
Acara selesai, seluruh audiens sudah membubarkan diri begitu juga dengan Bram dan Bella. Bram di undang untuk menikmati terlebih dulu jamuan makan malam yang sudah di siapkan kampus di area kantin yang sudah di siapkan dengan stand mewah sehingga terlihat bak restoran bintang 4.
Di tengah perjalanan jauh di sebrang lapangan Bram melihat Bella yang memasuki ruangan BEM seorang diri karena panitia lain menuju area kantin. Tiba-tiba saja sebuah ide melintas di pikiran Bram.
" Saya ke parkiran dulu. Ponsel saya tertinggal di mobil. " Ucap Bram pada panitia dan meminta Kevin untuk lebih dulu pergi menghargai mereka yang sudah menunggu.
Bram segera berlari, area parkir memang tak jauh dari Ruangan BEM yang terletak di dekat lapangan. Bukan ponsel yang menjadi tujuannya, Bram justru mengintip dari jendela dan benar-benar tak mendapati siapapun kecuali Bella. Bram merangsak masuk ke ruangan itu lalu menguncinya dari dalam membuat Bella terperanjat kaget.
" Bram ? "
" Kenapa wajah mu pucat begitu Bel ? " Bram menangkap tubuh Bella yang hendak melarikan diri darinya. Bram menyeret Bella hingga sampai di sudut ruangan. Terkurung dan tak berdaya di bawah kungkungan lengan kekar Bram.
" Kamu mau apa ? " Tanya Bella gelisah
" Tidak kah kamu merindukan ku Bel ? Sudah dua tahun aku tak pernah menyentuh wanita lain. Kamu tau tersiksanya aku ? "
" Apa maksudmu ? Aku .. Aku tak pernah menyakiti mu "
" Ck .. Kamu pergi dari ku dan membawa segalanya, jiwaku, hatiku, bahkan harga diriku. "
Bram mencengkram pinggang Belle erat seperti binatang buas yang haus darah. Bella menjerit di perlakukan sekasar itu, namun suara Bella tak keluar begitu Bram tanpa aba-aba menjajah bibir ranumnya. Bram melu**mat dan membungkam bibir Bella dengan bibirnya. Entah setan apa yang merasuki Bram, jika dulu Bram bisa melakukan ini karena mabuk namun sekarang Bram dengan sadar melakukannya pada wanita yang berstatus bukan istrinya lagi.
Bella berontak tangannya memukuli Bram namun posisinya tidak menguntungkan, Bram terus menekan tubuh Bella ke sudut tembok hingga Bella bisa merasakan sesuatu milik Bram menegang di bawah sana.
Jangan .. Jangan lakukan ini lagi Bram
__ADS_1
Batin Bella dengan air mata yang berjatuhan
Bram menggunakan sebelah tangannya untuk mengunci pergerakan Bella sedang satunya lagi kini bergerilya menjamah setiap inci tubuh Bella. Bram menyingkap kemeja Bella dengan kasar hingga beberapa kancing berhamburan membuat dada Bella terekspose. Bram merangsak masuk ke dalam bra Bella menyentuh bagian inti pa**dara Bella, ingin menyesapnya namun tentu jika Bram melepaskan bibirnya dari bibir Bella maka Bella akan berteriak histeris.
Kaki Bella terasa lemas, Bella hampir kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen juga karena shock dan kecewa merasa di lecehkan.
Ttookk .. Ttookk
Suara ketukan pintu membuat Bram menghentikan aktifitas nya sejenak. Bram melepaskan pangutannya lalu segera membekap bibir Bella dengan tangannya.
" Ada orang di dalam ? Kenapa ke kunci ya ? Pasti macet lagi nih " Gumam seseorang dari luar, Pintu yang terkunci itu tak menimbulkan kecurigaan karena sebelumnya pernah macet. Tanpa mengintip ke dalam orang itu pun pergi begitu saja hendak meminta pertolongan pada tukang.
Bella menggigit tangan Bram membuat Bram mengerang terluka.
" Hentikan Bram, aku mohon. Sebentar lagi ada tukang lebih baik kamu pergi. Aku tak akan melaporkan kejadian ini. Aku janji ! "
Bella mengepalkan tangannya, hatinya sakit. Kenapa Bram bisa begitu tega mengatakan hal itu padanya ? Dan mengapa Bram melakukan tindakan kotor seperti ini padahal Bella tau Bram pria yang cukup ta'at. Apa yang merasukinya ? Semua pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Bella.
