
Bella merapihkan barang-barangnya ke koper di bantu Akbar. Dua tahun tlah berlalu, Bella pun hampir menyelesaikan studynya. Bella akan kembali ke Indonesia karena harus menyelesai kan masa pendidikan yang tersisa 1 tahun lagi dan akan melanjutkan masa internship nya.
" Sudah dua tahun aku gak pulang pasti rasanya aneh banget. "
" Gak ada yang aneh sih tapi yang paling pertama kali harus kamu temui ya anak-anak. "
" Zayn berarti udah mau 3 tahun, Queen udah mau 6 tahun. Cepet banget ya waktu. Ayahnya anak-anak bakal izinin aku ketemu mereka gak ya ? "
" Kalo gak izinin kan bisa di tuntut di pengadilan. Tugas kamu disini udah tuntas, kamu juga udah punya cukup uang dan pendidikan kamu gak akan di pandang sebelah mata lagi, kali ini jangan mau kalah sama Bram .. "
" Baiklah semangaaaatt, terus kamu kapan pulang ? "
" Nanti setelah tesis aku selesai. Kamu jaga diri di sana ya ? "
" Iya bawel. Terimakasih ya Bar udah temenin aku udah dukung aku udah lakuin banyak hal bareng aku " Bella memeluk Akbar
" Sama-sama, terimakasih juga berkat kamu aku belajar banyak disini. Padahal gak ada dalam plan aku post graduate ke luar negeri " Akbar membalas pelukan Bella lalu mengusap punggung Bella lembut.
Jadwal terbang Bella tepat pukul 08.00 pagi esok nanti, Akbar tentu akan mengantarnya. Sementara ini mereka menghabiskan waktu bersama, menikmati dua cangkir kopi di taman dekat apartemen. Bella menghirup udara malam yang terasa begitu sejuk sambil menggosok tangannya yang terasa dingin. Akbar tersenyum melihat tingkah lucu Bella lalu mengambil kedua tangan Bella di selipkan ke bawah ketiaknya agar lebih hangat.
" Percayakan aku gak bau ? "
" Haha percaya lah aku udah sering meluk kamu sampe hafal parfum kamu "
Jika di tanya bagaimana hubungan Bella dan Akbar saat ini ? Entahlah, mereka memilih untuk membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Bagi Bella dan Akbar mereka sudah cukup dewasa rasanya tak perlu berpacaran seperti di masa muda, kalo memang takdir memihak pada mereka sampai mana pun mereka akan bersama dan jika tidak meski mereka memiliki hubungan spesial tetap akan kandas juga. Lagian mereka sama-sama fokus pada pendidikannya sehingga hanya bercengkrama sewajarnya ketika di apartemen saja.
" Yu masuk ? Udara mulai dingin. "
Akbar merangkul pundak Bella mengajaknya ke dalam.
Pagi masih gelap udara sekarang, namun kedua insan itu sudah beraktifitas. Bella bangun dan bersiap untuk keberangkatannya Akbar pun sudah mandi sejak tadi. Bella keluar dari kamarnya begitu tercium bau masakan yang lezat.
Akbar sedang memasak nasi goreng, Bella menyergap tubuh Akbar dari belakang gelendotan seperti anak kucing.
" Apa ? "
" Sedih banget besok gak ada yang bikinin aku sarapan. "
__ADS_1
Akbar mematikan kompor lalu membalikkan badannya menghadap Bella. Akbar membawa tangan Bella untuk merangkul lehernya.
" Seharusnya kamu menikahi ku kalau ingin setiap hari ada yang membuatkan sarapan .. "
" Ih Akbar ! " Bella memukul lengan Akbar pelan lalu melepas pelukan mereka
Akbar terkekeh lalu segera menyiapkan sarapan di meja untuk mereka santap berdua sebelum berangkat ke bandara sambil menikmati matahari yang hendak terbit dari jendela apartemen mereka. Pemandangan indah yang akan mereka rindukan tentunya.
Sebelum berangkat mereka menyempatkan foto berdua terakhir di apartemen ini karena setelah ini Bella tak akan kembali dan Akbar pun akan segera menyusul Bella pulang.
