Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Cinta dan Kamu


__ADS_3

Hari ini hasil test masuk kampus akan di umumkan. Bella gelisah mengingat di usianya ini dan sudah lama sejak terakhir dirinya mengenyam pendidikan.


" Bram .. Aku minta anter boleh ? "


" Aku gak mau anter ah "


" Yaahh kok gitu sih ? " Bella mengerucutkan bibirnya


" Aku mau nya nemenin kamu sampe pulang lagi. Gimana dong ? "


" Ih Bram kamu nyebelin deh ! " Bella memukul tangan Bram kencang.


" Aw, aku sampe cancel meeting loh demi kamu Bel masa malah di pukulin .. "


Waktu masih pagi namun Bram dan Bella sudah membuat matahari pun iri melihat kemesraan mereka. Bram meraih Queen begitu keluar dari kamar dan melihat Queen sedang bermain di dekat halaman rumah. Maid sedang sibuk menyiapkan sarapan dan Ayu masih memandikan Zayn.


Bram bermain sejenak dengan Queen selagi menunggu sarapan siap, Bella juga ikut membantu maid untuk menyiapkan sarapan. Karena Bella akan sibuk dengan kuliahnya, Bram menyewa lebih banyak jasa ART untuk membantu pekerjaan rumah sehingga Bella hanya fokus pada kuliah dan anak-anak jadilah rumah itu semakin ramai.


" Bram kalo aku gak lulus gimana ? "


" Gak gimana-gimana, coba lagi aja tahun depan. "


" Makin tua dong. " Keluh Bella


" Mau masuk pake orang dalem ? Kalau kamu mau sih aku bisa aja bantu masukin. "


" Iya kamu pasti bisa, apa sih yang enggak buat Presdir Bram Alberth Wijaya. Tapi aku tau, kamu mau lihat kemampuan aku dulu kan ? "


" Got it, karena nanti buat mencapai karir kamu tuh gak cukup dengan power aku tapi kamu harus punya power sendiri. "


Bella hanya mengangguk-ngangguk. Ada rasa syukur luar biasa dalam hatinya, dia diberikan suami yang nyaris sempurna, tampan, mapan dan cerdas terkecuali masalah temprament nya itu memang sudah karakter yang melekat. Sulit untuk di rubah, tapi Bram yang sekarang lebih melunak dapat mengontrol emosinya.


Bella dan Bram berpamitan pada orang rumah dan juga pada anak-anak. Bram membukakan pintu membiarkan Bella masuk lebih dulu, setelahnya barulah Bram masuk dan duduk di balik kemudi. Sepanjang jalan Bram memegangi tangan Bella yang berkeringat karena gugup.


" Tenang sayang, sekalipun kamu tidak lulus dunia tidak runtuh. "


" Tapi aku akan mempermalukanmu Bram, kamu sponsor di kampus ini kamu juga yang ngerekomendasiin aku. "


" Mana mungkin aku bisa malu punya istri sesempurna kamu. " Bram meraih tangan Bella lalu mengecupnya.


" Kamu selalu bersikap manis Bram, bisa-bisa tahun depan kita punya bayi lagi. " Bella mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal.


" Haha jangan-jangan kamu mau bikin sekarang. "


" Enggaklah ini kan di jalan .. "

__ADS_1


" Oh kalo gak di jalan bakal mau berarti. "


" Iya nanti malem kalo aku lulus. " Bisik Bella dengan nada sensual di telinga Bram.


Mereka sampai di area kampus, Bram disambut langsung oleh ketua yayasan membuatnya menjadi pusat perhatian mereka yang berada di kampus.


" Selamat datang Presdir, selamat datang nyonya Bella. "


" Terimakasih pak. Jangan sungkan panggil saja saya ya pak ? "


" Oh begitu ? " Ketua yayasan melirik ke arah Bram seakan meminta restunya.


" Iya benar pak, biar Bella bisa menjalani kehidupan kampus yang leluasa tanpa embel-embel Nyonya Bram."


" Baiklah kalau begitu, silahkan ikuti saya. "


Mereka berjalan menuju ruang pribadi ketua yayasan. Surat hasil seleksi Bella sudah berada di ruangan itu. Ketua yayasan ingin menyerahkan nya secara pribadi.


Bram dan Bella di persilahkan duduk terlebih dahulu.


