi untuk Bella namun seiring waktu, mereka sama-sama menerima kenyataan dan merelakan masa lalu sebagai suatu pelajaran.
__ADS_1
Tak ada pertikaian tak ada kecemburuan semua mengalir dengan tenang, setidak nya untuk 1,5 tahun kedepan sepertinya keadaan ini akan tetap aman. Namun entah jika nanti saat Bella kembali akan ada drama apalagi yang menanti mereka biar lah suratan takdir yang menjawabnya.