Istri Pajangan Presdir

Istri Pajangan Presdir
Kembali ke rutinitas


__ADS_3

Hari berlalu, tak ada yang berbeda setelah kepergian Bram. Benar kata Kevin, hanya status yang akan berubah selebihnya mereka sibuk dengan diri mereka masing-masing. Sehari dua hari, seminggu dua minggu sampai sebulan tak kunjung ada kabar dari Bram. Begitupun Bella, tidak ada niatan untuk mengabari terlebih dulu. Mereka semakin terasing satu sama lain.


“Bella, mau makan siang?" Ajak Akbar


“Boleh pak, dengan anak-anak yang lain?" Ajak Bella


“Anak-anak sudah makan. Sebelumnya akupun sudah mengajak mereka." Jelas Akbar


“Oke, gaskeun" Bella dan Akbar pun munuju Food Court


Ditengah makan siang mereka, perbincangan ringan mengisi kesunyian. Sampai pada Akbar menanyakan kabar Bram


“Bagaimana kabar Mr.Bram Bell? Tanya Akbar


“Ah itu, sepertinya baik" -Bella


“Kenapa sepertinya? Apa kamu tidak tau kabar suami mu sendiri?" -Akbar


“Entahlah pak, sebulan ini kami tidak saling mengabari" -Bella


“Bisa-bisanya begitu. Apa kalian sedang bertengkar? -Akbar


“Haha apa aku punya tampang seorang istri yang menyebalkan hingga membuat suamiku marah? Bella terkekeh


“Tidak, justru kamu wanita yang cuek. Tidak heran sih kalau hal semacam ini terjadi. Terlebih Mr.Bram jauh dari pandanganmu haha" Akbar tertawa menggoda Bella


“Kayanya ada yang mau kena SP 3 nih godain istri presdirnya" Tatap Bella tajam

__ADS_1


“Haha bukannya aku sudah membuat mu tergoda sejak lama" Imbuh Akbar


“Kau benar haha" Mereka pun hanyut dalam tawa


Kadang batin Bella sesak saat bersam Akbar, ada rasa menginginkan hubungan yang lebih namun segera dia tepis. Bagaimanapun Bella sudah menjadi istri orang lain. Kenyamanan yang Akbar berikan memang luar biasa. Bersama Akbar Bella bisa melupakan penderitaannya, perbincangan mereka selalu nyambung sama hal nya dengan cara bercanda mereka yang sepemikiran. Tidak sulit berinteraksi dengan Akbar dibanding dengan suaminya sendiri, pikir Bella. Andai Akbar tidak terlambat mungkin sekarang Bella tengah berbahagia dengan orang yang dicintainya. Namun takdir berkata lain, Bella dan Akbar sama-sama merelakan perasaan mereka.


Flashback On


Bella dalam perjalanan pulang, dengan mengendarai mobil Pa***ro Sport pemberian Bram. Kevin secara khusus menawarkan Bella untuk memilih mobil yang di inginkannya, dan Bella asal berbicara meminta mobil yang umumnya sering di gunakan pria. Bella kira Kevin tidak benar-benar membelikannya, seminggu kemudian mobil itu sudah sampai di halaman rumah Bella. Ya, semenjak Bram kembali ke Jakarta Kevin lah yang akan mewakili Bram dalam mengurus keperluan Bella dan Queen sampai uang bulanan pun Kevin yang mengirim dan mengkonfirmasinya pada Bella. Bram seolah-olah memutus hubungan dengan Bella.


Flashback Off


drrttt .. drrrttt panggilan masuk


“Kevin" ucap Bella lalu meminggirkan mobilnya ke bahu jalan


“Ya, ada apa?" -Bella


“Aku sudah mengirim uang untuk bulan ini, kamu bisa cek dan gunakan" -Kevin


“Ya terimakasih Mr.Kevin, hmm apa Bram baik-baik saja?" -Bella


“Tentu saja, Bram masih di singapura dia belum bisa menghubungi." -Kevin


“Ya aku mengerti. Aku hanya ingin tau kabarnya." -Bella


“Baiklah, selamat malam bell. Jaga dirimu baik-baik" -Kevin

__ADS_1


“Iya Mr.Kevin" Panggilan pun di putus


Bella termenung sejenak. Kapan Bram ke Singapura pun Bella tidak tau. Benar-benar seperti orang asing. “Ah sudahlah apa yang aku pikirkan? Bisa gila aku berharap pada Bram yang jelas-jelas kaku itu" Bella melempar ponsel nya sembarang dan melajukan kembali mobilnya.


Dilain tempat Kevin mengabari Bram melalui pesang singkat


Kevin: Mission Complated


Bram: Oke


Kevin: Bella nanyain kabar lu


Bram terperanjat dari kursinya. Hantu apa yang merasuki istrinya hingga ada kamauan menanyakan kabar suaminya.


“Kenapa tidak langsung saja menanyakan padaku” pikir Bram.


Bram: Katakan saja aku sibuk dan baik-baik saja.


Kevin: Iya gue juga bilang gitu. Bini lu jangan terlalu di anggurin ntar nyari perhatian cowok laen lu sendiri yang gelagapan


Bram: Berisik lu !


Kevin: Serius, kalo lu emang udah siap ngelepasin dia suatu saat nanti, mending dari sekarang lu jangan bikin dia merasa terikat sama lu


Bram: Iya


Bram merenung, ada benernya juga omongan Kevin. Bukankah selama ini Bram juga sudah menjaga jarak karena kesibukannya sampai tidak sempat mengurusi masalah Bella yang semula mengganggu pikirannya. Sekarang hanya tinggal mempertahankan jarak ujar Bram.

__ADS_1


__ADS_2