" Silahkan ini hasil seleksinya. Saya hanya membantu mengambilkan tidak lebih dan tidak ada rekayasa apapun. Hasil ini murni atas usaha anda sendiri. " Ketua yayasan memberikan sebuah amplop putih yang masih tertutup rapih


" Buka yang .. Sambil Bismillah dulu. " Titah Bram


Bella membuka perlahan dengan perasaan berdebar tak karuan dan Bella langsung tertuju pada sebuah kotak bertuliskan.


Bella berkaca-kaca tidak disangka dirinya bisa mencapai titik ini. Perasaan yang begitu di harapkannya semenjak beberapa tahun yang lalu.


" Wah selamat cantik, nanti kita jadi rekan sejawat. " Ucap Bram yang langsung memeluk Bella lembut.


" Ahh Bram malu hiks .. " Bella sedikit terisak haru


" Loh kok malah nangis sih. "


" Terharu hiks .. hiks "


" Bella .. Bella lucu banget sih. Mulai sekarang kamu harus fokus, buat ngegapai mimpi kamu itu gak ringan. "


" Iya betul Bella, Presdir pasti lebih paham prosesnya bagaimana. Jangan sampai minder ya meski teman-teman sekelas nanti usianya jauh di bawah Anda. "


" Tidak masalah Pak, Bella justru semakin semangat buat bersaing. "


Bella dan Bram keluar dari ruang kepala yayasan lalu berjalan bersama menuju mobil. Dalam seminggu kedepan Bella akan disibukkan dengan masa orientasi kampus jadi hari ini selagi mereka berdua tanpa anak-anak Bram akan membawa Bella berkeliling untuk menghabiskan waktu bersama. Bram membawa Bella ke sebuah mall, Bram membebaskan Bella membeli apapun untuk keperluan kuliahnya. Bram hanya tersenyum ketika melihat wanita yang telah memberikannya seorang putra itu tersenyum riang membeli berbagai macam barang, tak di sangka pernikahannya dengan Bella akan menjadi cerita panjang. Bahkan Bram maupun Bella sepertinya sudah melupakan tentang kontrak itu.


Setelah puas berbelanja, Bram mengajak Bella untuk makan siang di sebuah restoran bernuansa eropa klasik.

__ADS_1


" Wah bagus banget Bram view nya. "


" Berasa lagi di eropa ya ? "


" Hmm aku kan belum pernah ke eropa Bram jadi gak tau .. "


" Ah iya, nanti kita kesana bawa anak-anak juga Bell. "


" Eh Bram coba lihat sini."



Cekrek ..


Bella memotret Bram yang sedang membetulkan rambutnya yang terkena angin kencang. Dalam hati Bella berkata,ah tampan sekali suamiku.


" Yaa kalo moto gak bilang-bilang jadinya kan gak keren. "


" Keren tau Bram, nih kamu lihat. " Bella menyerahkan ponselnya pada Bram.


" Hmm memang kamu gak salah pilih suami Be, ternyata aku gaya gimanapun tetep ganteng coba Bell."


" Narsis kamu Bram haha "


Entah bagaimana hubungan mereka terjalin seerat sekarang, orang bilang masalah bisa menumbuhkan cinta jika dapat dilalaui bersama dan sekarang ini lah yang sedang Bram dan Bella rasakan.


Bram memeluk Bella dari belakang saat mereka sedang menikmati pemandangan dari atas gedung.


" Jangan lupa nanti malam sesuai janji. " Bisik Bram


" Janji apaan ? " Bella mengerutkan kedua halisnya


" Bener-bener lupa apa mau di ingetin langsung nih ? " Bram mendekatkan wajahnya pada Bella hanya tinggal beberapa cm, Bella langsung menyela.


" Haha iya-iya inget Bram. Dasar mesum padahal tempat umum tau. "


" Gak umum lah, aku boking ini cuman buat kita berdua. "


" Hah ? Serius ? "


" Iya, coba kamu lihat aja dari tadi gak ada orang lain yang kesini kan? "


" Ih gila kamu Bram buang-buang uang tau. "


" Gak masalah sekali-kali, kita kan butuh quality time kaya gini setelah pergelutan panjang setahun kebelakang. "

__ADS_1


" Iyaa .. gak kerasa ya Bram "


Bella mengeratkan pelukannya pada Bram, ah Bella benar-benar di buat jatuh cinta setiap harinya oleh perlakuan manis suaminya itu.


__ADS_2