" Aahh lucunya .. " Ucap Bella saat melihat hasil foto mereka yang memanfaatkan tripod
" Kaya foto prewed ya ? "
" Kamu ngodein mulu haha "
" Biar ada yang peka haha Yaudah ayo berangkat jangan sampe telat "
Aku akan sangat merindukan mu Bell. Terimakasih untuk dua tahun ini, kamu memberikan ku kesempatan untuk merasa mencintai dan di cintai meski aku tau Bram belum lenyap dalam hatimu ..
Batin Akbar begitu menatap Bella yang mulai hilang dari pandangannya.
Akbar menunggu sampai pesawat yang di tumpangi Bella lepas landas dengan aman. Setelahnya barulah Akbar meninggalkan bandara menuju kampus karena harus bergegas menyelesaikan rangkaian tesis yang sedang di susunnya. Akbar ingin segera lulus dan menyusul Bella pulang.
Dari dalam pesawat, Bella menatap ke langit biru di sekelilingnya. Terasa tenang dan damai hingga akhirnya Bella pun terlelap.
Tak terasa pesawat pun sudah mendarat di bandara soekarno hatta. Jika kebanyakan dari penumpang di sambut suka cita keluarga, Bella hanya menggiring kopernya seorang diri. Bella sudah berjanji akan pulang ke apartemen Amanda namun sayangnya Amanda tak bisa menjemput karena sedang di luar kota.
Begitu keluar bandara Bella langsung memanggil taksi menuju apartemen Amanda, hari ini Bella akan beristirahat sejenak. Barulah esok hari Bella akan ke rumah Bram untuk menemui anak-anak. Sudah sekian lama Bella tak menghubungi Bram, haruskah Bella mengabarkan dan meminta ijin untuk menemui anak-anaknya sendiri ?
Tidak .. bisa-bisa Bram malah membawa kabur anak-anakku
Batin Bella
__ADS_1
Bella memutuskan untuk mengabari Ayu saja, tentu Ayu menyambut kabar dari Bella dengan suka cita. Ayu menanti kedatangan Bella.
...----------------...
Keesokan harinya, Bella sudah bersiap sejak pagi dengan penampilan terbaiknya. Bella ingin menunjukkan bahwa kini dirinya tak bisa di pandang sebelah mata lagi.
Karena Amanda di luar kota, Bella bisa membawa mobil Amanda dengan leluasa kebetulan hari ini weekend Bram masih berada di rumah. Terdengar suara gerbang di buka, Bram sedikit bertanya-tanya siapa yang bertamu ke rumahnya sepagi ini. Ayu yang mengetahui itu Bella, tetap bungkam sampai suara bell membuyarkan fokus mereka yang sedang menyantap sarapannya. Melihat Ayu yang sedang sibuk menyuapi kedua anaknya, Bram pun berinisatif untuk membukakan pintu.
Begitu pintu dibuka Bram terkejut bukan main, serasa bertemu dengan hantu saja. Wanita yang sudah dua tahun pergi dari hidupnya, bahkan tak pernah berkabar dengannya kini tiba-tiba berada di depan rumahnya dengan penampilan yang jauh berbeda.
" Bella ? "
" Hi Bram, boleh aku masuk ? " Sapa Bella ramah
Bram masih melamun untuk beberapa saat karena tak menyangka akan bertemu Bella hari ini.
" Bram ? " Bella memecah lamunan Bram
" Sure .. come in Bel. "
Bella merasa aneh, tak di sangka Bram menyambutnya dengan baik. Seperti tak pernah ada dendam di antara mereka sebelumnya.
" Hmm dimana anak-anak ? "
" Ada, mereka sedang sarapan bersama Ayu. "
Langkah Bella terhenti ketika hampir sampai ke ruang makan, di lihatnya Zayn dan Queen yang sudah tumbuh dengan baik. Tiba-tiba saja mata Bella berkaca-kaca luapan rindunya meledak hari itu. Namun hati Bella bertanya-tanya.
Apakah mereka mengenali aku ? Apa mereka akan menerima ku ?
" Kenapa diam disitu ? Ayo .. " Ajak Bram
" Queen Zayn, ada mommy " Panggil Bram pada kedua anaknya.
" Mommy ? "
" Mommy .. " Queen yang pertama kali berlari. Queen yang saat di tinggalkan saat usianya hampir 4 tahun masih mengenal betul ibu nya. "
__ADS_1
Bella menangkap tubuh Queen yang berlari ke arahnya lalu memeluk Queen hangat menciuminya berulang dengan air mata yang bercucuran.