" Kenapa kamu melakukan ini Bram ? Apa mau mu ? "
" Karena aku mencintaimu. Aku tak ingin ada orang lain yang memilikimu. "
" Kamu gila Bram " Bella beringsut merapikan pakaiannya lalu menutup bagian dada menggunakan tangannya.
" Ya Aku gila karena mu Bel. Baiklah hari ini kamu selamat, aku akan melepaskan mu. Tapi jangan kira nanti aku akan membebaskan mu begitu saja "
__ADS_1
Bram keluar dengan ekspresi dingin, tak sedikit pun terlihat merasa bersalah. Suasana di luar pun masih sepi, jamuan sudah di mulai sejak 5 menit yang lalu. Bella merosot ke lantai, Bella menangis sesenggukan tubuhnya merasa begitu kotor dan menjijikan. Mungkin memang Bram mantan suaminya, mereka pernah melakukan ini dengan penuh gairah. Namun kini, Bram menyentuhnya seolah Bella seorang pe**lacur. Beberapa saat Bella menatap kosong, hatinya begitu remuk marah dan kecewa. Bella benar-benar ingin melenyapkan nyawa Bram saat ini juga kalau dia bisa.
Setelah kesadarannya pulih Bella bangkit dan melangkah dengan terhuyung, kaki nya masih gemetar. Bella membuka loker di ruangan itu, untunglah Bella membawa beberapa kemeja untuk acara ini karena ingin meminta pendapat panitia tampilan mana yang paling bagus untuknya. Bella segera membuka kemeja nya yang rusak dan mengganti dengan yang lain. Masih terisak, Bella membenamkan baju itu dengan kasar ke dalam tas nya. Wajah Bella sembap dengan rambut yang berantakan.
Aku tak bisa keluar dalam keadaan seperti ini
Gumam Bella
Bella pun keluar dari ruangan lalu pergi ke toilet membawa serta alat make up nya. Bella mencuci mukanya terlebih dulu lalu menatap dirinya dalam pantulan cermin. Perlahan Bella memoles wajahnya, dengan tangan gemetar Bella hendak memakaikan lipstik di bibirnya sampai Bella teringat kejadian tadi saat Bram mel*umat bibirnya, Bella kembali melempar alat makeup nya frustasi Bella menjerit memukuli wastafel.
Kini Bella tak peduli lagi pada tampilannya, Bella menarik tasnya dengan kasar lalu pergi meninggalkan kampus. Bella memberi kabar pada teman-temannya tidak bisa mengikuti jamuan karena tidak enak badan dan pulang lebih awal. Bella tak lagi memiliki tenaga untuk berjalan, Bella menghentikan langkahnya di sebuah halte bus lalu menyandarkan tubuhnya sejenak untuk mengumpulkan tenaga.
Hujan gerimis mulai turun, udara pun menjadi terasa lebih dingin. Bus yang biasa melewati apartemen Akbar pun berhenti di depannya, Bella memutuskan untuk naik dan akan bermalam di apartemen Akbar. Bella terlalu malu untuk memperlihatkan dirinya yang kacau pada Amanda. Bella tak ingin terlihat lemah, Bella perlu memulihkan diri dan hanya Akbar lah yang bisa menerima nya apa adanya.
Hanya butuh waktu 15 menit, Bella sampai di depan apartemen Akbar. Suasana apartemen masih sepi, kemungkinan Akbar sedang lembur di kantor. Bella segera masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya yang ternodai Bram. Bella menggosok seluruh bagian tubuhnya terutama dada yang di sentuh Bram hingga kulitnya sedikit lecet dan menimbulkan rasa perih.
Beberapa saat setelah Bella mengenakan pakaian terdengar suara pintu di buka, Akbar sudah pulang dan melihat lampu di apartemen nya sudah menyala menandakan ada seseorang di dalam.
" Bel ? " Panggil Akbar
" Hmm .. " Jawab Bella lirih
" Kamu disini ? Kenapa tak mengabari ku ? Padahal aku bisa menjemputmu "
__ADS_1
Bella tak menjawab hanya melangkah cepat menuju tempat Akbar berdiri. Memeluknya lalu menangis terisak menumpahkan segalanya di pelukan Akbar. Akbar menepuk punggung Bella lembut, Akbar menyadari sesuatu yang buruk pasti terjadi namun membiarkan Bella tenang terlebih dulu barulah akan menanyainya.